
"Lihat lah angin musim semi di wajahmu! cepat katakan, apa yang kamu lakukan tadi malam?" Dylan menggoyangkan tubuh Devan. Devan tiba-tiba duduk dengan tegak dan melihat ke Dylan dengan wajah yang sangat serius. Dylan terkejut melihat Devan yang tiba-tiba menjadi serius, lalu dia pun mengeluarkan sebuah batuk yang ringan, menegakkan badannya dan berkata "Tunggu tunggu, biarkan aku menghela nafas dulu!"
Setelah merapikan bajunya sendiri, Dylan melihat ke Devan dengan serius dan berkata "sudah. aku sudah siap mendengarkan kamu"
"semalam aku tidak makan obat dulu,tetapi aku bisa tertidur dengan begitu nyenyak!" Devan berkata sambil menggerakkan jarinya di atas kemudi setir.
Mulut Dylan terbuka lebar, dia baru bisa bereaksi setelah beberapa saat lalu berkata "apa yang terjadi? apakah penyakit kamu sudah sembuh?"
Devan hanya menggelengkan kepalanya.
"Hei, kamu harus jelaskan kepada aku. apa yang terjadi?" Dylan bertanya secara beruntun. Meskipun hubungan mereka berdua adalah seorang bos dan karyawan, tapi secara pribadi hubungan Devan dan Dylan itu sangat dekat seperti kakak dan adik kandung. Dylan merasa sangat bahagia untuk Devan sampai wajahnya terlihat menjadi memerah. Insomnia yang telah membuat Devan terbeban selama bertahun-tahun sudah sembuh!
"semalam, aku tidur bersama wanita itu!"
Alis Dylan terangkat dan matanya membulat sempurna, "wanita itu?" tentu saja, Dylan tidak akan tahu maksud 'wanita itu', dia mengira adalah Gabriel dan bukan Sherin.
"serius? bagaimana perasaannya?" tanya Dylan.
Devan mengerutkan alisnya dan melirik ke Dylan "maksud aku,hanya tidur bersama seperti biasa. memangnya apa yang sedang kamu pikirkan?" jawab Devan.
Pikiran Dylan menjadi kacau.Apakah dia sendiri yang tidak normal? seorang pria dan seorang wanita tidur bersama, bukan kah jika orang normal yang mendengarkan ini semuanya pasti akan berpikir ke arah sana!
Tetapi....
"maksud kamu, kamu tidur dengan dia semalaman. lalu kamu tidur dengan begitu nyenyak?"
__ADS_1
"iya" Devan menjawab dengan wajah santai.tetapi hatinya merasa sangat senang.Pada saat Devan terbangun di pagi hari, dia tidak bisa menjelaskan rasa kejutan di dalam hatinya.Devan terkejut kepada dirinya yang tertidur begitu nyenyak sampai pagi tanpa bermimpi.
"berarti, dengan wanita yang tidur bersama kamu dulu, kamu tidak bisa melakukannya?"
Alis Devan terangkat "apa maksud kamu tidak bisa melakukannya?"
"apakah kecerdasan kamu turun menjadi nol pada saat kamu jatuh cinta? bro Devan, bertahun-tahun kita bersama masih tidak paham juga apa yang aku maksud? kamu masa tidak bisa? maksud aku, apakah kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak jika tidur bersama wanita lain?" Dylan bertanya dengan tidak berdaya sambil tersenyum.
"apakah kamu tidak sedang berbicara hal yang tidak berguna? kalau aku bisa tidur dengan nyenyak bersama siapa pun, untuk apa aku harus makan obat setiap hari jika aku ingin tidur? lebih baik aku mencari satu wanita dan menyuruhnya untuk tidur bersama aku setiap hari" Devan menatap ke Dylan dengan tatapan aneh, kemudian dia turun dari mobilnya.
Dylan mengikuti Devan di belakangnya dan terus berkata "apakah wanita itu obat ajaib? dia bisa mengobati penyakit kamu yang tidak bisa di obati selama bertahun-tahun. apakah ini merupakan sihir? misalnya orang yang kamu cintai bisa menyembuhkan penyakit kamu?" ucap Dylan tanpa henti
Devan tidak menghiraukan Dylan yang sedang berimajinasi di belakangnya. Dia mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan teks ke Sherin.
Pada saat ini,Sherin berada di dalam bus umum.
Sherin yang membaca pesan teks nya, hanya tersenyum lalu membalas 'benarkah? bagus dong kalau begitu' setelah menekan tombol kirim, Sherin merasa menyesal dan segera menghapus pesan yang baru di kirimnya.
