Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Pergi Ke Perusahaan Ayahnya (Gabriel)


__ADS_3

Saat ini, Gabriel tidak bisa menahan diri lagi, dia tersenyum dengan dingin dan berkata, "kau kira dia benar-benar menyukaimu? ku beritahu sesuatu, dia itu sudah mencintai seorang wanita, selamanya jangan berharap kalau dia akan mencintaimu" nada bicaranya sangat tidak enak di dengar, terdengar sangat marah.


Tetapi sebaliknya, Clover sangat menikmati reaksinya. dia juga tahu siapa yang di maksud olehnya, Sherin, itu dia....


Tiba-tiba terbesit sesuatu di pikirannya, dia berpura-pura terkejut dan mendongak serta bertanya, "ada seorang wanita? apakah itu anda, Nyonya Gabriel?"


Melihat wajah Clover yang terkejut itu, Gabriel merasa sangat senang, kelihatannya wanita ini tidak tahu mengenai Sherin, dia duduk kembali lalu mengucapkan kata demi kata dengan sangat jelas, "tentu saja bukan aku, tetapi seseorang yang sudah mati!"


Clover menundukkan kepalanya, sudah mati, ya, Sherin memang sudah mati...


Tetapi Clover, hidup kembali. Sebenarnya, pada awalnya, dia tidak ingin di hari pertama dia kembali ke negara ini, dia langsung berkonfrontasi dengannya, tetapi dia yang memprovokasinya, tidak ada cara lain, dia terpaksa memajukan harinya.


Dia batuk dengan pelan, sengaja membuat suaranya terdengar lirih, "tidak apa-apa, hatinya tidak ada padaku, tetapi raganya ada padaku, aku sudah sangat merasa puas, lebih baik di bandingkan dengan beberapa orang yang tidak mendapatkan baik hatinya mau pun raganya, benar tidak?"


"kau....baik, aku menunggu hari di mana kau di campakkan olehnya" setelah itu dia berdiri dan mengambil tas yang ada di sampingnya lalu pergi keluar.


Dia mencegat taksi dan langsung pergi ke perusahaan ayahnya.


.....


"pa, wanita itu sudah muncul, bagaimana ini?" saat dia sampai di kantor ayahnya, Gabriel langsung berkata dengan tidak sabar.


Pena dia tangan ayahnya kaku di udara, dia mengerutkan alisnya, "apa maksud kamu?"

__ADS_1


"itu, wanita yang melahirkan Simon, hari ini ternyata dia sudah kembali kemari, aku bertemu dengannya di perusahaan Ningga, dia juga mengakui kalau dia sekarang bersama dengan Devan...."


"Brakkk...." ayah Gabriel membanting penanya dengan keras ke atas meja, lalu berdiri, dia menatap Gabriel dengan dengki, "kamu pergi mencarinya?"


Gabriel kaget melihat ayahnya marah seperti itu, dia merendahkan suaranya, "aku....aku ingin pergi untuk menyelidikinya, tidak aku duga dia begitu tidak tahu malu, ternyata malah mengakui, kalau...."


"plakkk...." ayah Gabriel menampar nya, "dasar bodoh!"


Gabriel pun jatuh karena ditampar oleh ayahnya, dia tidak mampu berdiri untuk waktu yang lama, "pa, aku...."


Ayah Gabriel maju beberapa langkah dan berjongkok di depan Gabriel, tangannya yang besar mencekik leher Gabriel, "waktu itu, siapa yang mengijinkan kamu untuk membiarkan Devan mengalihkan saham itu kepadanya? ku beritahu padamu, jika pada akhirnya kamu membuatku kehilangan semuanya, aku tidak akan mengampuni mu. lebih baik kamu pikirkan dengan baik-baik "


Selesai bicara, dia langsung melepaskannya.


"Devan, Devan, apakah kalau kamu bercerai darinya, kamu akan mati?" ayah Gabriel dari awal sudah sangat marah, saat Gabriel menyebutkan nama Devan, dia tidak tahan untuk memotong perkataannya.


Gabriel tahu kalau ayahnya sedang emosi, jadi dia tidak berani berkata apapun lagi.


Semenjak ayahnya mengetahui kalau dia mengalihkan sahamnya kepada Devan, beberapa tahun ini sikap ayahnya terhadapnya semakin lama semakin buruk.


Kadang-kadang dia juga merasa kalau dirinya itu sangat menyedihkan, ternyata bagi ayahnya, dia tidak lebih penting daripada harta....


.

__ADS_1


.


.


Bersambung....


.


.


Jangan lupa tekan like dan komen bawelnya ya!!!


Oh ya, hari ini kan hari senin, Mpu mau ngemis Vote ah....


Love dan hadiahnya juga😃😍


Yang sudah kasih, Mpu ucapkan,


Terimaksih....


Love you all


💖❤💖❤💖

__ADS_1


__ADS_2