Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Ayah Gabriel Yang Tidak Asing


__ADS_3

 


Setelah mendengar kata\-kata Devan, ayah Gabriel mundur beberapa langkah, dia menggelengkan kepalanya dan berkata "aku akan ikut kamu ke rumah sakit!"


 


Sebelum keluar dari rumah, ayah Gabriel seperti mengingat sesuatu, lalu berpesan kepada pelayan yang berdiri di sisi pintu, "nanti kalau Gabriel sudah bangun, kamu minta dia untuk menelpon saya!"


"paman, tante di bawa ke kantor polisi," Devan mengira, ayah Gabriel tidak mendengar kata-katanya, jadi dia mengulangi lagi. Ekspresi wajah ayah Gabriel terlihat jelas menjadi kaku.


"pergi ke rumah sakit dulu saja"


Setelah berkata,ayah Gabriel berjalan keluar tanpa melihat ke belakang.


Pada saat Devan dan ayah Gabriel tiba di rumah sakit, mereka melihat Sherin dan Yuta yang tengah duduk di kursi depan ruang operasi.


Ayah Gabriel merasa pernah berjumpa dengan Yuta di acara tunangan Devan dan putrinya,Gabriel. Dia mengira Devan yang menyuruh Yuta untuk datang, dia pun mengangguk kepadanya.


Tatapan ayah Gabriel tertuju pada Sherin yang terluka itu,


"Nona ini adalah...."


"Dia...." Yuta ingin menjelaskan.

__ADS_1


"Dia adalah karyawan perusahaan Gabriel. Dia datang kemari untuk membantu kami!"


"oh, kalau begitu Terima kasih" Ayah Gabriel berkata setelah melirik wajah Sherin beberapa saat.


Sherin memandang sebuah senyuman yang sedikit terpaksa. Tidak tahu kenapa, apa karena dia terlalu merasakan lelah hari ini sampai dia berimajinasi.


Sherin merasa kalau ayah Gabriel tidak asing.Seolah-olah Sherin pernah bertemu dengannya, tetapi Sherin tidak bisa mengingat di mana dia pernah bertemu dengan ayahnya Gabriel.


Ingatan di dalam otaknya sedikit kabur..


Tetapi, Sherin bisa dengan jelas mengingat kalau dia tidak pernah berinteraksi dengan ayah Gabriel...


"kamu pergi lah, obati luka kamu dulu!" Devan tiba-tiba bersuara.


Sherin mengeluarkan tisu dari dalam tasnya dan mencoba untuk membersihkan darah di lukanya,tetapi darahnya malah semakin banyak.Jelas, luka Sherin masih belum kering.


"Sherin,aku temani kamu pergi berobat dulu.Proses operasi juga membutuhkan waktu yang lama" Yuta berkata.


Sherin menggelengkan kepalanya, "tidak perlu. Darahnya akan berhenti mengalir setelah aku menekan lukanya pakai tisu" Sherin menjawab sambil menekan lukanya pakai tisu dengan wajah yang tidak berekspresi.


Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ketidak pedulian Sherin terhadap dirinya sendiri membuat dua pria di depannya mengerutkan alisnya.


Tiba-tiba ponsel ayah Gabriel berdering.Tatapan semua orang tertuju kepadanya.

__ADS_1


"Halo, Gabriel. Kamu sudah bangun...Iya,ayah berada di rumah sakit sekarang...apa yang kamu katakan?" ayah Gabriel tiba-tiba bangkit dari tempat duduk nya.


Tidak tahu apa yang di katakan Gabriel membuat ayah Gabriel meninggikan nada suaranya.


"kamu bilang ibumu yang mendorong Gary?" tangan ayah Gabriel jelas terlihat menjadi bergetar.


"tidak mungkin.Ayah mengenal ibumu, dia tidak mungkin melakukan itu, dan tidak memiliki alasan untuk melakukan hal itu juga"


Ibunya Gabriel mendorong Gary ke bawah tebing? seorang ibu ingin membunuh anaknya sendiri? tidak mungkin...


Meskipun Sherin tidak mengenal ibunya Gabriel, tetapi sama-sama sebagai seorang ibu, Sherin merasa ibunya Gabriel tidak akan melakukan hal seperti itu.


"apa yang sedang kamu katakan? jika kamu sembarangan bicara lagi, kamu jangan pernah memanggil aku ayah lagi!" setelah mengatakan itu,Ayah Gabriel mematikan telponnya.


Setelah itu, kedua tangan ayah Gabriel di dinding dan kepalanya juga menyandar ke dinding, ayah Gabriel terlihat sangat sakit hati.


Terima kasih.


Mohon dukungannya like dan komen.


Love you all....


Merdeka 💪

__ADS_1


__ADS_2