'Direktur Devan, nasi boleh sembarang di makan tetapi kata-kata tidak boleh sembarang di katakan!" Sherin kembali menulis balasannya.
Devan yang masih tersenyum belum sempat membalas pesannya dan dia melihat Sherin menghapus pesan balasannya. tetapi senyuman di wajahnya tidak hilang.
'nasi boleh sembarang di makan? baik lah, ayo nanti siang kita makan siang bersama' balas Devan.
'tidak mau!" Sherin membalas lagi.
__ADS_1
'kamu bisa memilih: aku yang pergi untuk menjemput kamu atau kamu sendiri yang datang menemui aku?'
'*Devan, bisa kah kamu tidak bertingkah keras kepala?'
'apakah kamu baru mengenal diriku hari ini?'
'aku sedang berada di kantor.kamu yang punya urusan, harusnya kamu yang cari aku dong*!' Sherin menaikkan alisnya, dan bibirnya tersenyum puas. Dia tidak percaya kalau Devan berani bersungguh-sungguh akan datang ke kantornya.
Setelah itu, Devan tidak lagi membalas pesan dari Sherin. Sherin mengira Devan sudah menyerah dan dia pun merasa agak lega. dia pun mulai bersiap-siap untuk bekerja. Pekerjaan hari ini hanya menata riasan para model yang memiliki jadwal fotografi hari ini di dalam kantor.
"Sherin,ada seorang pria tampan yang sedang mencari kamu di bawah" gadis bontet membuka pintu penata rias dan berkata dengan misterius. Sherin langsung saja teringat kepada Devan, apakah dia benar-benar datang ke kantornya? memikirkan tentang Gabriel, Sherin segera turun ke bawah. Dia menghembuskan sebuah nafas yang terasa lega setelah dia melihatnya ternyata pria itu Yuta.
"Sherin, cepat katakan! mengapa Yuta harus mencari kamu?" gadis bontet bertanya kepada Sherin. Melihat raut wajah gadis bontet yang senang karena akan berjumpa dengan Yuta, Sherin teringat kepada pria botak licin dan perutnya buncit berisi bir waktu itu. Sherin benar-benar ingin bertanya kepada gadis bontet apakah dia sedang mengalami kesulitan sehingga dia harus memilih pria seperti itu?
Akhirnya, Sherin hanya tersenyum tidak jadi bertanya.
*(baca bab 25 tentang pria botak licin)*
Sherin melangkah ke depan bersuara "Di....Yuta" Sherin ingin memanggilnya Direktur Yuta, tetapi Sherin berpikir Yuta sudah jelas tidak ingin Gabriel tahu identitas dirinya.
Yuta menoleh ke belakang saat dia mendengar suara Sherin yang memanggil namanya. dia melepaskan kaca mata hitamnya dan berkata "aku kebetulan lewat sini. jadi berpikir untuk masuk dulu dan menyapa kamu" Yuta tersenyum dengan cerah kepada Sherin.
Sherin ingat, waktu SMA dia kadang menonton Yuta bermain basket.Ketika Yuta bertatapan dengannya, Yuta akan memberikan Sherin sebuah senyuman yang cerah dan hangat seperti sekarang ini.Pada saat itu, personalitas Sherin sangat aktif, dia akan membalas senyuman Yuta dengan membuat gaya V menggunakan jarinya.
Pada saat itu, Yuta dan Sherin sering bersama melakukan banyak hal. setiap kali menemukan kesulitan, Sherin akan menunjukan wajah cemberut. tetapi Yuta akan mengangkat kepala Sherin dengan kedua tangannya dan tersenyum padanya. "Clover, wajah kamu akan menjadi jelek jika kamu cemberut terus" begitu lah bujukan nya.
__ADS_1
Sherin akan memukul Yuta setelah mendengarnya dan Yuta akan bereaksi dengan berlebihan dan mundur ke belakang beberapa langkah. setelah itu, Sherin akan tersenyum.
Pada saat itu, Sherin baru sadar ternyata dulu dirinya dan Yuta memiliki kenangan yang begitu indah. Tetapi waktu itu, Sherin tidak pernah berpikir kalau Yuta menyukainya. Sherin merasa dirinya sangat membosankan pada waktu itu dan dia selalu mengira kebaikan Yuta terhadapnya adalah kebaikan antara teman sahabat. Memikirkan tentang masa lalu, ekspresi Sherin menjadi lembut.