
Dua hari selanjutnya pekerjaan Sherin sama seperti hari pertama kerja.
Perlombaan modeling itu masih berlanjut.
Setiap hari sebelum naik ke atas panggung Sherin hanya perlu meriasi mereka,saat berganti babak, dia hanya perlu merapih kan make-up mereka.
Juga tidak terbilang susah,malah sebaliknya melihat wajah yang berbeda-beda itu menjadi berpenampilan berbeda lagi setelah di rias olehnya membuat hatinya merasa sangat puas dengan hasil pekerjaannya.
Dia berpikir,mungkin ini lah alasan kenapa orang walaupun kekurangan uang tapi masih saja memilih pekerjaan yang berarti, dan juga tidak terlalu perduli dengan besar kecilnya gaji yang di terima, sebab bisa mendapat pengakuan dari orang,bisa di butuhkan orang lain seperti ini hasil yang di dapatkan biasanya bisa lebih memuaskan diri kita dari pada harta benda.
Berpikir sampai di sini, dia pun teringat dengan Andrew.Latar belakang keluarganya begitu bagus,tapi dia tetap saja berusaha keras dalam pekerjaanya,pasti dia sama punya pemikiran yang sama seperti ini.Sejak saat itu, Sherin tidak pernah kontak lagi dengan laki laki itu.Andrew pernah menelponnya beberapa kali, dia tidak menerimanya,mengirim pesan Sherin juga tidak membalas.Andrew juga sudah lama tahu bahwa Sherin sudah tidak marah lagi.
Tapi setelah melewati malam itu bersama Devan, Sherin merasa dia dan Andrew itu tidak mungkin lagi, Andrew yang begitu hangat,begitu baik pantas mendapatkan wanita yang lebih baik lagi.
"Sherin, setelah ini masih ada 3 babak pertandingan lagi, kemudian malamnya bisa ada orang penting yang bisa juga datang,semangat ya?" pesan manager lupus.Dia adalah sosok orang yang bertanggung jawab.
Sempat meremehkan Sherin saat baru bertemu dengannya,juga tidak tahu apakah karena melihat keahliannya,atau bagaimana,yang pasti Sherin merasa bahwa perlakuan manager itu terhadapnya seperti semakin baik saja.
Sherin menganggukan kepala dan menjawab "baik,pak!" Sherin tidak terlalu memahami peraturan dalam dunia kerja,tapi dia berwatak: asal orang itu tidak keterlaluan terhadapnya,dia pun diasanya masih sangat enak dia ajak bicara.
"dengar-dengar, Tuan Devan sebentar lagi akan datang," ujar salah satu gadis bontet yang biasa bergosip itu pun memperbincangkan hal ini sesaat setelah manager itu pergi.
"masa sih,apa benar Tuan Devan akan datang?"
"itu sudah pasti.Ini adalah perusahaan calon istrinya, saat ini sedang mengadakan perlombaan yang begitu besar, dia tidak mungkin tidak datang untuk memberi muka dong?" ujar gadis bontet itu sambil meminum dua teguk air,berjalan mundur dan sekalian duduk di kursi rias.
"dan berdasarkan yang aku tahu,perusahan ini adalah milik Tuan Devan, nona Gabriel hanya mewakilinya untuk mengelola,"lanjut gadis itu.
Sherin yang sedang membereskan meja rias itu pun mendengar gadis bontet ini mengatakan hal ini, seketika itu tubuhnya pun tersentak kaget, alhasil kuas alis dan bedak di tangannya pun terjatuh ke atas kursi.
Yang benar saja?ini adalah perusahaan Gabriel, dan Devan juga adalah pemilik di belakang layar?
Sherin sedikit memonjongkan bibirnya, sebenarnya ini adalah jodoh seperti apa sih??
Ingin melarikan diri pun tidak bisa.
__ADS_1
Setengah hari itu,karena hal ini Sherin pun ada sedikit sulit berkonsentrasi.
Hingga suara manager Lupus yang tajam itu terdengar.
"semuanya ayo siap-siap,sebentar lagi, kalian beberapa make-up artist naik ke atas panggung untuk sesi berterima kasih, kalian adalah orang-orang yang berjasa kali ini!"
Pekerja lainnya pun setuju, dan mulai bersahut-sahutan.
Namun Sherin secara reflek ingin melarikan diri, dia masih belum siap lahir dan batin untuk berhadapan dengan Gabriel.
Bagaimana tidak, tidur dengan calon suami orang.Walaupun itu bukan keinginannya,tapi hati ini masih saja merasa takut.
Sherin memegang perutnya, "pak,perutku terasa tidak enak, aku tidak ikutan deh?" ujar Sherin. Setelah mengatakan ini dia pun berpura-pura merebahkan badan di atas meja rias.
