Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Yuta Yang Memberitahu


__ADS_3

..."Yuta, apa kamu tahu, mengapa dia tiba-tiba mengetahui identitas asli ku?"...


Anggap saja, Devan membuat Simon dan dirinya melakukan tes DNA.


Tetapi, langsung bisa mengetahui hasilnya, ternyata dia adalah Sherin, apakah tidak memilki bukti yang pasti,lagi pula Sherin itu sudah meninggal.


Beberapa hari ini, dia memikirkan pertanyaan ini, identitas nya yang asli, Yuta juga sudah merubahnya.


"halo, Yuta, kamu dengar aku?"


"aku yang memberi tahu dia" Yuta berkata dengan suara yang lembut.


Clover mengerutkan alis, "mengapa?"


Saat melahirkan Momo, Clover yang hampir saja meninggal, Yuta tidak memberitahukan keadaan Clover karena dia sangat mengerti Clover, mengapa setelah selama empat thun ini dia sudah berusaha menahan, tetapi tiba-tiba dia memberitahu Devan.


"Clover, jika kamu bisa merelakannya, kenapa kamu kembali dari tempat kakek kamu? kamu bisa bawa Momo, bisa tinggal di sana, ya kan?"


Clover membuka mulut, ingin menjelaskan, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa, benar kata Yuta.


"hari itu, Devan membawa hasil tes DNA kamu dengan Simon, dia datang dan bertanya kepada-ku, aku mengakui...setelah itu, kita minum bir bersama. Clover, kamu tahu kakak sepupu ku? dia itu minum gila-gilaan, tidak bisa di hentikan, lalu dia minum sampai muntah darah, aku yang melihat itu langsung kaget, tetapi ekspresinya terlihat sangat tenang. Aku berpikir bahwa hal ini, mungkin bukan pertama kali terjadi...."

__ADS_1


"kemudian, aku tidur dengan dia satu malam, aku melihat dia memakan banyak obat, setelah itu baru dia bisa tidur, aku tidak tahu itu obat apa...." Yuta berkata sampai sini, suaranya sedikit serak, dia saat itu sangat merasa terkejut, dia berpikir bahwa kakak sepupunya dengan kekayaan dan pasangannya, tidak ada masalah yang membuat dia merasa menderita, kecuali satu, yaitu Sherin....


Walaupun Yuta dan Dylan mengatakan hal yang sama, tetapi ketika dia mendengarkan lagi, Clover masih merasa sedih dan menangis lagi, Clover berpikir kalau dirinya pergi, akan baik untuk siapa pun.... tidak memikirkan rasa sakit yang dia rasakan, tetapi bahkan pria ini merasakan lebih sakit dari Clover.


Setidaknya Clover bisa melihat Devan, mengetahui kabarnya, tetapi Devan harus menerima fakta bahwa orang yang dia cintai, meninggal karena dirinya.


Beberapa tahun ini, mungkin, dia salah, mencintai seseorang, apabila hanya dengan waktu cepat bisa melupakannya, mungkin ini bukan yang namanya cinta.


"Clover, aku memberitahu kamu sebenarnya, aku ingin memberikan kalian kesempatan untuk memilih kembali, empat tahun lalu, aku mengira aku yang lebih mencintai kamu di bandingkan kakak sepupuku, tetapi saat ini, aku merasa,kalau memang aku sendiri kalah dengan kakak sepupu, dia dengan segenap jiwanya, mencintai kamu...." kata-kata selanjutnya, Clover tidak mendengarkan lagi.


Dia melempar hp yang di tangannya, berlari keluar. Cuaca di sini, perbedaan suhu di pagi hari dengan malam hari sangat besar, walaupun sekarang sudah masuk musim semi, suhu pada malam hari perkiraan kurang lebih 10 derajat. Pakaian dia yang tipis, masih sama dengan pakaian di rumah sakit.


Dia menarik nafas, naik ke atas, mengambil HP nya dan menelpon ke nomor tadi, karena dia gelisah, tangannya pun terus bergetar.


Tetapi, tidak aktif.....


Dia langsung berpikir, kemudian dia membuka kontak di hpnya, menelpon ke nomor Dylan, tetapi sama saja tetap tidak aktif.


Hatinya merasa sangat cemas sekarang, mengkhawatirkan dia akan terjadi apa-apa.


Pikir-pikir, kemudian dia mengambil HP, mengambil tas, tidak ganti baju, langsung naik taksi pergi ke rumah sakit di mana tempat Devan di rawat, saat sampai di sana, sudah sangat larut malam, pukul 2 lewat.

__ADS_1


Kamar pasien terlihat kosong, sangat jelas, berarti Devan tidak kembali ke rumah sakit....


.


Bersambung.....


.


.


.


Terimakasih....


Mohon dukungannya,


Like,komen,love, vote, hadiah....


Love you all


💖💖

__ADS_1


__ADS_2