
"aku tanya kamu, 9 tahun yang lalu apa kamu pernah melahirkan seorang anak?"
" 9 tahun yang lalu? tahun pertama kuliah..... Tuan, kamu itu sungguh suka bercanda, aku mempunyai anak di beberapa tahun akhir ini.dan baru berusia tiga tahun...." sambil berkata, Clover berpikir...melangkah ke depan, menunjukkan wallpaper di hp-nya ke Devan, "kamu lihat, ini adalah putriku, dia sangat imut...!"
Dengan ekspresi wajahnya yang berlebihan,tercium bau durian yang sangat menyengat.
Devan mengerutkan kening, dia tidak melihat hp-nya,dia hanya sibuk memutar kepalanya karena merasa tidak enak dengan bau durian.
Dengan wajah yang meremehkan Clover melambaikan tangan,membalikkan badan, dan membelakanginya.
Clover melihat bayangan tersebut, dia merasa sangat sedih, air mata yang tidak mudah dia tahan, kemudian jatuh lagi. Beberapa tahun ini, dia tidak bisa berhenti memikirkan Devan, tetapi saat ini,semua usahanya hanya untuk melihat Devan sekali, semuanya ambruk, kedua kakinya terasa lemah, hatinya sangat kacau.
Langkahnya, berbeda dengan biasanya.
Dia hampir setiap melangkah,menoleh ke belakang, dengan keinginannya ingin melihat bayangannya.
"Devan, aku pergi dulu...." di dalam hatinya dia berkata.
Membuka pintu, Dylan yang bersandar di pintu, melihat Clover keluar, dia langsung berdiri.
__ADS_1
Clover menyimpan rasa tidak rela di tatapannya.Mendongak kepala dan tersenyum "kakak tampan, Terima kasih sudah membantu!" Dylan tertegun sesaat, terpesona dengan senyumannya. Dia sangat bersyukur, hatinya sudah di tempati oleh Tifa,tidak bisa di tempati oleh orang lain lagi.Apabila tidak, saat ini, mungkin dia akan menyukai Clover.
Melihat Clover turun ke bawah, Dylan langsung masuk ke dalam kamar, "bagaimana? apakah...?"
Devan berdiri di sisi jendela, saat ini, tepat sekali melihat Clover turun ke bawah, di bawah cahaya lampu yang hangat, Clover berjalan dengan langkah yang cepat...
Kemudian Devan tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa. Dia mungkin kerasukan setan, apabila tidak, mengapa saat ini, dia melihat cara berjalan wanita ini dengan bayangannya, mengapa bisa berpikir mirip sekali dengan Sherin?
Di tambah,dia juga bisa merias...
Tetapi,dia tahu ini tidak mungkin, karena dia melihat sendiri waktu Sherin di kremasi.
Ada lagi, Sherin sangat membenci makan durian, hanya mencium baunya saja dia sudah merasa mual. hal ini mereka tidak mempunyai kesamaan.
"baik.aku akan segera mencari orang untuk melacaknya."
Berdiri di gerbang komplek, Clover tiba-tiba terbengong, bagaimana dia bisa lupa tempat ini, tidak ada taksi? melihat waktu, apabila sekarang dia meminta mobil kantor untuk menjemputnya, bolak balik juga menghabiskan waktu beberapa jam.
Handphone nya berbunyi, dia pun mengangkatnya.
__ADS_1
"Nona Clover, kondisi Momo semakin parah,aku melihat kesadarannya pun sudah mulai berkurang, kamu segera lah pulang, segera...."
"oh iya,ya aku akan segera pulang... kamu gunakan air hangat untuk mengompres demamnya,aku segera pulang...."
Mematikan telponnya, menengok ke kanan ke kiri, semua yang lewat adalah mobil pribadi.Sudah lama dia terus melambaikan tangan, tetapi tidak ada satu pun yang berhenti, melihat waktu sudah berlalu sepuluh menit, teringat pada Momo,dia merasa cemas,tetapi dia tidak tahu harus bagaimana....
Dia juga merasa menyesal,karena kenapa dia tidak bisa meluangkan waktu untuk belajar mengemudi mobil.
Tiba-tiba dia kepikiran sesuatu, dia menggertak kan gigi, kemudian dia membuka baju seragam yang dia pakai,menampakkan tali yang berwarna hitam di tanktop nya, melepaskan karet yang di rambutnya, melepaskan kaca mata, mendorong poninya ke atas, mulai menampakkan wajahnya yang cantik luar biasa....
.
Bersambung....
Maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti 🙏
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komen...
Terimakasih....