Manager itu menatap Sherin, menyipitkan matanya, berjalan ke arahnya, tangannya di letakkan di atas pundak Sherin, dan menyapa "Sherin, kamu tidak apa-apa kan?" saat berbicara, tangannya pun bergerak merosot dari pundak Sherin ke belakang punggungnya.
Sherin tiba-tiba sadar, mengerutkan dahi,tangan laki laki ini...apa dia sedang melecehkan dirinya? Sherin langsung berdiri, matanya menjadi kusut, membalikkan badan dengan kuat untuk menghempaskan tangan itu yang masih saja mengelus nya, dari atas ke bawah itu, lalu berkata "pak aku keluar dulu,ingin menghirup udara segar."
"kamu benar tidak apa-apa? apa perlu aku tolong?" tanya manager itu. Manager itu pun langsung campur tangan ingin menolong Sherin, tapi ujung matanya melirik ke depan dada Sherin.
"tidak perlu,tidak perlu!" jawab Sherin.
Setelah menjawab Sherin menganggukan kepala, dan dengan cepat keluar dari ruangan itu.
"Sherin,kamu harus hati-hati,dia itu serigala berkulit domba," ujar salah seorang wanita saat Sherin baru saja keluar tidak lama.
Sherin menoleh, dan melihat nya ternyta felice ,meja kerja wanita itu bersebelahan dengan meja kerja Sherin, dari penampilannya terlihat berumur antara 36-37 tahun. Dengar-dengar dalam dunia make-up namanya terkenal dan top, perusahan SIMBA ini membayar harga tinggi untuk mengorek nya dari perusahaan lain, tapi wanita ini juga tidak menyombongkan diri, dulu manager pernah memberinya ruangan khusus sendiri, tapi dia menolaknya.
Berdasarkan yang Sherin dengar, wanita itu di sini sangat berpendirian, dia menerima orderan juga berdasarkan keinginannya, dalam satu bulan hanya bekerja beberapa kali saja, kali ini dia datang juga karena model artist itu, katanya mereka ada hubungan peribadi.
Beberapa hari ini, walaupun Sherin dan wanita itu jarang bercakap-cakap, tapi di banding wanita-wanita lainnya yang suka bergosip, Sherin masih lebih menyukai wanita ini.
"Felice"
Felice menepuk-nepuk pundak Sherin dan berkata "Sherin, teknikmu bagus, di tambah bakat mu. banyak-banyak belajar,hari esokmu pasti cemerlang!"
__ADS_1
"Terima kasih atas dukungan mu Felice, aku pasti akan berusaha." jawab Sherin.Felice tersenyum, lalu sepertinya dengan tidak sengaja mengatakan "wanita sebelumnya,juga sangat berbakat, tapi sayang di nodai oleh serigala itu."
Langkah kaki Sherin pun terhenti saat itu, menghirup nafas, serigala itu? sangat jelas sherin tahu siapa yang sedang di sebut oleh wanita itu.
"bukan kah katanya putus dengan pacarnya, dan memotong nadinya?"
Felice saat itu juga langsung mengerutkan kening,menoleh dan melihatnya sebentar lalu berkata "kalau tidak di nodai, bagaimana bisa putus?"
Sherin langsung saja terpanah kaget, dia berdiri di tempat. Meskipun beberapa tahun ini,hidup bersama ibunya tidak sedikit di remehkan orang, dan juga tidak sedikit masalah yang harus di hadapi,tapi......
Bagaimana pun,dalam kehidupannya dia masih bisa melihat sinar terang,tidak ada sisi kegelapan sperti ini.
Baru pertama kali dia merasa bahwa kehidupannya tidak terbilang kacau.
Sherin bergegas berjalan beberapa langkah,dan berpapasan dengan Felice lalu bertanya "apa tidak ada orang yang bisa menghukumnya? wanita itu,kenapa tidak lapor polisi?"
Felice menghela kan nafas, "hmph...." yang nyaris tak terdengar.
"Dia itu adalah anak dari tante nona Gabriel, keluarga kerajaan, kaya, mereka memberikan 100 juta kepada wanita itu, semua urusan beres." jawab Felice.yang saat ini dari matanya itu terlihat perasaan merendahkan dan tak berdaya yang tidak di mengerti Sherin.
Selanjutnya,menepuk-nepuk pundak Sherin, kemudian suara langkah kaki Felice semakin mengecil dan menjauh.
Kulit kepala Sherin pun terasa mati rasa, situasi seperti apa ini?
Manager itu adalah kakak sepupu Gabriel?
dan juga orang yang sangat menyeramkan?
Saat ini, Sherin baru menyadari tanpa sadar dia sudah berjalan sampai ke Hall depan, dia memiringkan kepalanya melihat ke dalam dari celah pintu, di atas panggung terlihat Gabriel yang sedang merangkul lengan Devan, berdiri.
Dahinya pun mengerut menjadi satu.
Mau bagai mana ini?di depan ada serigala,di belakang ada harimau...
TBC
__ADS_1
mana dukungannya???
Author selalu menunggu🤗