Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Tidak akan berpisah walau hidup atau mati


__ADS_3

Sherin memukul dada Devan dengan kuat, "jangan sembarangan ngomong!" setelah itu Sherin berjalan ke atas.


"Sherin,apakah suatu hari kamu akan berjuang seperti ini demi nyawaku?" Devan berdiri di tempat dan berteriak kepada Sherin yang berada di depannya.


Langkah Sherin berhenti, setelah beberapa saat dia mengangguk. Walaupun di sekelilingnya sangat gelap,Devan tetap bisa melihatnya.


Devan merasa sangat senang, dia berlari ke arah Sherin seperti anak-anak, lalu memegang tangan Sherin. Menarik Sherin untuk berjalan ke atas.


Melihat pria di sisinya, Sherin benar-benar berharap perjalanan ke atas bisa lebih jauh,bahkan dia berharap untuk tidak akan pernah bisa melepaskan tangan Devan selamanya.


Waktu turun dari atas sana, Sherin terus berjalan mengikuti perasaannya.Tetapi Devan yang juga ikut Sherin turun ke bawah tebing tanpa syarat.


Sekarang Sherin merasa dirinya agak gila pada waktu itu.Tetapi waktu itu Sherin merasa sangat bingung dan tidak menyadari tingkah lakunya.Meski begitu, pria ini tetap mengikutinya walaupun dia sedang dalam keadaan sadar ,bahkan pria ini juga tidak bertanya lagi pada saat Sherin tidak ingin menjelaskan lagi.


Apakah ini termasuk tidak akan berpisah walupun hidup atau mati?


Devan tidak merasa takut lagi setelah Sherin memiliki kemampuan yang aneh seperti itu.Dia malah merasakan khawatir untuk Sherin.Tetapi...

__ADS_1


"Devan!" suara Gabriel menarik Sherin kembali ke realitas. Sherin langsung melepaskan tangannya yang sedang di pegang oleh Devan sebelum semua orang melihatnya. Sherin menyembunyikan ekspresi ketakutannya.


Tentu saja Devan merasa sakit hati melihatnya.


"Sherin"


"Devan"


Suara Gabriel dan Yuta secara bersamaan.


"Sherin,apakah kamu Baik-baik saja?" Yuta mengulurkan tangannya,lalu memeluk Sherin. Sherin mendorong Yuta perlahan, dan matanya tertuju pada tatapan Devan yang terlihat penuh emosi.


"Devan,mengapa kamu harus ikut melompat ke bawah? itu sangat lah berbahaya, apakah kamu sudah tidak ingin hidup lagi?" Gabriel mengeluh sambil melihat tubuh Devan yang penuh dengan luka.


Devan mengerutkan alisnya dan menatap wanita di hadapannya ini, "bukan kah kamu seharusnya bertanya tentang kondisi kakak mu dulu?"


Gabriel merasa badannya menjadi kaku.Setelah beberapa saat dia berkata, "benar. Devan,bagaimana dengan kakak ku? tadi ada yang bilang kalau dia masih hidup"

__ADS_1


Devan menatap mata Gabriel dengan dalam, "kondisi yang jelas masih belum di ketahui, mereka akan naik sebentar lagi"


Setelah berkata, Devan menoleh ke Sherin yang tidak berbicara sama sekali. Devan melihat luka di tubuh Sherin dan berkata kepada Yuta, "kamu antar dia ke rumah sakit!"


"tidak, aku tidak mau!" Sherin menolak. Setelah itu dia berkata, "aku ingin melihat bagaimana kondisi pria itu"


Mendengar itu,Gabriel mengerutkan alisnya dan melihat ke Sherin, "kak Sherin, apakah kamu mengenal kakak ku?"


Sherin merasa sedikit jijik mendengar suara Gabriel.Wanita ini benar-benar luar biasa, dia masih bisa dengan tenang memanggil nama Sherin walau dia sudah memiliki keinginan untuk membunuh Sherin. Sherin hanya mengangguk.


Kemudian berkata "Nona Gabriel, saya tidak mengenal pria itu, tadi saya cuma merasa penasaran makanya saya ingin turun untuk membantu" setelah berkata, Sherin melihat ke arah lain, berusaha menyembunyikan ketakutannya.


"oh.Aku mengira kamu mengenal kakak ku, setalah melihat kamu yang begitu emosi tadi.Sherin, terima kasih" Gabriel melihat Sherin dengan tatapan yang lembut.


Kemudian dia menarik lengan Devan dan berkata, "Devan, Sherin benar-benar wanita yang baik hati.Dia bersikap baik walau terhadap orang yang tidak dia kenal"


Terimakasih....

__ADS_1


Mohon dukungannya like dan komen,,,


Love you all...


__ADS_2