Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Mengirim Pesan whatsapp


__ADS_3

Gabriel terlihat jelas terkejut,menarik selimut ke bawah, menonjolkan kepala,wanita itu melihat ibunya,menghela kan nafas panjang berkata, "atas dasar apa aku harus melepaskan dia? sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskan dia, laki-laki itu bukannya ingin main wanita di luar kan? boleh saja, aku akan membiarkannya, setelah dia cukup bermain,laki-laki itu dengan sendirinya akan kembali ke sisi diriku lagi" Gabriel dengan perlahan-lahan berkata,memandang ke depan, ekspresi wajahnya membuat pisau di tangan ibu Gabriel terjatuh ke lantai, mengeluarkan suara 'Ting'


Ibunya Gabriel berjalan mundur dua langkah ke belakang, air matanya berlinang, anak perempuannya seperti ini sekarang, sama persis seperti dirinya 20 tahun yang lalu.


Ibunya Gabriel dulu juga bukannya pernah berpikir seperti ini, tapi? tapi,setelah menunggu bertahun-tahun apa yang dia dapatkan? setelah menunggu satu wanita untuk pergi, datang lagi wanita lain....


"kamu lihat ayah mu itu? pernah sadar kah?" ibunya Gabriel berkata sambil membungkukkan badan memungut pisau buah yang terjatuh di atas lantai,jiwanya kesepian.


"ayah?,mana bisa dia di bandingkan dengan Devan, dalam hal percintaan Devan itu sangat setia" Gabriel secara reflek meninggikan suaranya.


Namun ibunya Gabriel tidak bergerak memandangi Gabriel dengan tajam,berpikir lama sekali, baru lah membuka mulut berkata "sayang,kamu tunggu waktu itu,lebih tidak ada gunanya lagi" setelah mengatakannya,ibunya Gabriel mengambil tasnya di samping, membelokkan badan, berjalan ke arah pintu dan pergi keluar meninggalkan Gabriel.


"ma....apa kamu tidak bisa menemani aku berbincang lebih lama lagi?" Gabriel berusaha mencegah kepergian ibunya itu.

__ADS_1


Ibu Gabriel membalikkan badan, menatap Gabriel lalu berkata "Gabriel,kalau yang bukan milikmu, lepaskan lah! sesuatu yang di dapat dengan menghalalkan segala cara, tidak akan membuat kamu bahagia!"


Karena dirinya merasa, dirinya adalah contoh hidup.


Kali ini,setelah mengatakan itu, ibu Gabriel benar-benar keluar dari kamar pasien tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.


Hanya saja, kata-kata ibunya tidak masuk ke telinga Gabriel,


Dia mengambil handphone dari bawah bantal, berpikir dan berpikir, kemudian mengirim pesan whatsapp ke Devan.


Di sisi lain...


Sherin mengangkat kepala,lalu terlihat lah Devan yang memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya,memandangi dengan seksama wajah Sherin itu,ujung bibirnya tersenyum, dalam matanya terlihat ada kemanjaan yang tak terbatas.

__ADS_1


Kehadiran laki-laki itu,seketika menarik sorotan mata para wanita di sana, dari 3 wanita itu,hanya Debora yang pernah melihat Devan, yang dua lainnya, seharusnya pernah melihat Devan di TV, detik ini malah terkejut melihat pesona Devan.


Dan beberapa pelayanan yang belum keluar sebelumnya,seperti hembusan angin,semua berdiri keluar.


Hanya.....


Dalam mata seorang laki-laki malah menganggap sepertinya tidak ada orang di sekelilingnya,menarik keluar tangan besar yang langsing, mengusap-ngusap sebentar kepala Sherin, membungkukkan badan dan berbisik di telinga Sherin "di banding meminta kamu membelinya,aku lebih menikmati memakainya untuk di perlihatkan ke kamu."


#Maaf,segitu dulu yah,,,


Mendadak merasa tidak enak badan,berpikir untuk menulis pun tidak bisa fokus😞🥺


Jangan lupa like,komen dan vote nya!!

__ADS_1


Terima kasih😁


__ADS_2