Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Sherin Pergi Dengan Cara Yang Berbeda


__ADS_3

Di stasiun kereta, Sherin membuka tas di dalam pelukannya, merapatkan bibir, kepalanya agak menegadah berusaha untuk menahan air mata, tetapi tetap tidak bisa menghentikan air mata yang terus mengalir.


Dia berpikir, dia benar-benar telah jatuh cinta kepada Devan....


Kalau tidak,saat ini dia ingin pergi,dia tidak akan begitu sakit hati.


Hatinya sangat berterima kasih pada Devan, juga tersentuh amat dalam olehnya, karena bagaimana pun, pria yang tampan sungguh banyak, pria kaya juga sangat banyak, tetapi pria yang sangat perhatian,pengertian serta sangat menyayanginya, malah bisa di dambakan, tak dapat di paksakan.


Devan bersedia mengusulkan pembatalan pernikahannya dengan Gabriel demi dirinya, makna di tengah hal ini, Sherin tidak bodoh dia sangat mengerti.


Namun, semakin begitu, dia semakin merasa bersalah.


Keegoisan mereka berdua, akan melukai hati Gabriel...


Kemudian dia menundukkan kepala, melihat dua tiket kereta api yang ada di tangannya, satunya bertujuan ke kota seroja, satunya lagi ke kota Wol.....

__ADS_1


"mama...." suara Simon, saat memutuskan untuk pergi, dia tidak bisa melepaskan Devan, apalagi Simon.Jadi,berpikir dalam waktu lama, dia memutuskan untuk bertemu Simon sebelum pergi meninggalkannya.


"mama, papa sudah sangat menyukaimu, kenapa kamu masih ingin pergi?" kelopak mata Simon terlihat bengkak juga besar.Mata merah, bisa di lihat, dia pastinya menangis amat lama di sepanjang perjalanan datang.


Sherin tidak menceritakan masalah Gabriel kepadanya, Sherin merasa walau Simon pintar, tapi bagaimana pun dia masih terlalu kecil, tidak seharusnya menanggung semua ini.


"Simon, masalah orang dewasa, kamu tidak akan mengerti, aku dan papamu tidak akan bisa bersama lagi"


"Kenapa?"


Sherin tersenyum, menggelengkan kepala, mengelus kepala Simon, kemudian,perlahan-lahan menariknya ke dalam pelukannya, tidak menjawab,juga tidak tahu cara menjelaskannya. Apakah harus mengatakan pada anak ini, bahwa kebahagiaan dirinya dan papanya hanya bisa di bangun di atas penderitaan orang lain?


Sherin merasa hatinya sesak,sakit hingga dia tidak bisa bernafas.


Tidak rela? dia,apakah dia rela? namun, dia tidak punya pilihan lain, meskipun dia bersedia berada di sisi Devan tanpa status apapun.Tapi dalam hatinya, akan terus di salahkan oleh hati nurani seumur hidup. Dia percaya Devan juga demikian, mereka ditakdirkan tidak akan bahagia.

__ADS_1


"mama,apa kamu harus benar-benar pergi tanpa kecuali?"


Sherin mendongak, tidak berani melihatnya, hanya mengangguk.


"mama,kalau kamu pergi,apa masih akan pulang?"


Sherin menggigit bibir bawahnya, kepala tetap terangkat, dia tidak berani berjanji lagi.


Setelah berlalu amat lama, dia berusaha keras mengatur emosinya dengan baik, kemudian berjongkok,bertatapan dengan Simon, "Simon,mama juga tidak rela, tapi,mama akan menikah, jadi mama tidak bisa terus tinggal di kota ini lagi. kamu mengerti kan? setelah mama pergi, Simon harus baik dan patuh, seumur hidup ini,mama tidak akan pernah melupakan Simon. Mama janji!"


Dia terdiam,perlahan-lahan menarik nafas, mengangkat jarinya, membantu Simon menghapus air matanya. "tetapi,mama juga berjanji padamu, mama pasti akan pulang untuk melihat kamu,oke?" tunggu waktu meratakan semuanya, tunggu Gabriel dan Devan sudah menikah, dia mungkin akan pulang lagi.....


Bersambung....


Terimakasih....

__ADS_1


Mohon dukungannya like dan komen...


Maaf baru up lagi, setelah 4 hari liburrr🙏☺


__ADS_2