
Clover langsung melepaskan Devan dan berputar balik badannya melihat ke orang yang berjalan ke arah mereka. Orang itu adalah seorang wanita yang memiliki aura kuat dan luar biasa.
Wanita ini sangat cantik. Tetapi pandangan pertama yang di rasakan oleh orang lain adalah auranya bukan kecantikannya.
Berbeda dengan kecantikan dan kemurnian Gabriel, wanita di depan Clover memiliki kecantikan yang manly.
Dia memakai jas berwarna abu-abu dan kemeja putih, rambut pendeknya tertampil sangat rapi dan garis wajahnya sangat tajam.
Clover merasa kalau wanita ini bersikap elegan, dia bisa mengalahkan pria.
Wanita ini sangat mudah membuat orang merasa ada masalah dengan orientasi seksualnya.
Tetapi,jelas tatapan wanita ini terhadap Devan berisi suatu perasaan?
Terpikir sampai sini,Clover melihat ke Devan untuk melihat reaksinya.
Dia melihat mata Devan memancarkan sebuah emosi yang Clover sendiri tidak mengerti, kemudian Devan bersuara, "sudah lama tidak bertemu!"
Wanita yang Devan memanggilnya Direktur Naira hanya tersenyum, lalu berjalan ke arah Clover dan Devan, "iya, waktu sudah sangat latma, sejak kita berpisah di kota Ping kemarin, Tuan Devan, apakah ini adalah nyonya Ningga?"
Clover mendengar Devan menghirup sebuah nafas...
"bukan.Anda salah paham,kami....kami adalah teman" Clover langsung menjawab karena dia tidak mau Devan merasa kesulitan. Setelah berkata, Devan mencubit pinggangnya.
__ADS_1
Setelah itu, Clover merasa ekspresi wanita itu jelas berubah dalam waktu sekejap.
Setelah menatap Clover beberapa saat, wanita itu berkata, "Orang-orang bilang Tuan Devan tidak berselera seperti ini? aku mengira itu benar. Ternyata, kata-kata orang itu tidak bisa di percaya"
Clover mendengar kata-katanya dari segi apa pun, dia bisa merasakan perasaan cemburu. Maksudnya adalah, kalau Devan bisa berselingkuh di luar, mengapa orang itu bukan wanita ini?
Benar, Kira-kira seperti ini maksudnya.
Clover menundukkan kepalanya dan seperti ingin tertawa dari dalam hati.
Wanita itu ******* bibirnya dan mengerutkan alis. Dia tidak berbicara dan menunggu Devan bagaimana menjawabnya.
"aku memang tidak berselera dengan wanita luar. Kata orang-orang tidak salah" sambil berkata, Devan memegang tangan Clover, "direktur Naira silahkan nikmati dulu, kami mau pergi ke hotel dulu"
Devan berkata tantang ini kepada Clover pada saat mereka di atas tempat tidur....
Orang-orang bilang, kata-kata pria pada saat di tempat tidur tidak boleh di percaya.
Tetapi, Clover percaya. Dia sangat percaya....
Dia tidak memiliki alasan untuk tidak percaya kepada Devan yang demi dia tidak pernah menyentuh wanita dalam waktu 4 tahun ini.
Mereka berputar balik badan dan mulai menjauh dari wanita itu, berjalan ke arah kamar hotel.
__ADS_1
"apa kamu tidak terlalu menyakiti hati wanita cantik itu? wanita itu terlihat unik" setelah berjalan beberapa langkah, Clover mengangkat kepalanya dan melihat ke Devan.
"jangan sembarang berkata! jangan melihat dia adalah seorang wanita, cara dia mengurus masalah sangat bersih, pasti dan kejam. Pria biasa tidak bisa berbanding dengannya" Devan mencubit pipi Clover.
Clover melihat rasa kagum dalam tatapan Devan,meskipun Clover tahu kalau dalam hati Devan hanya mencintai dirinya, dia tiba-tiba mengerti perasaan yang dia lihat dari tatapan Devan tadi pada saat dia melihat wanita itu.
Perasaan itu adalah rasa kagum, maksudnya adalah, Devan memandang tinggi wanita itu, meskipun Clover tahu emosi itu tidak berhubungan dengan cinta, tapi seberapa kuat direktur Naira itu, dia juga merupakan seorang wanita? terpikir samapi sini, clover merasakan sedikit tidak senang.....
.
.
.
Bersambung.....
Mohon dukungannya like dan komen....
jangan lupa vote nya juga....
Terimakasih......
Love Love Love
__ADS_1
💖❤💖