
Hanya saja saat ini, tidak tahu siapa, ada orang yang berbicara dari tengah-tengah kerumunan.
"Anda jangan berbohong lagi, Ningga group baru saja secara resmi mengumumkan hasil tes DNA direktur Clover dan putra tuan Devan yaitu Simon. hasil tes DNA mengatakan kalau hubungan mereka ibu dan anak, itu sudah membuktikan kalau Tuan Devan dan direktur Clover sudah mengenal sejak dahulu"
"benar sekali, orang seperti direktur Clover, jika Tuan Devan tidak menyukainya, bagaimana mungkin dia memintanya untuk melahirkan anaknya? Nona Gabriel, bagaimana anda akan menjelaskan tentang hal ini? jangan-jangan foto yang ada di tangan ada adalah foto palsu? wanita di foto itu kelihatannya sangat biasa, bagaimana mungkin Tuan Devan bisa menyukainya?"
Begitu mereka berdua selesai bicara, selanjutnya timbul pendapat yang berbeda-beda.
Situasi Gabriel saat ini menjadi semakin terlihat memalukan.
Sedangkan dia malah sedang memikirkan persoalan hasil tes DNA itu, dia sudah pernah bertanya kepada Clover dan juga Devan tentang hal ini, saat itu mereka berdua menyangkalnya, bagaimana mungkin?
Tiba-tiba dia membuka lebar kedua matanya, kelihatannya mereka berdua bekerja sama untuk mempermainkan dirinya, begitu dia memikirkan tentang hal ini, dia mengeluarkan ponselnya dengan tangannya yang gemetar, lalu menghubungi Devan, dia ingin bertanya bagaimana bisa Devan melakukan hal ini kepadanya.
Hanya saja setelah terdengar bunyi nada sambung beberapa kali, telponnya langsung dimatikan.
.......
Clover duduk di samping Devan, ponselnya diletakkan di atas sandaran sofa, jadi Clover dapat mendengar dengan jelas suara getaran ponsel Devan.
Dia mengambil dan melihatnya, Gabriel?
Dia tidak mengatakan apapun, hanya meletakkan kembali ponselnya ke tempat semula.
"situasi seperti ini akan bertahan sampai kapan?" Clover mengambil sepotong pisang lalu mengupasnya dan memberikannya kepada Devan.
Saat ini Momo sudah tidak duduk di pangkuan Devan lagi, bibi Su membawa mereka berdua pergi berenang di depan.
Jadi, di ruang tamu hanya tersisa Clover dan Devan. Tangan Devan yang besar menarik Clover ke sampingnya, setelah itu Devan berkata, "besok!"
"apakah akan berpengaruh terhadap Ningga group?" ini adalah hal yang dikhawatirkan Clover, dia melihat berita-berita kalau perusahaan besar bisa sangat tiba-tiba sahamnya menjadi berantakan, karena beberapa berita mengenai orang-orang yang berkuasa di dalam perusahaannya.
Devan menelan ludahnya, lalu memegang dagu Clover yang indah, suaranya sangat lembut, "ini adalah keuntungan bagi diriku dan bagi dirimu, yang tidak di untungkan hanyalah dia"
__ADS_1
Clover mengangguk, lalu mengambil beberapa buah anggur dari atas meja, bibirnya tersenyum samar, suasana hatinya lumayan baik.
"aku kelak jangan sampai membuatmu tersinggung, jika tidak, bisa dipastikan aku akan mati, bahkan sampai habis tak tersisa"
Mata Devan menggelap, dia menatap Clover dengan intens, lalu berkata kepadanya kata demi kata secara perlahan, "kamu hanya akan dimakan sampai habis tak tersisa olehku, untuk mati, jangan pernah memikirkannya!"
Clover menarik napas, dia berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Devan.
Seharian ini Devan tidak pergi kemana pun, dia hanya menemani mereka ibu dan anak bertiga di rumah seharian, suasana hati mereka semua bukan saja tidak terpengaruh oleh hal ini, malah tingkat kebahagiaan mereka jadi meningkat karena hal ini.
Tetapi di pihak Gabriel, dia sudah menghancurkan semua barang yang bisa di hancurkan di kediaman Devan. Dia terlihat seperti orang gila, karena sudah mendapat instruksi dari Devan, semua orang yang berada di kediaman Devan memilih untuk mengabaikannya.
