Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Pergi Ke Tempat Tantenya Devan


__ADS_3

"Minum dulu, baru makan.Setelah makan,aku akan membawa kamu ke suatu tempat."


"ke mana? tempat apa?"


"makanlah dulu!"


.....


Setelah Sherin selesai menghabiskan sarapannya, kemudian Sherin dan Devan naik ke dalam mobil dan pergi bersama.


Sampailah Sherin di tempat,setelah membaca kata-kata besar yang tertulis 'Sekolah penata rias internasional', Sherin mengerutkan alisnya dan melihat ke Devan dengan wajah tidak mengerti.


"apakah kamu ingin aku sekolah ke sini?"


"Turun dulu!"


Seorang wanita menyambut mereka yang baru berjalan sampai depan pintu. Sherin menutup mulutnya dengan kaget setelah melihat siapa wanita itu, wanita ini adalah...Felice?


"kak Felice?"

__ADS_1


Devan menarik dia, "panggil tante!"


Tatapan Felice jatuh di tangan Sherin dan Devan yang saling berpegangan, Felice merasa kaget "Devan,ini..."


Devan? Tante? Sherin menjadi bingung dan segera melepaskan tangannya dengan Devan. Felice kenal dengan Gabriel, tentu saja dia tahu hubungan antara Gabriel dan Devan. Berpikir sampai di sini, Sherin menundukkan kepalanya karena merasa malu.


"aku bekerja di luar negeri baru-baru ini. Setelah pulang,aku mendengar masalahmu...Sherin, untungnya kamu baik-baik saja." Felice berkata dengan tatapan yang merisau.Hal ini membuat Sherin merasa terharu.


"terima kasih kak Felice"


"panggil Tante!" Devan bersuara lagi.


Melihat interaksi dua orang itu, Felice langsung tertawa dan kemudian mengulurkan tangan kanannya kepada Sherin. "aku akan memperkenalkan diriku, "Nama saya adalah Felice, saya adalah adik kandung dari ibu Devan. Devan memanggil saya tante,berarti kamu...." Felice tertawa seolah-olah mengerti semuanya, "kamu juga harus mengikuti dia memanggil aku tante!"


Adik kandung ibu Devan? tetapi kemarin di perusahaan Simba, dia bereaksi biasa saja terhadap Gabriel...


"kemarin di perusahaan Simba, aku yang meminta Devan untuk diam diam saja"


"tetapi, apakah Gabriel juga tidak mengenali anda?"

__ADS_1


Felice menyuruh mereka berdua duduk di sofa, dan setelah itu ada orang yang membawa beberapa gelas teh kemari. Felice mencicipi tehnya dan melihat ke Devan, "Devan yang menyuruhku untuk tidak memberi tahunya.Alasannya apa, kamu tanya saja kepada dia sendiri!"


Devan tidak berbicara. Sherin merasa sangat kaget, orang di sekelilingnya semuanya adalah orang yang memiliki identitas lain dari yang biasanya di lihat. Tetapi dia sendiri juga begitu...


"Tante, aku ingin membiarkan Sherin belajar di sini untuk beberapa saat." Devan berkata.


"Boleh.Wanita ini sangat berbakat di bidang ini, aku sangat senang jika dia mau"


Sherin melihat ke Devan, sejak kapan Devan membuat keputusan ini untuknya?


"kamu ingin mencari kerja, tetapi kamu harus tahu belajar jika kamu ingin berkembang di bidang ini. Tanteku sangat profesional dalam bidang ini,kamu harus berterima kasih kepada dia jika dia sendiri ingin mengajari kamu" Devan berkata sambil mengelus kepala Sherin.


Wajah Sherin menjadi merah, pria ini benar-benar sangat berani. Di luar pun dia bertindak sesuka hatinya.


Melihat Sherin tidak berbicara, Devan berdiri, "kalau kamu tidak ingin belajar ini, besok pergi bekerja menjadi asisten ku saja!"


Sherin mana mungkin tidak ingin belajar tentang menatap rias. Pada saat bekerja di perusahaan Simba, Sherin sudah tahu kemampuan Felice yang luar biasa. Sherin selalu sangat menyukai Felice. Felice tidak sama dengan para penata rias lain yang terkenal.Dia menata rias ke semua orang karena menata rias adalah hobi Felice sendiri. Sherin merasa wanita ini sangat keren....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2