
Yuta tidak bisa menahan diri untuk memegang tangan Sherin erat-erat.Dia tidak boleh membiarkan Sherin tahu wajah asli pria itu.Kalau sampai tahu,bagaimana dia bisa mengatasinya?
"Yuta,bisa kah kamu membawaku ke stasiun kereta api?"
"aku akan membawa kamu pulang."
"aku tidak akan kembali ke daerah Ciput,aku ingin melihat makam ibuku"
"tapi..."
"Yuta,bisa kah kamu membiarkan aku menenangkan diri sejenak?" tanya Sherin memohon.
Yuta pun mengangguk.
Setelah sampai di stasiun kereta api, Sherin langsung masuk ke dalam kereta.
Duduk di dalam kereta api,Sherin merasa ragu untuk turun ketika dia mendengar bahwa perhentian berikutnya adalah daerah Wol, tapi pada akhirnya dia turun juga.
Sherin ingin berkunjung,melihat makam ibunya dan mengatakan kepada ibunya bahwa laki-laki itu sedang mencari dirinya.
Dia tiba-tiba berpikir,jika suatu hari pria itu mengetahui kematian ibunya,tidak tahu bagaimana reaksinya?
Berjalan ke area kuburan,agak jauh ke dalam,Sherin melihat sebuah buket bunga segar di depan batu nisan ibunya.dia terkejut. Jelas bahwa seseorang telah mengunjungi makam ibunya.
Siapa?
Sherin berpikir,Ibu di makamkan di sini,selain paman yang bertetangga dengan mereka,tidak ada lagi yang tahu,tetapi melihat dari karangan bunga yang di kemas dengan mewah, paman yang sangat pelit itu, sepertinya tidak mungkin repot-repot untuk membelinya.
"paman,bisa kah kamu menunjukkan rekaman vidio pengawasan CCTV kepada aku di sini? aku ingin melihat siapa saja orang yang sudah berkunjung ke makam ibuku!" Di kantor penjaga kuburan,Sherin selalu bertanya kepada paman penjaga.
"Nona, CCTV pemantauan di sini kebetulan sedang rusak tempo hari.Katanya bahwa akan ada seseorang yang akan di kirim ke sini untuk memperbaikinya, tapi sampai sekarang orang itu belum datang juga." ucap paman penjaga.
Sherin hanya mengangguk,kemudian berkata "lalu,paman, apakah kamu melihat orang yang baru saja mengunjungi makam itu? dan kalau boleh tahu siapa orang itu?" Sherin bertanya sambil menunjuk ke arah makam ibunya.
__ADS_1
Paman penjaga itu melihat ke atas tangga mengikuti arah yang di tunjuk oleh jari Sherin.Cuaca hari ini tidak terlalu baik,juga bukan hari libur.Tidak banyak pengunjung,jadi paman penjaga mengingat ada sedikit gambaran tentang orang itu.
"seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahunan,tinggi,kurus,dan juga gagah" jelas paman penjaga.
Seorang laki-laki yang berusia lima puluhan? meskipun paman yang bertetangga dengan dirinya juga tinggi,tapi tidak terlalu kurus,sudah tua dan sedikit gemuk.
Bukan dia.Lalu siapa lagi? kenapa dia bisa tahu kalau makam ibunya ada di sini?
Setelah mengucapkan berterima kasih, Sherin kembali ke makam ibunya dan duduk di depan batu nisan ibunya. Dia punya begitu banyak pertanyaan di benaknya,tetapi pada akhirnya dia tidak bisa mengatakannya sepatah kata pun.
merasa bingung dalam waktu yang cukup lama, Sherin malah rebahan dan tertidur di kursi batu dalam keadaan linglung.
Sampai telpon ponselnya berdering....
Dia mengerutkan kening,lalu mengeluarkan ponselnya dan melihatnya. Itu adalah panggilan dari Devan.
Sherin langsung mengangkatnya "halo?"
"kamu di mana?" ada nada kemarahan dari suaranya di sebrang sana itu.
"aku sudah bilang kalau aku akan datang di malam hari.Mengapa kamu tidak berbicara dengan aku kalau kamu pergi?"
