
Ketika Gabriel tiba di kamar pasien, dia menemukan bahwa devan yang masih berbaring di ranjang kamar itu, telah menghilang sejak saat itu.
Dia pun berbalik, kemudian berlari ke bawah dan melihat sebuah mobil hitam melewati di depannya.
Terlihat yang duduk di depan mengemudi adalah Devan.
Gabriel sangat panik, hal apa yang bisa membuat Devan, bahkan pada nyawanya pun sudah tidak peduli? kemarin, dokter juga mengatakan kalau dia butuh istirahat, berpikir tentang telepon yang diterima Devan tadi,Gabriel menekan bibirnya, dan langsung melambaikan tangan untuk mencegat taksi lalu naik dan mengikuti mobil Devan.
....
"Dylan, apa kamu yakin kalau tadi dia datang ke rumah sakit?" Devan memegang perutnya karena merasakan sedikit kesakitan, tetapi jika di bandingkan dengan rasa senang di dalam hatinya,ini bukan lah apa-apa.
"iya, aku secara khusus meminta seorang perawat di sana untuk membantu memperhatikan, tetapi, Devan, kamu sedang di mana? mengapa di tempat sekitarmu sangat hening, kamu.....kamu tidak akan pergi menemuinya kan? wew, apa kamu sudah gila? apakah kamu masih ingin nyawamu? jika kamu pergi mencarinya, itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, hei....hei..." melihat telpon yang di gantung, Dylan memegang dahi dan sangat panik...
Dia mengatakan yang sebenarnya kepada Devan, hanya berharap agar Devan bisa merasa tenang untuk pemulihan penyakitnya. Dan tetapi hasilnya, dia malah....
...
Di sini, Clover sedang menidurkan Momo, dengan mudah tertidur, kemudian Clover melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, banyak kejadian di siang hari, dia pun merasa sangat lelah, jadi,kali ini, meskipun suasana hatinya masih kacau, tetapi tidak bisa di bandingkan dengan rasa kantuknya, ketika dia baru saja tidur, ponselnya yang di simpan di sebelah tempat tidur tiba-tiba berdering.
Dia mengerutkan keningnya, mengulurkan tangan dan mengambil nya, tanpa melihat dulu siapa yang menelponnya, dia langsung saja mengangkat telponnya, "hei..."
__ADS_1
"buka pintunya, aku ada di depan pintu!" suara di dalam telpon ternyata suara Devan. Clover tentu saja terkejut, dia bilang dia ada di depan pintu sekarang? kantuknya langsung hilang seketika, bangkit duduk dan berpikir, lalu *******-***** rambutnya.
"Devan apa kamu sudah gila? sekarang ini masih tengah malam?" Clover awalnya ingin bertanya kepada Devan, bukan kah sedang di rawat di rumah sakit? bagaimana bisa keluar dari sana? tapi ketika kata-katanya sudah di ujung bibir, kata-katanya itu malah berubah.
"buka pintunya! kalau tidak, aku akan menyuruh orang datang untuk membongkar pintunya." suaranya itu sangat tenang, tetapi Clover percaya kalau Devan pasti bisa melakukan ini, dan Clover juga mengkhawatirkan kesehatan tubuhnya.
Hanya bisa menuruti...
Takut membangunkan Momo, dia berjalan dengan pelan tidak ada suara.
Ketika pintu sudah terbuka, dia melihat Devan yang masih mengenakan baju pasien rumah sakit, dan berdiri di depan pintu, di cuaca seperti ini? sangat dingin? Clover ingin sekali memarahinya dan mengatakan kalau dia dia itu bodoh, tetapi dia malah membuka mulutnya dan mengedipkan matanya "ada apa mencari ku?" sangat dingin, tanpa perasaan sedikit pun.
Clover dengan dingin menjawabnya, "aku datang ke rumah sakit, tapi bukan untuk menjenguk kamu..."
"kamu mengkhawatirkan aku? jadi, datang ke rumah sakit untuk melihatku kan?" tenggorokan Devan bergulir dan seperti ada harapan di matanya.
Alis Clover resah dan kaku, "aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, kalau tidak ada masalah lain lagi, sebaiknya kamu pergi saja, aku ingin tidur!" setelah itu, dia ingin menutup pintu.
Devan merasa sangat gelisah, empat tahun ini dia merindukannya hingga seperti orang gila, tetapi pada saat ini, Jelas-jelas Sherin sudah ada di hadapannya, tetapi dia merasa tidak bisa mendapatkannya dan tidak bisa menyentuhnya.
Perasaan ini telah membuatnya marah, takut dan gelisah.
__ADS_1
Tiba-tiba tangan besarnya menggenggam lengan Clover, lalu menariknya ke dalam pelukan, berbalik dan langsung mencium bibirnya, tidak ada kelembutan juga tidak berperasaan.
....
Dan di dalam taksi yang tidak jauh dari mereka, Gabriel menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut, wanita itu? bukan kah dia ibu kandung Simon? tapi....hubungan dia dan Devan, apa yang terjadi?
.
.
Bersambung....
.
.
Mohon dukungannya like dan komen..
Terimakasih....
Love you all..
__ADS_1