
Mendengar kata-kata Simon,mbok Lili keluar dari dapur dan melihat ponsel Simon.Tentu saja mbok Lili juga merasa kaget, "oh,benar-benar sangat mirip" mbok Lili berkata sambil menyeka tangannya dan sambil memeluk Simon yang jelas juga terlihat merasa kaget.
"mbok, apakah wanita itu adalah ibuku?" Simon bertanya.Dia berusaha menahan air matanya.
"benar-benar sangat mirip"
Sherin tahu wanita di dalam vidio itu adalah dirinya sendiri.Tetapi detik ini, Sherin malahan merasa kecewa.Ternayata di dalam hati Simon, dirinya hanya seorang mama pengganti.Kemudian dia menuangkan sup ke dalam mangkuk dan diam-diam memakan sup itu.
Devan meletakkan sepotong daging ikan ke ke dalam mangkuk Sherin, dan berkata, "dia masih kecil,jangan terlalu di pikirkan!"
Sherin mengerutkan alisnya sambil menggigit bibir bawahnya. Meskipun dia merasa terhibur oleh Devan, tetapi dia tidak tahu apakah dia harus bahagia atau sedih.Kalau suatu hari, Devan tahu identitas dan penampilannya yang asli, apakah Devan akan sangat marah?
"papa, bisa kah kamu bantu aku untuk menanyakan apakah wanita itu adalah ibuku?!" Simon berlari ke sisi Devan dan mengayunkan lengannya.Wajah kecilnya tidak tahu sejak kapan sudah di basahi air mata.Ekspresi wajah Devan sangat tidak ramah, dia meletakkan sumpit di atas meja dengan berat.
"Tuan, Simon tidak memiliki ibu sejak dia kecil.Dia masih anak kecil, wajar jika dia ingin mencari tahu ibu kandungnya" melihat Devan sudah ingin marah, mbok Lili menarik Simon ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"buat apa kamu mencari wanita yang melahirkan kamu dan kemudian tidak menginginkan kamu?" Devan berkata dengan dingin.
Mendengar kata-kata Devan, tanpa sengaja sumpit Sherin jatuh ke lantai. Sherin menggigit bibir bawahnya sendiri, detik ini, dia tiba-tiba memiliki keinginan untuk berdiri dan mengakui identitas aslinya.Tetapi setelah beberapa saat, Sherin tersadar dan keinginan itu menghilang. Sherin mengambil sumpit yang berada di lantai dan menghela sebuah nafas yang panjang.
"duduk dan makan lah!" Devan memerintah.
Simon hanya meliriknya dengan emosi.
"aku benci kamu!" tiba-tiba Simon berteriak.Dia mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan berlari ke kamar tidur yang berada di samping ruang tamu.
Sherin membuka pintu dan mendengar suara yang kecil tengah menangis "Simon...." Sherin berdiri di sisi tempat tidur dan melihat Simon yang berbaring sambil menangis. Sherin pun ikut merasa sedih.
"mama..." mendengar suara Sherin memanggilnya, Simon langsung bangun dan memeluk paha Sherin. "mama, aku kangen ibu. Semua orang punya ibu kecuali aku..." Simon semakin merasa sedih.
Celana jeans Sherin yang tebal pun sudah di basahi air mata Simon, Sherin duduk di sisi tempat tidur,lalu meluk Simon. Sherin tidak bersuara dan membiarkan Simon menangis di pelukannya. Hingga suara menangis Simon mengecil, baru lah Sherin mengangkat kepala Simon sambil menggelengkan kepalanya, "Simon,beberapa tahun ini ibumu tidak datang untuk mencari kamu karena mungkin dia memiliki alasan yang terpaksa."
__ADS_1
"kalau begitu, bisa kah mama bantu bilang ke papaku? aku hanya ingin bertemu dengan wanita itu.Aku hanya ingin tahu,apakah dia itu adalah ibuku....mama..." Simon mendongak kepalanya dan melihat ke mata Sherin.Di dalam tatapan Simon,Sherin melihat sebuah harapan.
Tetapi,Sherin harus pergi meminta Devan untuk mencari dirinya? apakah hal ini mungkin?.....
Bersambung...
# biasanya, hari minggu aku tidak up,,,,tapi sekarang akan aku usahakan untuk up 3 part....
bisa di bilang untuk mengganti up hari Kamis dan kemarin😁
Mohon dukungannya like dan komen, biar tambah semangat nulisnya....
Vote dan Rate nya juga,,,jika berkenan tips nya juga boleh...karena untuk author remahan seperti aku sangat alhamdulillah🤗
Terimakasih......
__ADS_1