Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Besok Acara Konferensi Pers


__ADS_3

Setelah bersama sekian lama, Sherin sudah mengerti apa maksud reaksi itu. Ketika Devan menjelaskan kepada Sherin tentang ini, Sherin tiba\-tiba teringat kejadian di atas kapal waktu kemarin.Sherin tertawa, ternyata pada saat itu, Devan sudah memiliki perasaan terhadap dirinya.


Devan menghirup sebuah nafas dan kemudian menghembuskan nya.Dia berdiri dan memeluk Sherin dari belakang, "kamu tidak boleh terus-terusan hanya menyalakan api dan tida mau memadamkannya.Apakah kamu tidak takut seiring waktu berjalan, api ini sudah tidak akan bisa menyala lagi?"


Sherin berputar balik badannya dan mendorong Devan, "kalau begitu,kamu tidak boleh datang ke sini lagi walau hanya untuk tidur,kamu tidak boleh memeluk aku dan kamu juga tidak boleh...."


Sherin belum sempat selesai berkata, Devan sudah membungkamnya dengan sebuah ciuman. "tidak perlu, aku bersedia terus-terusan di bakar olehmu" setelah itu, Devan pergi ke kamar mandi. Sherin mendengar suara gemercik air, pria itu mandi dengan air dingin lagi?


Air awal musim semi masih sangat dingin. Sherin merasa teriris memikirkan itu.Tetapi Sherin benar-benar tidak bisa berhubungan dengan Devan ketika Devan masih bertunangan, Sherin masih memiliki prinsip untuk hidupnya sendiri.


Pada saat Devan keluar, Sherin sedang membaca buku. Kemudian dengan tiba-tiba Devan memberikannya sebuah ciuman lagi. "acara konferensi pers wartawan akan di lakukan sore ini. Sherin mulai besok,aku sudah bisa mengumumkan kepada semua orang di dunia bahwa kamu adalah wanita milikku!"


Senyuman Devan di penuhi dengan harapan.Suasana hati itu juga membuat Sherin merasakan hal yang sama. Sherin menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Devan. Hatinya merasa gugup.

__ADS_1


Apakah kehidupan Sherin sudah bisa bahagia dan damai?


....


Pada saat ini, di Ningga Group


"Nona Gabriel, Devan benar-benar belum datang. Kamu agak siangan baru datang saja!" Dylan melihat Gabriel yang tidak mau pergi dan tetap berdiri di depan ruang direktur.


Gabriel menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan kasihan, "aku tahu.Aku akan tetap tunggu dia di sini.Aku datang untuk membahas dengan Devan bagaimana menjawab pertanyaan di acara wawancara wartawan nanti?!"


Tetapi, mereka sudah mulai menggosip dengan suara kecil.


"apakah kamu mendengarnya? direktur devan sepertinya mau membatalkan perjanjian pernikahannya bersama Nona Gabriel."

__ADS_1


"aku mendengar itu karena direktur Devan berselingkuh di luar"


"apa? serius?"


"iya, aku mendengar dari saudara sepupuku yang melihat langsung Devan bersama selingkuhannya. Katanya wanita selingkuhannya itu sama sekali tidak cantik, tidak bisa sebanding dengan Nona Gabriel."


"tidak mungkin.Direktur Devan itu pria sempurna, dia mana mungkin sembarangan menyukai wanita? apakah kamu mengira jaman sekarang masih ada kisah Cinderella? kalau ada,kita sudah bekerja di sini dua sampai tiga tahun. Mengapa direktur Devan tidak pernah melirik ke kita sekali pun?"


"uhuk..uhuk..." Terdengar suara batuk seseorang. Tetapi sepertinya wanita itu tidak sadar dan terus berkata. "kamu lihat saja, wanita yang berada di sini pintar,cerdas,cantik, mau yang bagaimana semua ada. Tetapi pria sempurna kita tidak pernah melirik ke kita. Direktur Devan bahkan bisa melepaskan wanita seperti Nona Gabriel.Mana mungkin dia mencari selingkuhan yang penampilannya biasa saja?"


Terima kasih...


Mohon dukungannya like dan komen...

__ADS_1


Love you all...


__ADS_2