
Rumah Sherin yang biasanya sepi pun menjadi terang dan bersuara sekarang. Simon sedang bermain permainan yang dia suka di depan TV dan mbok Lili sedang sibuk di dalam dapur, kata 'keluarga' muncul di benak Sherin.
"mengapa kamu berdiri di sini?" ucap Devan yang melihat Sherin melamun di depan pintu.Dia meletakkan sandal ganti di depan Sherin dan kemudian dia berjongkok untuk melepaskan tali sepatu Sherin.
Mbok Lili melihat adegan itu ketika dia meletakkan lauk di atas meja,kemudian dia buru-buru mendekati mereka, "Tuan, anda...."
Dylan yang berdiri di luar pintu sempat kaget.
Apakah ini Devan yang dia kenal?
Devan melepaskan tali sepatu seorang wanita?...
Sherin tidak mengerti dengan reaksi mereka, kemudian dia menundukkan kepalanya, dia baru sadar kedua tali sepatunya sudah di lepaskan oleh Devan.
Devan menepuk kaki Sherin dan berkata, "lepaskan sepatumu dan pakai lah sandal ini.Lain kali, jangan sering-sering memakai sepatu hak tinggi!" setelah itu,Sherin tetap tidak bergerak.
Devan berkata lagi, "apa kamu tidak merasa lapar, cepat lah cuci tangan dan kita akan makan malam bersama..." setelah itu, Devan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Sherin melihat keterkejutan di wajah mbok Lili, dia menundukkan kepalanya dan melihat sandal yang dia pakai. Sherin berbohong jika dia berkata dia tidak merasa terharu dengan perlakuan manis Devan.
Devan adalah pria yang kaya, tetapi rasa haru yang Devan bawa kepada Sherin selalu tidak berhubungan dengan uang.Jika Devan menggunakan uang untuk menyayanginya, Sherin mungkin hanya akan merasa terharu saja,tidak akan sampai merasa jatuh cinta.Tetapi,Devan tidak pernah melakukan hal seperti itu,sehingga bisa membuat Sherin semakin terharu dan juga jatuh cinta padanya.
Di dunia ini, uang bisa membeli segalanya, tetapi yang memang benar-benar bisa membuat wanita jatuh cinta bukan hanya uang....
Di pintu kamar mandi, Devan sedang mengeringkan tangannya.Melihat Sherin yang berjalan menuju ke arahnya, Devan mengulurkan tangannya dan melingkar di pinggang Sherin.
Hati Devan merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, rasa itu terasa bahagia dan terisi.Perasaan ini tidak bisa di beli dengan uang seberapa banyak pun.
"Sherin,nanti kita akan memiliki keluarga seperti ini" ucap Devan di samping telinga Sherin.
Sherin menundukkan kepalanya dan dengan serius mencuci tangannya,tetapi senyuman di wajahnya tetap ada.
Di meja makan....
"Simon,makan dulu, setelah itu, baru main HP!" pada saat makan, Sherin berkata kepada Simon yang terus menatap ke layar ponselnya.
__ADS_1
"pa, kamu lihat.Ini adalah vidio yang seseorang telah mengirimnya kepadaku tadi. Katanya, wanita di dalam vidio ini wajahnya sangat mirip dengan aku!"
Setelah berkata, Simon meletakkan garpunya dan meletakkan ponselnya ke tengah meja yang kosong. "papa,mama, kalian cepat kah lihat ini! benar-benar sangat mirip kan?"
Sherin mengerutkan alisnya, lalu melirik ke ponsel Simon, Sherin melihat photo itu yang terdapat dirinya bersama dengan Yuta.
Tatapan Devan menjadi tenggelam.
Dia melihat ke ponsel Simon, orang yang mengirim vidio itu baru menambah Simon sebagai teman beberapa menit yang lalu. Setelah itu, orang tersebut baru memasang vidio itu.Terlihat jelas, orang itu sengaja agar Simon bisa melihat vidio ini.
Devan meletakkan kembali ponsel Simon ke meja dan melihat ke Sherin......
Dylan meletakkan mangkuk dan sumpitnya,lalu berkata "aku harus pergi untuk mengurus beberapa masalah.Kalian makan dulu" setelah itu Dylan segera meninggalkan rumah Sherin.
Terimakasih....
Maaf hari ini baru up,,,
__ADS_1
Mohon dukungannya like dan komen...