
Setelah mereka pergi,ada seorang perawat datang untuk membantu Sherin merapikan barang-barang "pria itu tidak tahu sedang bermasalah dengan siapa, padahal semalam dia sudah bisa pulang ke rumahnya, tetapi kakinya malah di patahkan oleh beberapa orang"
"kakinya patah?" mendengar kata-kata perawat, Sherin tiba-tiba ingat pada tongkat yang di pakai oleh manager Lupus tadi, tetapi Sherin berpikir dirinya tidak mukul kakinya....?
"ya,saya mendengar alat kelaminnya juga di hilangkan oleh orang orang itu"
Sherin yang sedang minum langsung memuntahkan airnya dan menoleh ke perawat itu dengan wajah kaget.Tidak perlu berkata, siapa yang membuat masalah ini.Orang yang bisa membuat masalah ini sampai tidak ada yang tahu siapa itu,hanyalah Devan.
Ini adalah pertama kalinya Sherin melihat kekejaman Devan.Tetapi Sherin tidak merasa kasihan sedikit pun kepada pria itu. Karena memang pria itu sedang menerima akibat dari perbuatannya.
"sudah siap semuanya?" Devan bertanya dengan tiba-tiba.
Melihat Devan masuk kedalam ruangan,perawat itu segera bergegas keluar dari ruangan.Melihat Sherin yang terus menatap dirinya dengan alisnya mengerut, Devan memeluknya dan memberikan sebuah kecupan di pipi Sherin, "Nona Sherin, apakah kamu menyukaiku?"
Melihat pintu ruangan yang masih terbuka,wajah Sherin langsung memerah. Sherin masih tidak terbiasa dengan Devan yang memperlakukan dirinya seperti ini.
__ADS_1
"apakah dia sudah datang dan meminta maaf kepada kamu?" Devan melepaskannya dan mengambil jaket untuk menutupi tubuh Sherin.
"kamu yang membuatnya menjadi begitu kan?
" kalau kamu masih merasa tidak puas,aku bisa...."
"jangan, sudah cukup!" Sherin memotong kata-kata Devan.
Meskipun cara Devan sangat kejam,tetapi ini adalah solusi terbaik untuk menghindari pria itu mengulangi hal ini lagi.
"Uang ini, aku tidak mau.Kamu cari waktu, dan kembalikan ke dia!" pria itu sudah di hukum sesuai perbuatannya dan itu sudah cukup bagi Sherin.
"untuk apa mengembalikan ke dia?"
Meskipun jumlah uang itu sangat banyak bagi Sherin, tetapi dia tidak ingin menerima uang seperti ini.
Devan meliriknya,lalu melingkari pinggang Sherin, "Boleh.Asal kamu bahagia saja.Kalau begitu,ayo kita pulang ke rumah"
Pada saat ini, ada orang yang memasuki ruangan dan mengangkat koper Sherin. Devan membantu Sherin untuk berjalan.
__ADS_1
"kalau tidak, kamu tunggu aku di bawah saja!" pada saat sudah hampir sampai di depan pintu, Sherin tiba-tiba melepaskan dirinya dari pelukan Devan dan berdiri di samping.
Devan mengerutkan alisnya, "apa maksud kamu?"
"mana ada orang yang menjadi selingkuhan sampai terus terang begitu" jawab Sherin menyindir.
Mendengar kata-kata Sherin, Devan malah tersenyum, dia mengetuk dahi Sherin dengan jari telunjuknya "selingkuhan apa? jangan sembarangan kalau bicara!"
"kamu itu masih bertunangan dengan Gabriel, apa statusku kalau bukan selingkuhan?"
Devan berhenti sejenak,lalu menganggukkan kepalanya "beberapa hari ini, aku sudah menyuruh Dylan untuk mengatur acara konferensi pers wartawan.Aku akan membatalkan perjanjian pernikahan dengan Gabriel ke publik"
Sherin merasa kaget, dan menatap ke Devan, "apa dia sudah setuju?"
Devan mengangguk, "dia datang menjenguk kamu waktu dia mendengar masalah kamu, tetapi kamu belum sadar dari pingsan waktu itu, jadi dia langsung pulang."
Menjenguk dirinya? alis Sherin mengerut. Seorang wanita yang ingin membunuhnya, datang menjenguk dirinya? dulu,Sherin akan percaya.Tetapi sekarang, Sherin sudah tidak percaya dan malah merasa tidak aman di dalam hatinya.
Terimakasih...
__ADS_1
Mohon dukungannya like dan komen,,,
Love you all