Sherin menyipitkan matanya dan menarik nafas. Devan sepertinya mengatakan itu di pagi hari tetapi Sherin sudah melupakannya.Ha-ha,dia berpikir sejenak, kemudian dia berkata "maaf,aku lupa!" jawab Sherin dengan lesu.
"ada di mana kamu sekarang?" tanpa di duga,suara pria di ujung telpon seluler itu tidak marah,tetapi malah bertanya dengan penuh kesabaran.
"aku berada di daerah Wol" jawab Sherin membuat Devan penasaran
"apa yang kamu lakukan di sana?"
"datang untuk berkunjung ke makam ibuku"
Devan rupanya merasa terkejut. "kirim lokasi kamu dan aku akan langsung menjemput kamu di sana!"
__ADS_1
Sherin ingin mengatakan tidak usah,tetapi telponnya telah di tutup oleh Devan.
Ke Wechat Devan, Sherin mengirim dan berbagi lokasinya.
Melihat itu,dia jadi ragu-ragu, akhirnya dia meninggalkan area kuburan.Naik bus yang terakhir,lalu pergi ke kota tempat di mana dia dulu tinggal.
Dalam beberapa tahun terakhir, dia dan ibunya berpindah-pindah ke banyak tempat.Ibunya tidak bisa tidur nyenyak.Kadang rumah yang mereka tempati terlalu dekat dengan jalan raya.Dia tidak menyukai tempat tersebut.Belakangan ini,dia mencoba mencari di banyak tempat untuk menemukan tempat tinggal yang cocok, akhirnya menemukan rumah yang berhalaman luas dan mempunyai beberapa pintu masuk ini.
Mereka jarang bergaul dengan para tetangga mereka, mereka bisa akrab dengan paman sebelah rumahnya,karena ibunya sangat menyukai bunga,dan paman itu pintar menanam bunga dan tanaman.
Setelah sekian lamanya,Sherin menjadi lebih akrab dengan mereka.
Setelah ibunya meninggal di rumah sakit,dia hanya memberitahu paman itu saja.
Hari ini,dia datang ke sini untuk bertanya apakah laki-laki yang mengirim bunga ke makam ibunya hari ini mungkin di kenal oleh paman itu.
Dia mendekati halaman rumah yang dikenalinya, tetapi dia tidak menduga kalau halaman itu kosong dan dia ingat ketika dia pergi beberapa bulan kemudian,halaman itu masih harum penuh dengan bunga,sekarang hanya menyisakan beberapa pot kosong.
"kakak,kamu sudah kembali?" Sherin berbalik,melihat seorang gadis yang berseragam sekolah, memegang minuman dan menatap dirinya.Sherin tersenyum.Ada empat keluarga di komplek kecil ini, gadis kecil ini dan orang tuanya tinggal di sini juga.
"oh,kamu sudah pulang sekolah ya? yah,aku di sini untuk bertanya kepada paman yang tinggal di sini sebelumnya, apakah kamu tahu kemana dia pergi?"
Siswa itu menyesap minumannya dan mengerutkan kening, "kakak,setelah kamu pergi, dia pergi beberapa hari kemudian. Kami tidak tahu kemana dia pergi" ucap gadis itu.
Setelah itu,dia mengambil kunci dari dalam tasnya dan membuka pintu.
"oh,ya.kakak,paman itu meninggalkan sepucuk surat untuk kamu.tunggu! katanya, jika suatu hari kamu akan kembali, meminta kepadaku untuk memberikannya kepada kakak!"
Ucap gadis kecil itu sambil membungkuk di depan laci mejanya, dia mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkannya kepada Sherin.
Sherin tersenyum padanya, berterima kasih padanya, berbalik badan dan meninggalkan halaman rumah itu.
Ketika dia keluar,dia tanpa sadar mengencangkan genggaman amplop di tangannya dan menyeka bibirnya.Dia hanya ingin dengan cepat membuka segelnya.Tapi batu di sobek setengah, ponsel di dalam tasnya berdering....
__ADS_1
Sherin mengeluarkan ponselnya.
"belok kiri,300 meter di kanan!"