Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Tidak boleh dengan Yuta


__ADS_3

Simon mengangkat alisnya dengan raut wajah yang seperti meragukan Sherin. Kualitas penghalang suara dalam pintu ruang baca di rumah Devan terlalu bagus,sehingga Simon tidak bisa mendengar apa-apa.


Sherin mengambil tasnya yang berada di atas tempat tidur Simon dan berkata "ayo,mama akan menemani kamu untuk makan di bawah.Setelah itu,mama akan kembali lagi ke kantor untuk bekerja." ajak Sherin.


"boleh kah mama tidak kembali bekerja hari ini dan menemani aku saja?" ucap Simon.


"apakah kamu mau menghidupi mama?" Sherin bertanya balik kepada Simon.


"boleh!" Simon berjalan melewati Sherin dan mengulurkan tangannya, menghalangi langkah kepergian Sherin "kalau tidak, mama tunggu lah sampai aku sudah dewasa nanti, aku akan menikahi mama saat itu juga.Tetapi.....aku takut nanti mama malah sudah tua dan tidak ada lagi yang mau menikah dengan mama."


Bertepatan dengan Devan yang pas berada di tangga pun hampir tersedak air yang tengah dia minum.Dia menatap ke lantai atas dan berkata dengan nada yang agak berat. "semuanya cepat turun ke bawah dan segera lah makan!"


Di dalam dapur, Devan tersenyum dengan ringan saat dia melihat Sherin sedang berbicara bersama Mbok Lili. saat maan, Sherin duduk di samping Simon mengupas kulit udang dan memilih kan tulang ikan untuk Simon.Devan merasa bahagia melihat dua orang di depannya, kemudian dia berbicara dengan suara hangat "biarkan pembantu saja yang melakukannya! Lauknya sudah mulai dingin dan kamu sendiri belum makan."


Sherin mengangkat kepalanya dan melihat ke Devan. Perasaan hatinya untuk menyukai Devan menjadi semakin dalam. tetapi Sherin merasa tidak biasa dengan perubahan Devan yang mendadak.


Mendengar kata-kata Devan,Mbok Lili membawa lauk sayur dan tersenyum ketika dia melihat wajah Sherin yang memerah. Mbok Lili kemudian memanggil pembantu baru yang berada di depan pintu dapur untuk menjaga Simon.

__ADS_1


"tidak apa-apa. aku jarang sekali memiliki kesempatan untuk menjaga Simon.saat ini,biarkan aku saja yang melakukannya!" Sherin menghentikan pembantu baru itu, Sherin menatap kepada Simon dengan tatapan yang lembut dan penuh dengan kasih sayang. pada saat itu juga, Devan sepertinya mulai mengerti mengapa Simon sangat menyukai wanita ini.Kebaikan wanita ini terhadap Simon itu asli. Gabriel juga sangat baik terhadap Simon, tetapi kebaikannya terlihat sedikit di sengaja.bisa di bilang, Gabriel sengaja bersikap baik kepada Simon di depan Devan.


Sherin sibuk menjaga Simon. oleh sebab itu,dia akhirnya hanya makan sedikit karena merasa takut telat kembali bekerja. "mama, kalau kamu sudah punya waktu kosong, luangkan lah untuk datang ke rumah ya!" Simon memeluk tangan Sherin dengan raut wajah yang sangat sedih.


Sherin melirik ke arah Devan dan berkata kepada Simon "bagaimana kalau sekarang ini kita main keluar saja?"


Sherin berpikir akan lebih baik jika dirinya tidak datang lagi ke rumah Devan.Takutnya, dia akan bisa bertemu dengan Gabriel.


Di dalam mobil


Pak Hasan ingin membantu Sherin membuka pintu mobil bagian belakang. Sherin segera membukanya sendiri dan berkata "Pak Hasan, bapak tidak perlu melayani saya seperti itu, malah saya yang sudah membuat bapak harus mengantar saya,jadi merepotkan.maaf ya!"


