Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Devan Berbicara Dengan Ayahnya


__ADS_3

Tangan Devan yang ada di belakangnya tergantung di udara, dia mengerutkan alisnya dengan sangat dalam, setelah berlalu cukup lama, baru lah dia menurunkan tangannya.


Saat dia melahirkan anak dia hampir mati? demi untuk membesarkan anak, dia bekerja dengan sangat keras? dalam beberapa tahun ini,sudah berapa banyak penderitaan yang dia terima?


Setelah makan malam, ayah Devan memanggil Devan ke ruang baca.


Tidak lama setelah itu, terdengar suara pecahan barang dari dalamnya


"masalah ini, anggap saja karena dia pernah menyelamatkan nyawamu, jadi kamu jangan menyelidikinya lagi!" setelah itu, ayah Devan menarik nafas dalam dalam.


Melihat pria di depannya yang sudah berumur lebih dari setengah abad ini berbicara dengan begitu mudahnya, tatapan Devan terlihat dingin, "apa di mata papa, masalah ini adalah masalah kecil?" tanya Devan.Dia memegang dahinya, jika pria yang berdiri di hadapannya ini bukan lah ayahnya, dia tidak tahu apa yang akan di lakukan nya saat ini.


Segala sesuatu yang harus di tanggung oleh mereka sekeluarga karena kebohongan Gabriel selama 4 tahun ini, cukup untuk membuat Gabriel membayarnya dengan nyawanya.


Dia berjasa kepada hidupnya, tetapi saat ini, rasa balas budinya sudah habis tak tersisa.


Ayah Devan menunjuknya dan menjawabnya dengan marah, "apa yang ingin kamu lakukan? apa ini masih belum cukup?"

__ADS_1


"apakah papa tidak merasa ada yang janggal dengan masalah ini?"


"apanya yang janggal, papa sudah pernah bilang, jangan menyelidiki tentang masalah ini lagi, apa kamu tidak mengerti?" ayah Devan terlihat jelas sudah kehilangan kesabarannya.


Di dalam ruang baca, suasananya tiba-tiba menjadi kaku.


"aku ingin bertanya kepadamu, pa, kenapa dia tidak bisa melahirkan anak? selama ini papa tidak pernah memberitahuku, malah terus membantu mereka. Apa benar hanya karena balas budi?" wajah Devan terlihat sedikit marah, aura yang di keluarkan olehnya membuat orang yang melihatnya merasa takut, menurut pemahamannya mengenai ayahnya, dia yakin tidak mungkin hanya karena ingin membalas budi saja.


Saat ayahnya masih muda, dia terbiasa menghalalkan segala cara saat melakukan sesuatu, meskipun dia berkata kalau dia berterima kasih kepada keluarga ayahnya Gabriel karena sudah menyelamatkannya, tetapi dengan karakter ayahnya, dia tidak akan menggunakan darah daging keluarganya untuk membalas budi.


"Devan, apa kamu mau melawan ayah?" ayah Devan membanting peralatan untuk tinta yang ada di atas meja dengan sekuat tenaga ke atas lantai hingga mengeluarkan bunyi yang sangat kencang.


Suara ini membuat Helena yang dari tadi berada di depan pintu,mendorong pintunya sampai terbuka lebar dan langsung masuk ke dalam.


Setelah ayah Devan melihatnya, ekspresinya jelas terlihat sedikit panik, tapi segera setelahnya,dia kemabli tenang, dia berjalan ke arah istrinya, "Helena, untuk apa kamu masuk kemari?"


"sayang, kamu bicara lah baik-baik dengan putra kita, kenapa kamu marah-marah seperti ini?"

__ADS_1


Ayah Devan memelototi Devan, "jika kamu ingin bersama dengan Clover, maka jangan bertanya apa-apa lagi mengenai masalah ini,"


"pa, kamu..." Devan menarik nafas yang dalam, dadanya naik turun menahan amarah, meskipun dia masih tidak tahu alasan mengapa ayahnya menyetujui permintaan keluarga Gabriel, tetapi...


Saat dia berpikir ternyata Gabriel sudah menutupi masalah ini darinya dan membuat keputusan yang sangat besar seperti ini, bahkan dulu dia menggunakan maslah ini sebagai alasan untuk membuat Sherin pergi dan meninggalkannya, seketika tatapannya sangat dingin.


Harus ada orang yang bertanggung untuk hal ini, ternyata dia berani mempermainkan dirinya, apa dia mengira kalau dirinya baik hati?....


.


.


.


Bersambung....


.

__ADS_1


Mohon maaf bila bahasa dan tulisannya kurang di mengerti🙏


__ADS_2