
Ya,dia adalah Sherin, di seharusnya mengambil kesempatan ini, lagi pula Devan akan bersikap lemah lembut dan perhatian kepadanya....
Tetapi pada saat ini, dia adalah Clover, dia sangat merasa marah, lalu berteriak, "apakah kamu manusia? putriku sekarang sedang demam tinggi..."
Setelah berteriak, dia langsung menyingkirkan tangan Devan, dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumah sakit unit darurat.
Tangan Devan tergantung di udara.Setelah waktu yang cukup lama, dia tidak juga menurunkannya. Dylan melihatnya dan menghampiri nya,kemudian bertanya "dia sepertinya memarahi mu...."
Melihat bayangan yang menghilang di pintu rumah sakit, Devan menatap balik ke Dylan, lalu mengerutkan alisnya. "suaranya....apakah kamu merasa familiar dengan suaranya itu?"
Suara marah wanita tadi dengan suara marah Sherin, benar-benar sangat mirip.
Dylan menepuk punggungnya, "dia sudah tidak ada!"
Kalimat itu,membuat Devan jatuh ke dalam lubang yang terdalam...
....
Setelah dokter memeriksa anak itu, dia memasuki obat di anus Momo dan memberitahu kan Clover dalam bahasa Inggris.
Dalam beberapa tahun terakhir,Clover belajar bahasa Inggris, tidak ada masalah dalam percakapan sehari-hari, tetapi bahasa Inggris kedokteran sangat lah profesional, dia menjadi kacau...
Clover mengerutkan kening, dan berkata dalam bahasa Inggris dengan dokter bahwa bahas inggrisnya kurang mahir, dan memintanya untuk menuliskan nya.
Sikap dokter wanita itu cukup baik, dia mengambil selembar kertas dan menulis beberapa halaman catatan, menyerahkan kepada Clover, dan mengangguk padanya. Lalu menyuruhnya untuk duduk di samping Momo.
__ADS_1
Setelah satu jam kemudian, suhu tubuh Momo sudah menurun dan tidak gemetar lagi.Sambil menunggu dia sudah tertidur. berbaring di samping lengannya dengan tenang.
Clover menghela nafas lega...
Clover memeluk putrinya erat-erat. Menundukkan kepalanya dan menatap wajah mungilnya, alisnya benar-benar mirip dengan Devan. "Momo, pria tadi itu adalah papa kamu, namanya Devan..."
Setelah itu, Clover tersenyum tipis.
Kadang-kadang, Clover juga sangat ingin berterima kasih atas anugerah dari Tuhan, dapat mengirimkan Momo ketika dia kehilangan Devan, setidaknya hidupnya masih memiliki harapan.
Devan....tiba-tiba, dia terpikir sesuatu, menggendong Momo berdiri dan memandang keluar dari jendela, mobil Devan itu masih belum pergi, lampu depan dan belakanganya masih menyala, sangat jelas kalau mereka masih ada di sana.
Terkejut dan terpikir apa yang dia sendiri katakan sebelum naik ke dalam mobil. Dia merasa tidak berdaya, mundur beberapa langkah.
...
" keluar ke arah sana..." ucap orang-orang memberi tahu Dylan. Salah satu dari mereka adalah orang china. Ketika mereka mendengar Dylan bertanya dia menunjuk ke pintu lain.
"di mana orangnya?" melihat Dylan keluar sendirian, Devan pun bertanya.
Dylan memukul stir mobil, dan mobil itu mengeluarkan suara yang sangat keras "kabur...."
Devan berbalik untuk melihat rumah sakit di depannya, dia mengangkat sudut bibirnya, berani bermain main dengannya, hehe... sepertinya keberaniannya cukup besar..
.......
__ADS_1
Clover tidak pernah menyangka, Devan akan menemukan perusahaannya.
Ketika dia tiba di perusahaan di pagi hari, Wuli melihatnya datang dan bergegas menghampirinya,
"direktur Clover, mengapa kamu baru sampai?"
Clover terkejut, ketika melihat ekspresinya yang tidak terlalu baik, dan langsung bertanya, "ada apa dengan kamu? apakah telah terjadi sesuatu?"
Wuli sepuluh tahun lebih tua darinya, dia dulu bekerja di perusahaan yang sama dengan Clover, dia sangat mampu tetapi belum menikah, karena itu, dia memiliki antusiasme yang tinggi untuk pekerjaannya.
Yuta yang sangat berusaha mencari cara untuk membuatnya bekerja di sini.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, dia telah membantunya dalam banyak hal, dan dalam bekerja pun selalu tenang.
Apa yang bisa membuatnya panik? Clover tidak bisa menahan perasaan buruk.
Wuli menjawab dengan menggelengkan kepala, "kamu cepat lah masuk, seseorang mencarimu!"
.
Bersambung...
Mohon dukungannya like dan komen!!!
Terimakasih.....
__ADS_1