"Antar kan ke kantor saya dulu, setelahnya baru mengantar kan Sherin!" ucap Devan kepada Pak Hasan tanpa menoleh kepada Sherin.


Devan sepertinya tahu,apa yang ingin Sherin katakan. Sherin mengangguk dan tiba-tiba, Sherin seperti teringat dengan sesuatu. Dia mengambil sebuah kotak obat dari dalam tasnya dan berkata "Pak Hasan, saya sudah membeli obat batu ginjal untuk bapak. karena tidak memiliki kesempatan untuk memberikannya kepada bapak, saya simpan obatnya di dalam tas." sambil berkata, Sherin meletakkan obatnya di samping tempat duduk Pak Hasan. Devan dengan jelas melihat tubuh pak Hasan bergetar sejenak.


"Sherin, kamu masih mengingatnya?" Pak Hasan bertanya kepada Sherin.

__ADS_1


Sherin mengetahui penyakit batu ginjal Pak Hasan pada saat Pak Hasan mengantar dirinya dan Simon keluar. kata dokter, batunya tidak besar dan tidak sampai harus di operasi.Jadi ketika Sherin melihat obat itu, saat dia sedang belanja, dia sengaja membelinya untuk Pak Hasan


Sherin tersenyum."cara penggunaanya sudah saya tulis ulang di kertas dan saya tempel di kotak obat.Bapak harus ingat, pakai obatnya secara teratur!" Pak Hasan pun mengangguk.


Devan menatap kepada Sherin. Semua perilaku Sherin terlihat sangat tulus. Devan yang awalnya tidak mengerti mengapa Andrew menyukai sherin, Devan juga kaget mengapa Simon menyukai Sherin,, Devan semakin bingung,mengapa dirinya bisa jatuh cinta kepada Sherin. Tetapi saat itu, Devan sepertinya mengerti walaupun penampilan dan wajah Sherin tidak sebagus orang lain, Sherin selalu tulus dengan semua kebaikan dan kelakuannya. Dia tidak pernah berpura-pura. kelebihan yang indah ini membuat semua orang sangat menyukai dirinya.


Pada saat sudah hampir tiba di kantor, Devan tiba-tiba mengambil ponsel Sherin dan mengetik beberapa angka lalu memasukkan nama dan menyimpan di dalam hp Sherin.


"tidak boleh terlewatkan untuk membalas pesan dariku!" setelah berkata kemudian Devan turun dari mobil. Sherin memegang ponselnya dan merasakan kehangatan dari sikap Devan.Tetapi, kehangatan nya terasa tidak tulus.


"Sherin, Tuan Devan orangnya baik." Pak Hasan tiba-tiba berbicara. Sherin hanya mengeluarkan batuk ringan dan sebuah senyuman kecil. Dia memang kaya, tampan dan baru-baru ini, Sherin menyadari bahwa Devan juga sangat baik....


Tetapi Devan tetap adalah tunangan wanita lain!


"Tidak boleh berjumpa dengan Yuta lagi!" ponsel Sherin berdering. Sherin membaca pesan teks yang di kirim dari Devan. Dia hanya membaca saja,menyimpan ponselnya dan tidak membalas pesan dari Devan. tetapi,hatinya merasa gugup.


"Sherin,kamu sudah datang? cepat ceritakan, kamu menggunakan cara apa untuk memuaskan hati Yuta? dia bahkan memberikan kamu bunga" Sherin baru saja masuk ke ruang menata rias, gadis bontet itu sudah mendekatinya dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


Sherin melirik ke tempat duduk nya. benar saja, ada bunga Camelia putih di atas mejanya. Sherin merasa kaget, Camelia putih adalah bunga yang paling sering di jumpai di kampungnya. Sherin sendiri juga sangat menyukai bunga Camelia putih. Tetapi, mengapa Yuta bisa memberikannya bunga Camelia putih?


"Sherin,tidak kah pria ini terlalu pelit? dia bahkan memberikan kamu bunga liar" gadis bontet berkata. Di dalam ruang penata rias, ada yang tertawa. bunga liar??


__ADS_2