
Clover menggelengkan kepalanya, "aku tidak tahu bagaimana menjelaskan ini kepadamu, aku tidak berbohong kepada Devan, tetapi pada saat itu ada seseorang yang mati menggantikan aku," meskipun sudah lewat beberapa tahun, tapi setiap kali berbicara tentang ini, Clover tidak berdaya dan selalu merasa ketakutan.
Ketika Felice mendengarnya, dia juga tidak berdaya dan memegang kedua tangan Clover dan terlihat sedikit mendesak, "seseorang mari untukmu? itu berarti orang mati yang di lihat Devan itu bukan kamu?"
Clover mengangguk dan menatap Felice, lalu berkata lagi, "tante, wanita yang meninggal itu, persis sekali dengan penampilan wajahku yang sebelumnya"
Ekspresi Felice menjadi suram, masalah ini, benar-benar tidak biasa.
"jadi? masalahnya sekarang adalah bahwa kalian berdua masih saling mencintai, tapi karena Gabriel mengalami kecelakaan mobil, dia tidak bisa melahirkan, jadi kamu harus menyerahkan Devan kepadanya dan meninggalkan Devan? dan kemudian ada seseorang yang mati untukmu, dan kamu tidak menjelaskan kepada Devan kalau orang itu bukan kamu? dan kamu seorang diri pergi ke luar negeri, benar?" tidak seperti kepolosan Helena, meskipun Felice jauh lebih muda, sangat jelas terlihat bahwa tata bicaranya sangat dewasa dan masuk akal.
Clover mengangguk tetapi juga menggelengkan kepalanya, "bukan aku tidak menginginkan Devan, tetapi aku merasa sudah tidak layak bersama dengannya lagi, nona Gabriel sangat baik terhadapnya, sekarang ini, karena hubungan kita dulu, dia tidak lagi bisa melahirkan, dalam kondisi seperti ini jika aku dan Devan bersama lagi, kami seumur hidup akan merasa tidak tenang, maka....melepaskannya mungkin jalan yang terbaik, orang itu mati untukku, aku juga berpikir, lebih baik tinggalkan Devan sekarang daripada semakin lama maka akan semakin sulit, jadi, aku tidak menjelaskannya kepada Devan, aku....."
"aiyoooo, Clover, Gabriel itu memang sudah tidak bisa mengandung sejak awal, dulu dia tahu kalau dia mandul, maka dia menyuruh kamu membantu nya melahirkan Simon, penyebabnya bukan karena kecelakaan mobil." Helena yang mendengar ini,dia tidak bisa menahan diri lagi,setelah mendengar analisis Felice dan pernyataan Clover, dia tidak sadar dan dia pun mengatakannya.
Clover memegang cangkir di tangannya, mendengar Helena berkata begitu, tangannya gemetar, air di dalam cangkir itu benar-benar terciprat, terciprat ka badan, celananya, air merembes ke permukaan kulit, awalnya terasa panas, panas, lalu dingin, dingin, tapi dia seperti tidak merasakan apa-apa, perlahan-lahan menoleh, menatap Helena, "tante....apa....apa yang kamu katakan?"
Felice bangkit dan mengambil beberapa helai tisu dan menyeka air di badan Clover. "jadi, jika kalian memiliki masalah, kenapa tidak pergi menyelesaikan nya terlebih dahulu? melainkan tiba-tiba putus tanpa alasan? untungnya hari ini bisa bertemu, jika tidak kalian berdua pasti akan hidup menderita seperti ini selamanya? terus Simon juga tidak bisa lagi bertemu dengan ibunya lagi di kehidupan ini?"
__ADS_1
Berbicara tentang hal ini, Felice juga sangat merasa bersalah, kemarin pada saat Devan menikah, dia mendengar bahwa Sherin sudah meninggal, dan menyembunyikan kalau dia adalah ibu kandung Simon, Felice takut setelah mengetahui kebenaran, Devan akan merasa tidak senang, dan Simon juga akan merasa putus asa.
Dia tidak menyangka ada kesalahpahaman yang sangat besar di antara keduanya.
Clover menekan bibirnya, terdiam sejenak,matanya memerah, bahunya gemetaran, tangannya mengepal erat sampai uratnya muncul.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, hanya dia yang tahu apa yang telah di alami Devan, apa yang di alami Simon, dia bisa bayangkan, penyiksaan dan rasa sakit hatinya,pasti tidak beda jauh di antara mereka.
Adegan itu seperti sebuah film, dan itu muncul di depan matanya....
Pada akhirnya, itu semua hanya sebuah kebohongan.
Tidak ada aliran darah di wajahnya, dan matanya berangsur-angsur menjadi keruh.....
.
Bersambung....
__ADS_1
.
.
.
Terimakasih....
Mohon dukungannya like dan komen.
.
Mohon maaf bila bahasa dan tulisannya kurang di mengerti🙏
Love you all
❤❤❤❤❤
__ADS_1