
"Aku dengar Yuta bilang,kamu sedang mengikuti kontes super model? jika aku mengetahuinya, aku akan mengajak kamu di lain waktu saja"
"tidak, kontes super model di banding dengan ajakan kencan dari kamu? di aku, Mohan, hal tentang kamu, adakah hal terpenting...."
Ya, pria di hadapannya ini adalah Mohan, dia dengan anaknya Momo, memiliki satu awal kata yang sama.Jadi, saat pertama kali bertemu, pria ini mengatakan bahwa dia dan Clover ditakdirkan berjodoh, Clover tertawa...harusnya dia berjodoh dengan Momo.
Clover menyeringai, lalu tersenyum tipis, "kita pesan makan? ingin makan apa?" ketulusan pria ini membuat Clover merasa sungkan.
Saat tengah makan, Clover baru tersadar, pria di hadapannya ini sangat lucu, mungkin karena dia adalah seorang aktor, dia bisa menggunakan beraneka macam ekspresi dan bahasa untuk menghibur dirinya.
Clover adalah orang yang cerewet kalau di depan orang yang dia kenal, tapi di depan orang asing dia tidak tahu harus bagaimana, tidak bisa mencari topik pembicaraan, jadi yang awalnya dia takut suasananya akan sangat canggung, saat ini dia merasa lega.
Kesan dia terhadap pria di hadapannya juga berubah.
"ayo kita pergi, Mo besar antar kamu pulang untuk melihat Mo kecil..." melihat dia sedang melihat waktu, Mohan berkata.
"maaf, merepotkan kamu" Clover berdiri, mengambil tasnya, tapi Mohan langsung merebutnya dan membawakannya, "biar aku saja.."
Kemudian dengan sangat sopan dia mundur ke samping, artinya Nona Clover silahkan jalan duluan....
Karena suasana hatinya sedang tidak terlalu baik, jadi tadi saat makan...clover yang jarang bisa minum anggur merah, dia juga tidak mahir dalam minum minuman beralkohol, satu gelas saja sudah bisa mabuk...
Jadi, saat ini dia sudah mulai merasa mabuk, kepalanya terasa sedikit pusing, langkah kakinya pun juga tidak stabil.
__ADS_1
Melihat kondisi seperti ini,Mohan segera mengulurkan tangannya, merangkul bahu Clover, dengan sopan dia memeluk, tidak ada maksud lain....
Arah yang mereka tuju, berpapasan dengan Devan, Dylan melihat tingkah laku dua orang tersebut, dia langsung melihat pria yang di hadapannya, di dalam hatinya merasa marah terhadap wanita ini, beberapa tahun terakhir ini, kehidupan Devan selama ini seperti apa, dia sangat mengerti.
Devan terhadap wanita ini, dia benar-benar mencintainya, sehingga tidak pernah menyentuh wanita lain, juga tidak pernah memberi kesempatan kepada wanita lain untuk menyentuhnya. Tetapi dia?
Devan tidak percaya dia pada saat itu, Clover sama sekali tidak ada perasaan padanya, tetapi saat ini di dalam hatinya sedikit ragu.
Devan melihat bayangan mereka mendekati dirinya, dia mengerutkan alis, meregangkan dadanya, rokok yang di jepit antara kedua jarinya pun, karena waktunya terlalu lama sehingga tidak tersisa api pada rokok, abu rokok jatuh ke tangannya tapi dia tidak sadar.
Mereka berbelok ke kanan, dari tempat duduk Devan dan Dylan,melewati jalan keluar....
"Sherin...."
Kemudian menarik nafas panjang, menghela nafas, memejamkan mata, lalu kembali membuka matanya, dia melihat Mohan dan berkata, "temani aku menyapa, boleh?".....
.
.
Bersambung....
.
__ADS_1
.
Mohon dukungannya like dan komen....
Maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti🙏
Apalagi sekarang lagi buru-buru, soalnya abis nganter ponakan sekolah, jadi sambil nge-wifi🤣🤣🤭
Terimakasih....
😍😍😍
.
Interaksi pembaca,
Terimakasih....Amiin Amiin Amiiin🤲☺
Semoga para pembaca juga dimurahkan dan melimpah rizkinya, biar bisa ngasih tips ke Mpu. heee.......ups🤭🤣
Dan sehat selalu biar terus bisa kasih dukungan pada karya Mpu....😃
__ADS_1