
"Tuan, nyonya meminta saya untuk bertanya apakah tuan akan pulang untuk makan malam nanti?" setelah telpon tersambung, pak Hasan bertanya kepada Devan.
Meskipun Devan tidak mengaktifkan pengeras suara, Clover tetap bisa mendengar suara pak Hasan karena jarak antara dia bersama Devan sangat dekat. Clover melihat ke Devan dan mengangguk dengan yakin.
Devan melihat Clover, lalu menjawab "iya, aku tidak pulang makan malam nanti" setelah mematikan telpon, Devan melihat ke Clover yang berada di dalam pelukannya, "bagaimana aku bisa membiarkan kamu di sini sendirian setelah melihat emosi kamu tadi?"
"tetapi, apa dia tidak akan bertengkar dengan kamu?"
"aku berjanji akan akting bersama kamu dan syaratnya adalah aku tidak boleh membiarkan kamu merasa sedih. Apakah kamu masih takut orang seperti dia bertengkar denganku? kalau demi dia kamu mau membuat dirimu sedih, aku akan langsung bermusuhan dengan dia....."
Clover menutup mulut Devan, "meskipun dia berbuat banyak perbuatan jahat, menghadapi kamu, pada awalnya dia memiliki niat yang baik.Jadi, biar aku saja yang menjadi orang jahat. Aku tidak mau kamu mengingat namanya di dalam hatimu selamanya hanya karena kamu berhutang kepadanya"
Setelah itu, Clover duduk dengan tegak, "sudah. cepat pulang sana, sampai jumpa besok!"
Devan menggelengkan kepalanya dan memeluk bahu Clover. Clover meliriknya "aku mengalami banyak masalah hari ini.Devan,aku juga ingin menenangkan diriku dulu. Tenang saja, kalau aku merasa sulit, aku akan memanggil kamu walau tengah malam" Clover berkata dengan jujur, dia benar-benar membutuhkan waktu sendiri untuk berpikir tentang semua ini.
"kalau begitu kamu tidur lebih awal, jangan banyak berpikir!"
__ADS_1
Devan baru berjalan dua langkah, Clover tiba-tiba bangun dan pergi ke kamar mandi.Setelah itu, Clover memeluk Devan.
Kemudian, Clover memberikan sebuah senyuman.
Sampai Devan sudah pergi, Clover baru menghela nafas lega. lalu menutupi kepalanya dengan selimut.Dia ingin memikirkan semua masalahnya dengan baik, tapi semakin dia pikirkan, semakin kacau.....
Akhirnya Clover memejamkan matanya, tidak mau berpikir lagi.
Rumah Devan.....
Pada saat Devan pulang, Gabriel sedang duduk di atas sofa, semua lauk sudah lengkap tertata di atas meja makan, jelas Gabriel sedang menunggu dia pulang.
"ayo makan!" Devan melepaskan dasinya dan melempar ke sofa yang berada di samping, alisnya mengerut ketika dia melihat Gabriel menatap dirinya dengan ekspresi yang jelek.
"apa kamu mau bilang sesuatu padaku?" Devan bertanya kepada Gabriel.
Gabriel merasa agak kaget, lalu langsung menggelengkan kepalanya, "tidak apa-apa. cepat cuci tangan dan kita makan....."
__ADS_1
Devan menyipitkan matanya dan melihat Gabriel beberapa saat sebelum berkata, "lain kali tidak perlu menungguku pulang untuk makan malam!"
Di meja makan,
Gabriel menuangkan sup untuk Devan, lalu meletakkan sup itu di depan Devan, "Devan, apa nona Clover itu sudah berbicara sesuatu dengan kamu?"
Devan menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia mengerti maksud Gabriel, di acara kemarin, sutradara Wang itu tidak mungkin sengaja mencari masalah dengan Clover ketika dia sama sekali tidak mengenal Clover....
Clover juga baru saja kembali ke dalam negeri.Tamu acara itu yang bisa memberi tahu sutradara Wang bahwa Clover adalah pemilik CX kosmetik yang pernah melahirkan anak adalah Gabriel.
Tetapi, Devan sudah berjanji pada Clover akan membiarkan Clover menyelesaikan masalah ini. jadi dia berusaha menahan emosinya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung......