Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

Di satu sisi dia bercanda dengan Amy, dan di sisi lainnya dia sudah berdiri di depan tempat tidur Clover.


Ketika dia mengulurkan tangan, ada seseorang yang memberinya hasil ultrasonografi, dan melihat ke belakang, matanya tertuju ke wajah Clover. Tifa sadar, bahwa sejak dia muncul, wanita itu terus menatapnya dan tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.


Rasanya Tifa tidak bisa menahan untuk tertawa, "apakah ada sesuatu yang aneh di wajahku?" suaranya sangat mirip dengan suara Devan, senyumnya, jika di perhatikan baik-baik, wajahnya juga terlihat sangat mirip dengan Devan.


Clover terus menatapnya, dan dalam tatapannya wajah di depannya perlahan berubah menjadi wajah Devan.matanya memerah, dan air mata mulai mengalir.


Setelah memutuskan untuk mepertahankan anak ini,dia memaksa dirinya untuk tidak berpikir tentang Devan, karena hatinya akan merasa sakit dan dia akan menangis dengan sendirinya.Dia takut akan mempengaruhi pada pertumbuhan bayinya, dia selalu menahan diri untuk tidak memikirkannya....


Setelah waktu yang cukup lama,saking lamanya sampai dia berpikir bahwa dia bisa menggunakan waktu untuk perlahan-lahan melupakannya.


Tetapi pada saat ini, ada sedikit penghinaan pada dirinya sendiri, ternyata beberapa perasaan cinta telah terukir di dalam hatinya.


Pada saat ini, dia juga tahu bahwa pikiran itu hanya di tekan, tetapi setalah lama di tekan, jika dia tidak bisa terkendali dan hal itu terjadi, maka akan sangat sulit untuk menyelesaikannya.


Dia sangat merasa rindu pada Devan...


Sekarang pun sangat rindu tak terkendali...

__ADS_1


"ada apa?" melihat Clover tiba-tiba meneteskan air mata,Tifa sedikit kaget.


Penampilan wanita ini sangat terlihat indah, meskipun dia hamil ,itu masih tetap tidak mempengaruhi pada kecantikannya. Alami dan kecantikannya ini tidak ada bandingannya...ucap Tifa dalam hati.


Ketika Yuta melihatnya, dia dengan cepat menghampirinya dan menyerahkan beberapa lembar tisu kepada Clover, dia menatap Tifa dan berkata, "kalian sekaligus datang dengan begitu banyak dokter, makanya dia ketakutan..."


Setalah itu, dia dengan sengaja berkata kepada Clover, "jangan takut,mereka hanya ingin melakukan pemeriksaan rutin, santai saja!"


Clover menyadari kehilangan pengendalian dirinya, kemudian dia menatap Tifa dan tersenyum tipis dengannya, "maaf, aku....aku tadi hanya panik!"


Senyumnya sangat indah, dan keindahan ini membuat Tifa terganggu sesaat.


"tidak masalah..." Tifa juga membalasnya dengan senyuman.


Kemudian, Tifa dengan hati-hati melakukan pemeriksaan ultrasonografi, dan menyentuh perut Clover sebentar, lalu menanyakan kepada Clover tentang beberapa kondisi fisiknya, sebelum dia berbalik dan pergi keluar...


karena tengah melakukan pemeriksaan, pria di larang melihat, jadi Yuta menunggu di luar.


Pada saat melihat Tifa keluar, Yuta buru-buru menyapanya dengan gugup,

__ADS_1


"bagaimana kak Tif?"


Kegugupannya membuat Tifa tidak bisa menahan untuk melihat kembali ke kamar pasien dan bertanya,


"itu benar bukan anak kamu?"


Yuta mengerutkan keningnya,menggelengkan kepala, dan kemudian dengan cemas bertanya lagi, " kak Tif, bahkan jika itu bukan anakku, tetapi wanita dan anak dalam kandungannya itu sangat penting bagiku.Kamu cepat lah beritahu aku,bagaimana keadaanya tadi?"


Tifa terdiam sesaat, mendongak, dan menatap Yuta dengan serius, "kondisi bayinya saat ini terlihat sangat bagus, tetapi...kondisi ibunya tidak terlalu baik.Menderita anemia yang sangat serius, meskipun baru-baru ini sering melakukan infus darah, tetapi efeknya tidak signifikan, aku akan memberinya oksitosin besok, jika dia terus seperti ini, maka saat melahirkan nanti akan sangat mudah mengalami pendarahan hebat, dan pada saat itu juga,ibu dan bayinya akan dalam bahaya. Yuta,kamu sebaiknya beri tahu kepada ayah dari anak itu!"


.


Bersambung...


.


.


Jangan lupa like dan komennya!

__ADS_1


Terimakasih...😊


__ADS_2