Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Keberadaan Clover


__ADS_3

Pada 17 November, tanggal kelahiran Clover masih sisa satu hari, bertepatan dengan acara pernikahan Devan pun masih sisa satu hari.


Rumah sakit kandungan dan Ginekologi di kota Ciput.


"Yuta, aku benar-benar sangat minta maaf, aku telah membuat kamu menghabiskan uang lagi" berbaring di atas tempat tidur pasien, Clover melihat fasilitas dan dekor mewah yang ada di kamar pasien, dia tahu pasti semua ini telah menghabiskan banyak uang.


Clover tidak pernah berpikir, dia akan kembali ke kota Ciput lagi.


Saat check-up yang masih berjarak sepuluh hari dari tanggal kelahiran, dia ter-diagnosis hemoglobin nya hanya ada 52 g/L.


Dokter mengatakan karena dia terlalu kurus, menyebabkan anemia parah, sudah timbul gejala-gejala seperti kelelahan, kepanikan dan sesak di dada.


Kota Seroja hanya lah sebuah kota kecil tingkat kabupaten dengan standar medis terbatas.Yuta sangat mengkhawatirkan Clover, tidak peduli dengan penolakannya, dan tetap membawanya ke sini, (kota Ciput).


"sudah,kamu harus tiduran dulu, jangan bicara dulu, sebentar lagi dokter akan datang untuk memberimu pemeriksaan kehamilan!"


Ketika Yuta baru saja berbicara, langsung terdengar suara membuka pintu, ceklek...

__ADS_1


"aku mendengar suara yang sepertinya aku kenal, dan ternyata benar itu kamu..sepupuku" yang tengah masuk ke dalam ruangan adalah Tifa, dia 2 tahun lebih tua dari Yuta, dia belajar tentang penelitian kebidanan dan ginekologi di luar negeri. Meskipun usianya masih muda, tetapi prestasinya sangat banyak,dia adalah otoritas dalam hal ini.


"kakak sepupu, kamu...kamu kapan ada di sini?" sangat terlihat jelas,bahwa kunjungan Tifa yang tiba-tiba ini membuat Yuta sangat terkejut.


Yuta terus memperhatikan pakaian yang di kenakan di tubuh Tifa, lalu mengerutkan kening "kamu....kamu bukannya di luar negeri?"


"rumah sakit mengadakan program 'Bantu negeri' ,beberapa orang telah menghabiskan banyak uang untuk datang ke rumah sakit kami di luar negeri. Jadi membantu dengan mengirim dokter rumah sakit kami ke sini.Aku mau datang ke acara pernikahan kakak ku, sekalian aja datang ke sini"


Setelah Tifa selesai bicara, Yuta mengerutkan kening nya lagi, dan dia secara tidak sadar menatap Clover yang sedang memejamkan mata.


Melihat ekspresi Yuta, Tifa menekan bibirnya, dan menunjuk ke arah di mana pasiennya sedang tidur, "tidak..."


Yuta menggenggam pergelangan tangan Tifa, dan kemudian menyeretnya keluar dari kamar pasien.


"aduh, bisa kah kamu bersikap lembut pada seorang wanita?" Tifa meremas tangannya sendiri dan melototi Yuta.


Memikirkan tentang hal itu, seketika Tifa terbelalak, "wow, sepupu ku... wanita di dalam kamar itu bukan selingkuhan kamu bukan? Amy yang dulu bertemu di luar negeri itu,aku mendengar dari ibuku.Dia bilang kalau kalian itu sudah tunangan. Mengapa bisa, ada seorang wanita... hamil lagi?"

__ADS_1


Dalam menghadapi keraguan Tifa,Yuta benar-benar merasa kesusahan untuk menjawabnya.Jika dia mengatakan tidak, dia takut akan pertanyaan Tifa, tetapi jika dia ingin mengatakan ya, maka sepupunya ini akan membocorkan semuanya.Dan semuanya akan menjadi kacau...


Dan pada akhirnya pula, di perkirakan akan mempengaruhi suasana hati Clover.


Memikirkan hal ini, dia terpaksa harus berbohong, "bukan, ini hanya teman, ini bukan kah takut kalau seluruh keluarga tahu, hanya dia sendirian, tidak berani datang ke rumah sakit dan aku juga tidak bisa melakukan apa-apa...."


Bersambung...


.


.


.


Jangan lupa dukungannya,like dan komen...


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2