Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Akhirnya Membuahkan Hasil


__ADS_3

"Kamu, kamu benar-benar tidak pernah menyentuh wanita lain lagi selama empat tahun ini?"


Ekspresi Devan menjadi suram, "apa kamu memiliki hati nurani?"


"bagaimana aku tahu? itu siapa, yang dulu berbohong padaku dan mengatakan bahwa saat itu adalah malam pertama?" Clover mengangkat alisnya.


"apa kamu merasa sekarang itu adalah waktunya untuk berdebat?" bibir tipis Devan mendekati telinga Clover dan berbisik.


Clover hanya terasa hatinya pelan-pelan melompat.Pipinya mulai terasa panas, tubuh dan semangatnya terasa sangat tegang.


Meskipun kedua orang ini telah bersama sebelumnya sebanyak dua kali, tetapi pada pertama kali tanpa memiliki kesadaran, dan kedua kalinya mereka tidak memiliki mood, hanya kali ini....


Devan melihat perubahan pada tubuh Clover, dan tatapannya semakin mendalam.


Dia menundukkan kepala, bibir tipisnya menggigit di daun telinga Clover, dengan pelan-pelan mengeluarkan suara yanga bernada rendah, "maukah?"


"ha?" Clover menarik nafas dalam dalam, mulai berpura-pura bodoh, tetapi hatinya sangat tegang....


"Clover..." jari-jarinya yang ramping menyentuh lembut di wajahnya, "aku benar-benar sangat mencintaimu"


Pada saat ini, perlawanan Clover di kalahkan. Dia kembali sadar dan mengangkat tangannya, merangkul leher belakangnya dan berinisiatif untuk menciumnya.


Pada malam itu, meskipun bukan malam pertama untuk keduanya, tetapi lebih baik dari pada malam pertama......

__ADS_1


Clover tidak pernah tahu, Devan yang begitu dingin, dalam hal ranjang, nafsunya bagai api. Sepanjang malam, pria itu seperti serigala lapar yang tidak tahu kenyang, meminta tanpa henti.


Sehingga keesokan harinya, ketika dia bangunan, matahari di luar sudah terbit tinggi.


Memutar badan ke samping, sudah tidak ada sosok Devan lagi, dan tangannya secara otomatis menyentuh, terasa dingin.


Di perkirakan, dia sudah lama bangun.


Clover menggerakkan tubuhnya, langsung terasa seluruh tubuhnya seperti di tabrak mobil, sakit pegal, tidak berdaya.


"sudah bangun, apa kamu lapar?" terdengar suara yang tidak asing, sebuah bayangan hitam menekannya, lalu wajahnya langsung berkeringat.


Clover memikirkan segala sesuatu yang terjadi pada mereka berdua semalam, tiba-tiba dia merasa malu dan tidak dapat berkata,


Devan menekannya dan tidak ingin melepaskannya, dia mengerutkan alisnya, dan bertanya dengan suara rendah, "sikapmu benar-benar buruk, apa kamu benar-benar tidak puas?"


Clover memelototi nya, "kalau kamu sembarang berkata lagi, aku tidak akan melayani mu lagi"


Mengetahui bahwa wajahnya sudah terlihat seperti udang rebus, Devan juga tidak lagi menertawakan nya, membungkukkan badannya dan menciumnya, tapi kemudian dia tersadar sesuatu.


Bangun, membuka selimut, kedinginan membantu Clover kembali tersadar, dengan tegang dia menutup bagian dadanya, "kamu....apa yang kamu lakukan?"


"menggendong kamu untuk mandi, atau kamu pikir kamu masih bisa bergerak?" dia mengatakan dengan serius, tetapi Clover sangat malu dan jengkel, mengapa dia yang bekerja keras tadi malam, tetapi akhirnya, dia seperti orang yang tidak terjadi apa-apa, namun tulang-tulang tubuhnya hampir saja hancur berantakan .

__ADS_1


Keduanya selesai mandi, dan ketika mereka turun, Devan mengulurkan tangan dan mencoba membantunya, tetapi di dorong oleh Clover.


"kakak ipar, ada apa dengan kakimu" Tifa terlihat seperti bangun tidur, rambutnya tidak di sisir, duduk di atas meja makan, terlihat ketika Clover berjalan kakinya tampak bergetar. dengan sengaja mengangkat alisnya dan bertanya....


Clover menundukkan kepalanya dan sudah hampir sampai di dadanya.


"apakah ketika makan pun kamu tida bisa menyumbat mulutmu?" Devan memelototi nya, mengulurkan tangannya,langsung merangkul di pinggangnya dan menggendong Clover dengan lembut, lalu meletakkannya di bangku ruang makan.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


Mohon maaf bila masih banyak typo🙏

__ADS_1


__ADS_2