Jadi, dari awal sampai akhir, Gabriel hanya berakting seorang diri.
.....
Keesokan harinya, hal yang pertama kali di lakukan oleh Clover saat membuka matanya adalah menonton berita, lalu dia menyadari kalau berita yang kemarin masih bagaikan kepingan salju itu, pagi ini sudah menghilang tanpa jejak, yang tertinggal hanya beberapa berita positif mengenai dirinya dan CX. Seperti serangan baliknya, berita mengenai kerja sama dirinya dengan beberapa perusahaan....
Dia juga menyadari direktur Wang dan juga beberapa perusahaan lainnya menunjukkan beberapa kontrak yang diberikannya kepada mereka untuk dibandingkan. semuanya tidak ada yang tidak memuji integritasnya.
Wuli mengirimkannya banyak WeChat, dia bilang pagi pagi buta sudah banyak orang yang menelponnya dan meminta untuk bekerja sama dengan perusahaanya.
Sedangkan Clover juga sudah benar-benar lepas dari tudingan sebagai pelakor, meskipun dia tidak menikah secara resmi dengan Devan, semua orang bahkan menyebutnya sebagai pihak yang lemah. Ada yang bilang, dia demi cinta, demi anaknya, memilih mengikuti Devan tanpa status apapun.
Sebaliknya dengan Gabriel, tidak tahu siapa yang menyebarkan beberapa masa lalu permainan kotor perusahaan Simbanya yang mengejutkan, pelecehan seksual, ancaman, menggunakan nama suaminya Devan sebagai senjata untuk menipu dan mengancam.
Inilah yang dinamakan sudah jatuh tertimpa tangga, saat semua orang melihat sikap Devan yang tidak peduli kepada Gabriel, tahu kalau Gabriel sudah kehilangan kekuasaannya, Orang-orang yang dahulu pernah ditindasnya, orang-orang yang pernah dirugikan olehnya, satu persatu muncul untuk mengekspos segala kejahatan yang pernah dilakukan Gabriel.
Segala prilakunya membuat Clover tertegun.
Selanjutnya ada banyak orang di sosial media yang mulai mendesak Devan untuk segera bercerai dengan Gabriel lalu memberikan keadilan kepada Clover, memberikan kepadanya sebuah status.
Semakin melihatnya, Clover semakin merasakan salut kepada pria di sisinya itu.
__ADS_1
Mereka hampir tidak melakukan apapun, hanya membawa Simon jalan-jalan, lalu hal ini dalam seketika benar-benar berubah secara drastis.
Dia teringat waktu itu demi ambisi pribadinya, Gabriel membuat dirinya mengandung Simon.
Pasti dia tidak pernah mengira sama sekali kalau dia bisa berhasil karena Simon, dia kalah juga oleh karena Simon.
Awalnya dia ingin membalas Gabriel setahap demi setahap, membuat bisnis dan rumah tangganya berantakan, tetapi dalam proses menghancurkan Gabriel, dirinya dan Devan bersama, tidak dapat dihindari akan menjadi buah bibir orang-orang, dia pun akan di cap sebagai pelakor.
Tetapi Devan malah dalam seketika membantunya menyelesaikan semuanya.
Dia melihat ponselnya dengan penuh konsentrasi, wajahnya penuh dengan senyuman, dia sama sekali tidak memperhatikan kalau ada seseorang yang juga sudah bangun dan terus menatapnya.
Sampai ponsel di tangannya diambil oleh seseorang dan pinggangnya terasa hangat, barulah dia menyadarinya.
"menurutmu jika tidak ada Simon, apakah kita berdua mungkin tidak akan saling mengenal? kalau begitu, bukankah aku harus berterima kasih kepada Gabriel?"
"kamu ingin berterima kasih bagaimana kepadanya?" suara pria itu terdengar sedikit serak.
"mengembalikanmu kepadanya?"
"minta diberi pelajaran ya?!" suara pria itu sangat tenang, tetapi gerakannya sangat tangkas, dia langsung membalikkan tubuhnya dan menekan tubuh Clover.
Clover mendorongnya, "tidak bisa, sebentar lagi aku masih harus pergi bertemu Wuli untuk membahas mengenai renovasi, kamu bangunlah!"
"setelah ini baru pergi"
"tidak bisa....Devan, hentikan tanganmu...."
.
.
.
__ADS_1
Mana like dan komennya???🤗😃