Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Aku ingin pergi ke tempat kejadian


__ADS_3

Yuta melihat situasi di depannya, lalu dia meletakkan makanan di tangannya, melangkah maju,kemudian memapah Sherin,dia menatap air mata yang menggenang di mata Sherin, sedikit terkejut dia bertanya,"Sherin, mengapa kamu menangis?"


Menangis? Sherin mengangkat tangan secara refleks, dan tangannya yang basah membuat jantungnya berkedut. Dia tidak tahu mengapa, apa yang terjadi dengannya, mengapa aku tidak bisa bernafas dan merasa tidak nyaman di hati.


Dia berbalik untuk melihat Yuta,lalu menjawab "aku...aku tidak tahu apa yang salah, tiba-tiba aku merasa sesak, sangat sedih, sangat kacau, aku....hatiku sangat sakit,Yuta.Kamu tahu, aku tidak ada masalah dengan jantungku kan?"


Yuta menatap nya, "mana ada orang yang ingin mengutuk dirinya sendiri seperti itu?" ucap Yuta.Melihat bahwa matanya masih tertuju pada layar TV, di bertanya kepada Sherin, "apakah kamu kenal dengan orang yang jatuh?"


Sherin menggelengkan kepalanya, dia tidak mengenal Gary. Namun, sejauh ini,menyangkut situasinya saat ini, meski simpatinya belum begitu meluap, namun kesedihan di hatinya tidak bisa di abaikan.


Sherin berdiri, mengambil nafas, dan berpikir "kamu coba telpon sepupu kamu itu dan tanyakan padanya! sesuatu yang begitu besar telah terjadi, dia seharusnya berada di sana dan tanyakan juga padanya,apa yang terjadi pada pria yang jatuh itu?!"


Meskipun mereka tidak saling kenal, tetapi ada suara di dalam hatinya yang memberitahunya bahwa dia ingin tahu apa yang terjadi pada pria itu.


Walau Yuta tidak mengerti niat Sherin, dia masih menekan nomor telpon Devan dengan patuh. Tetapi sudah lama tersambung pun tidak ada yang menjawabnya.

__ADS_1


"mungkin dia di dalam mobil.Tunggu sebentar, aku akan menelponnya lagi." Yuta mengguncang telponnya di depan Sherin, tak lama setelahnya dia mengganti saluran TV ke program Spring Festival Gala, "apakah kamu ingat pesta yang kita adakan bersama dalam liburan musim panas senior dua?"


Dia mencoba mengalihkan perhatian Sherin, tetapi tetap saja hal itu tidak banyak membantu.


Sherin duduk di sofa dalam keadaan lemas dan tatapannya kosong, bahkan dia tidak menanggapi kata-kata Yuta.


"Sherin,ada apa denganmu?" Yuta menggoyangkan pelan lengan Sherin. Sherin menatap Yuta mencoba untuk membuatnya tertawa, tetapi kesedihan di hatinya membuat nya tidak bisa tertawa sama sekali.


"Yuta,aku ingin pergi ke tempat kejadian".setelah berkata Sherin langsung berdiri.


Ketika Sherin berbalik untuk menatap nya, air mata tidak bisa berhenti sama sekali. Rasa sakit di dalam hatinya membuatnya tidak bisa tenang.


"Yuta,tolong, bisa kah kamu membawaku ke sana? aku....aku hanya ingin melihatnya, aku merasa tidak enak," Sherin menatap Yuta dengan hampir berlutut memohon. Hal itu membuat dia tidak bisa menolak.


"ganti lah pakaian, aku akan membawamu ke sana!"

__ADS_1


Sherin yang tinggal di tempat tidak jauh dari lokasi kecelakaan, perjalanan mengemudi ke sana hanya membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit, Yuta sengaja mempercepat kecepatan, maka, lamanya hanya tiga puluh menit.


Begitu mobil berhenti, Sherin langsung membuka pintu mobil dan bergegas keluar.Dia memejamkan matanya karena merasakan sesak di hatinya.


Tanpa sadar,Sherin maju ke depan, kakinya menginjak sesuatu yang licin, dia pun terjatuh,


"Sherin!" Yuta yang baru saja memarkirkan mobilnya, melihat Sherin terjatuh,dia ingin menyelamatkannya.


Tetapi itu terlalu jauh....


Maaf hanya sedikit,,,


Mohon dukungannya like dan komen,,,


Love you all🙂

__ADS_1


__ADS_2