
Di dalam kamar, Clover baru saja melepaskan mantel dan sweater nya, langsung terlihat Devan memasuki kamar.
Sangat buru-buru, lalu dia mengunci pintu dari dalam.
Seluruh tubuh Clover tertegun di sana, "kamu....apa yang kamu lakukan?"
Devan melangkah maju dan merangkul pinggang Clover dari belakang, "apa menurutmu? Sherin, apakah kamu tidak merindukan aku selama beberapa tahun ini?" suaranya agak serak.
Clover menjilat mulutnya dan menaikkan sudut bibirnya, "rindu.Namun Devan, nama asli ku Clover, sebaiknya kamu memanggilku Clover." suaranya sangat lembut.
"ya. Clover, mengapa sebelumnya aku tidak pernah memikirkan kalau kamu pernah merias wajahmu?" dulu dia selalu merasa kalau Clover sangat berbeda dari pandangan jauh dan dekat, tetapi dia tidak berpikir ternyata Clover merias wajahnya.
Clover mengalihkan pandangannya, mengerutkan alisnya, "betapa baiknya, setidaknya membuktikan, kamu memiliki cinta sejati padaku. meski begitu jelek, kamu masih juga jatuh cinta"
Tiba-tiba dia teringat sesuatu, membalikkan badan dan memelototi Devan, "aku ingat, apakah kamu tahu bahwa terakhir kali kamu hampir saja mencekik mati diriku, kenapa kamu tidak memiliki kelembutan terhadap wanita?"
Devan memegang hidungnya, "apakah kamu ingin aku bersikap lembut terhadap wanita lain? lagi pula, siapa yang dari belakang bersama pria brengsek itu membuatku marah?"
__ADS_1
Clover menutup mulut, dan meliriknya, "boleh, masa lalu berakhir di sini, siapa pun jangan membicarakannya lagi"
Devan mengangkat sudut bibirnya, dia membalikkan badannya, pelan-pelan menurunkan kepalanya, bibir tipisnya itu menempel di telinganya Clover, lalu berbisik, "Clover, beberapa tahun ini, aku benar-benar sangat merindukan kamu"
Clover hanya merasa seluruh tubuh nya seperti mati rasa, terasa tak berdaya, dia tanpa sadar menjilat bibirnya, wajahnya memerah, "kamu...apakah kamu ingin kembali ke kamarmu untuk tidur?"
Devan mengerutkan keningnya, mengulurkan lengan panjangnya, Clover jatuh kembali ke pelukannya, "biarkan aku tidur di sini"
Suara Devan yang bernada rendah, lambat dan lembut, penuh godaan, membuat pandangan Clover sedikit demi sedikit menjadi kabur, dan harus mengatakan bahwa dia selalu tak berdaya melawan pria ini.
"tidak, kamu dan dia...." Clover berpikir, dia tidak ingin mengambil orang seperti Gabriel sebagai alasan, "di tempat orang tua kamu, apa kita bisa bersama seperti itu? kamu....apa kamu tidak malu?"
Ketika dia selesai berkata,kedua tangan Clover yang berjuang, Tiba-tiba di turunkan,tanpa berkata, dia tahu hatinya mulai menjadi lembut.
"aku...mandi dulu" selesai berkata, dia melarikan diri.
Mumpung setelah mengetahui masalah Gabriel itu, Clover memutuskan akan merebut kembali Devan dan Simon, dia tidak akan menyerah lagi, maka langkah ini cepat atau lambat akan terjadi.
__ADS_1
Pada malam hari, pada cahaya bulan yang terang, seorang pria dan seorang wanita berbaring di ranjang yang sama.
Dalam ruangan itu memancarkan suasana kemesraan, dan Clover merasa ada sebuah tangan yang meluncur ke atas dan ke bawah pinggangnya, dia mengerutkan kening, "Devan, apa yang kamu lakukan?"
"menurutmu?" selesai berkata, tatapannya tertegun, membalikkan badan, menekan Clover di bawah tubuh nya.
Tubuh pria akan sangat sensitif di depan wanita yang dia cintai, apalagi pada pria yang belum menyentuh lagi tubuh wanita selama empat tahun.
Pada saat ini, dia tidak bisa di tahan.
Wajah Clover memerah, mengulurkan tangan hendak mendorong Devan, tetapi ketika tersentuh kulitnya yang telanjang di luar, telinganya terasa hangat, dan seluruh tubuhnya mulai terasa panas.....
"kamu..kamu benar-benar tidak pernah menyentuh wanita lain selama empat tahun ini?"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....