
Sherin berpikir, betapa beruntungnya jika dia bisa memiliki setengah dari kemampuan Felice.
"aku hanya terlalu bahagia untuk berkata apa pun.Aku tidak bilang aku tidak ingin belajar di sini," Sherin langsung menjawab.
Dia berdiri dan membungkuk kepada Felice, "tante...ah tidak, guru Felice, saya akan merepotkan anda dalam beberapa waktu saat belajar ini."
Sikap Sherin yang serius membuat Devan dan Felice tertawa.
"kalau begitu, tante, aku pergi ke kantor dulu. Sherin..."
"Devan,apa kamu takut kalau aku akan memakan dia? cepat pergi sana!"
Devan menundukkan kepalanya dan menoleh ke Sherin, "malam ini kita akan makan malam bersama" setelah itu, Devan meninggalkan ruangan.
Ini merupakan mengumumkan hubungan dia bersama Devan pertama kali. Sherin merasa sedikit malu dan tidak tahu harus bagaimana mengahadapi Felice setelah Devan pergi.
__ADS_1
"kamu ikut aku dulu!" Felice tiba-tiba berkata.Tidak tahu apakah itu khayalan, Sherin merasa nada suara Felice agak berbeda dengan tadi.Tetapi dia tidak berani banyak berkata, lalu mengikuti Felice masuk ke dalam ruang penata rias.
"Tutup pintu!" Felice duduk di depan cermin dan melihat ke Sherin. Sherin merasa sedikit takut dengan tatapannya, Felice mengambil beberapa botol yang bertuliskan 'cairan penghapus make-up' dan berkata dengan dingin, "hapus riasan mu!"
Mendengar kata-kata Felice, Sherin hampir jatuh ke lantai. Detik selanjutnya,wajah Sherin menjadi pucat dan bibirnya mulai bergetar.
"Gu....ru...." Sherin sama sekali tidak kepikiran, suatu hari yang pertama kali mengetahuinya adalah Felice.
"Make-up mu sangat bagus!" Felice memuji, tetapi tidak ada ekspresi di wajahnya, Sherin menundukkan kepala, menggigit bibir bawahnya, dia tidak tahu harus menjawab apa.
"aku di saat pertama kali mendekati mu pada waktu itu, aku sudah mengetahui kamu sedang menyembunyikan dentitas mu, pada saat itu,aku tidak membongkar rahasia kamu, karena aku merasa,semua pasti mempunyai rahasia sendiri. Aku tidak berhak untuk ikut campur tangan" dia berdiri,mengelilingi Sherin, menyamping dan menempel ke wajah Sherin.Dengan teliti dia melihat lagi, dia lanjut berkata,
Sherin mengerti apa maksudnya.
Dia meragukan sebentar,kemudian dia menarik nafas panjang, mengambil kapas yang ada di atas meja rias,lalu menuangkan make-up remover, tangannya sedikit bergetar, jadi,terlalu banyak menuangkan,cairan yang sejuk mengalir sampai ke lengannya, rasa sejuknya seolah-olah sampai ke dalam hatinya. Rasanya sejuk.
__ADS_1
Kemudian dia menggunakan kapas itu bolak-balik menghapus, tampilan yang baru dan terlihat segar muncul di hadapan Felice.
Felice pernah berpikir, wanita ini tidak jelek,mungkin penampilan aslinya lumayan enak di pandang.
Tetapi, saat dia melihat wajah aslinya.... mungkin karena dia sudah terbiasa melihat sesuatu yang cantik, saat ini dia tidak bisa berhenti melihat beberapa kali lagi.
Akan tetapi.....
Penampilan dia yang begini cantik, kenapa harus memperlakukan diri sendirinya seperti ini?
Dia pernah melihat orang lain,berusaha menutupi segala kekurangannya, tetapi ini pertama kali, dengan berdandan orang ini menutupi kelebihannya.
Terimakasih....
Mohon dukungannya like dan komentar,,
__ADS_1
jangan lupa vote...
Love you all....