Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Devan,kamu percaya siapa?


__ADS_3

Sekali Devan mendengar, matanya pun agak menyipit, mengetahui bahwa amarah wanita itu seharusnya sudah mereda,juga ikut merasa lega, di wajahnya muncul senyuman yang dangkal,melengkung kan bibir berkata "memangnya harus gimana? harus tidak peduli pada Gabriel? menghampiri dan memeluk kamu? membuat masyarakat marah?" bujukan Devan kepada Sherin.


Sherin tidak henti-hentinya menatap Devan, "hehe..." ujung bibirnya keluar senyuman sedih yang dingin, merosot ke bawah dari pangkuan Devan, lalu membelokkan badan dan berjalan ke kamarnya.


Ternyata,laki-laki itu hanya takut bisa membuat masyarakat marah?


Takut membuat masyarakat marah,makanya boleh tidak peduli pada diriku? kalau begitu,untuk apa mengatakan cinta? untuk apa mengatakan sampai mati pun tidak akan bisa berpisah? Sherin berpikir dalam hati.


Alis Devan mengerut erat, dia menyadari kalau dirinya sudah berkata salah, wanita ini orang yang bisa memutuskan pemikiran tanpa menghiraukan perkataan.


Lengan panjang Devan itu di angkat untuk menarik Sherin sambil berkata "Sherin,tidak setiap orang bisa melihat isi hatimu, dalam situasi seperti itu, orang-orang hanya akan


percaya apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Kalau aku tidak memperdulikan Gabriel, dan malah menghibur kamu, kamu merasa masalah ini akan berkembang menjadi masalah apa?"


Tidak bicara lagi, Sherin mengerutkan alis, menunduk, penglihatannya sedikit terjatuh ke bawah,setelah berlalu lama.


Seakan sudah mengerti sesuatu, Sherin merasa aneh, memiringkan kepala,melihat laki-laki di hadapannya,sesaat beragam perasaan bersatu.


Kenyataanya memang seperti itu.


Di tempat seperti itu, dengan status seperti itu, wajah yang 'biasa-biasa' seperti ini,anggap saja Devan bisa menggunakan statusnya untuk menahan amarah orang-orang, tapi pada akhirnya masalah ini pun akan berkembang menjadi tidak bisa di benahi.


Yang terlihat di mata orang-orang adalah bahwa wanita ini seorang pengasuh yang menusuk sang nyonya,namun di lindungi oleh tuannya.Walaupun kenyataannya itu bukan lah kesalahannya, takutnya,wanita itu juga tidak bisa menjelaskan semuanya.


Mengerti akan hal ini, di dalam lubuk hati Sherin seakan di lempari sebuah batu besar,menjulang ke atas sebuah ombak yang sangat besar.


Kalau sebelumnya,terhadap laki-laki ini hanya lah tergoda, hanya lah menyukai, saat ini Sherin merasa dirinya sungguh-sungguh sudah mencintai laki-laki ini.


Baru bertemu beberapa bulan, laki-laki itu memang bisa dalam saat genting di hidupnya,tanpa syarat mempercayai dirinya, mengganti cara pandangannya demi kebaikan Sherin.


Dalam percintaan,tidak ada yang lebih berharga lagi dari kepercayaan dan pengertian.


"sudah tersentuh ya? aku berani merelakan,seluruh perasaanku untuk kamu.." tatapan Devan menyoroti Sherin, bibir tipisnya mengeluarkan kata-kata rayuan.

__ADS_1


Dahi gelap dan berat,jakun Devan itu bergerak ke atas dan ke bawah,menggenggam tanpa jejak tangan Sherin.


Hati Sherin,seketika menjadi hangat.


Kesedihan yang dingin itu telah menghilang.


"Gabriel tidak apa-apa kan?" meski merasa dirinya saat ini perhatian kembali terhadap Gabriel,agak terlalu baik,tapi saat ini,dia tidak mau jika ada masalah lagi.Alasan Devan untuk mempercayai nya, laki-laki itu saat ini berada di sisinya, ini saja sudah cukup menjelaskan semuanya.


Jadi,rasa kesal terhadap Gabriel sebelumnya,juga sudah berkurang banyak.


Devan memandang wanita di hadapannya itu,mungkin semua alasan ini lah yang menyebabkan dirinya itu bisa mencintai Sherin,sehingga tanpa syarat bisa mempercayai nya?


Kebaikan Sherin itu terlihat dari dalam matanya, sepintas pun bisa terlihat jelas asli palsunya.


"lengannya yang terluka itu di jahit berapa jahitan?" tanya Sherin.


Terdiam sejenak,Devan berkata lagi "Sherin,Gabriel melakukan semua itu karena diriku,jadi, hal ini cukup sampai di sini,oke?" suara yang serak dari Devan itu menyebar ke telinga, tangan yang membelit di antara pinggang Sherin semakin erat.


Sherin terdiam sejenak,tanpa di sadari sorot matanya menoleh, menatap Devan sejenak, lalu berkata "berbicara lama begini, pada akhirnya tujuan datang ke sini hanya untuk membela wanita itu?"


Sherin mengerut-ngerut kan dahi,ujung bibirnya melengkung dengan sudut lengkungan yang imut, masuk ke dalam pelukan Devan,tangan kecilnya melukis lingkaran-lingkaran di dada bidang laki-laki itu, "Devan, kalau kamu malam ini tidak datang untuk mencari ku,besok,aku pasti akan membuat kamu tidak bisa bertemu dengan aku lagi!" karena sebelumnya, dia sangat merasa sedih dan kecewa.


Devan menggenggam tangan Sherin yang di letakkan di dadanya,tatapan matanya tenggelam.


"awalnya hari ini sudah berjanji untuk membatalkan janji pernikahan,tidak di sangka...."


Sherin menjulurkan tangan menyumbat bibir Devan, menggelengkan kepala, "tidak perlu menjelaskannya!"


Menggoyang-goyang kan bibir tipis,jari panjang Devan itu bergerak merapikan beberapa helai rambut Sherin dengan lembut di samping telinga ke belakang telinganya.Detik berikutnya,dia bersandar di bibir merah Sherin, menjatuhkan sebuah ciuman.


Malam ini,Sherin tidak membelakangi Devan lagi,mereka untuk pertama kali tidur berpelukan.Karena wajah asli Gabriel sudah terbongkar,perasaan bersalah dan menyalahkan diri sendiri di dalam lubuk hari Sherin sebelumnya,seketika berkurang.


Sherin itu,walaupun bukan sesosok malaikat, orang-orang menginginkan nyawanya,wanita itu malah masih tidak mendendam pada musuhnya.

__ADS_1


Berpikir tentang hari ini,kalau Devan mempercayai Gabriel, kalau begitu yang hilang bukan hanya cintanya,mungkin juga kebebasannya.


Bagaimana pun kekuatan keluarga Devan,jika mau membuatnya mendekam di penjara seumur hidup,juka tidak susah.


Jadi,setelah sejak saat ini,Sherin tidak ada lagi perasaan bersalah terhadap Gabriel.Terhadap Devan,dia juga tidak akan dengan mudah melepas tangan.


Sherin juga sudah mengerti,hidup di dunia sekarang ini, bukan karena dirimu baik, bukan juga karena dirimu tidak mendendam, makanya bisa ada akhir cerita yang bagus. Sewaktu kejadian, selain gadis bontet,terlihat sepertinya mau keluar untuk membantunya berbicara, semua orang yang di kenal memilih untuk menyembunyikan tangan dan menonton di samping.


Berpandangan bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan mereka, hati yang sangat dingin, namun juga adalah fakta sebenarnya yang sebelumnya belum pernah ada.


Hal ini juga yang membuatnya mengerti sekali lagi perasaan Devan terhadap dirinya, di dalam hatinya diam-diam berharap andai di kehidupan ini, Devan tidak menyerah terhadap cintanya, kalau begitu,Sherin juga tidak akan pernah meninggalkan laki-laki itu.


Hari ke dua, jarak ke tahun baru china,masih ada dua hari lagi.


Kerjaan Devan juga bukan karena sudah akhir tahun menjadi berkurang,pagi hari setelah menemaninya makan sarapan pagi, masih pergi ke kantor.


Devan baru saja pergi,Yuta yang mengangkat satu kantong besar sayur dan makanan pun datang ke sana.


Sherin mengira,kalau Devan itu ada barang yang tertinggal,jadi bertanya pun tidak,langsung membuka pintu, lalu berkata "Devan,apa kamu melupakan sesuatu..."


Selanjutnya, di balas dengan tatapan mata terkejut dari Yuta.


Di mata Yuta,terbesit selapis luka, Sherin merapatkan bibir, seketika merasa kaku,juga agak....tidak enak hati....


"kakak sepupuku datang ke sini?" Yuta menunduk, lalu kelihatan sendal yang di letakkan di depan pintu.


Sherin mengerutkan alis,mengangkat tangannya,memegangi kepala, tanpa menjawab menunduk,


"dia,semalam tidur di sini?" tanya Yuta lagi.


Sherin bengong,tentu saja tidak terpikir olehnya, Yuta bisa bertanya seperti ini, dari raut wajahnya Sherin terlihat agak malu, membelokkan badan,menunjuk ke arah tempat makan, mengubah topik pembicaraan, "itu,kamu sudah makan pagi belum?"


"Sherin,kamu kenapa bisa seperti itu kepadaku?" Yuta melihat ekspresi Sherin sudah sangat baik membalas Devan.

__ADS_1


Sekali tangan Yuta lepas, barang di tangannya terjatuh berserakan di lantai, Yuta terlihat seperti sudah menerima pukulan yang kuat....


JANGAN LUPA VOTE NYA!!!🙂


__ADS_2