
Momo kembali dua jam kemudian, ketika dia masuk ke dalam rumah, melihat Devan merangkul pinggang Clover duduk di sofa, jarang-jarang dia tidak memberi respon, hanya memutar kepala melihat Simon dan tersenyum padanya, kemudian Simon mengelus kepalanya.
Kemudian dia baru tahu, ternyata Simon menggunakan sudut pandang anak-anak,memberi tahu Momo kalau hidup Devan tidak mudah beberapa tahun ini.
Tetapi dia masih juga belum mau memanggil Devan papa.
Pada malam hari
"kamu benar-benar tidak ingin kembali bersamaku ke kota?" Devan berdiri bersandar di kusen pintu toilet dengan kedua lengan memeluk dadanya.
Clover sedang mengoles produk perawatan, lalu mengangguk, "ya, tunggu beberapa hari lagi"
Dalam beberapa hari ini, dia akan menandatangani kontrak dengan perusahaan film dan televisi. Kalau sukses menandatanganinya, CX akan mendapat posisi baru dalam bidang ini, jadi dia tidak ingin pergi.
Devan agak kecewa, tetapi Devan tahu kalau Clover sangat menyukai pekerjaannya, dia menghormati nya, meskipun keluarga Ningga tidak perlu membiarkannya bekerja begitu keras.
"aku akan membuatnya mendapatkan hukuman yang pantas," dia tiba-tiba berkata.
Tangan Clover tiba-tiba berhenti, mengangkat tangannya, melepaskan bando di kepalanya, sisir bahan kayu di rambutnya, menyisir beberapa kali, membalikkan badan dan melihat Devan, "aku ingin melakukannya sendiri"
__ADS_1
Dia ingin melakukannya sendiri, ini adalah Gabriel yang berhutang padanya.
Kehidupannya hampir hancur karena Gabriel, kalau membalas dendam dengan tangan orang lain, perasaan dendam yang terpendam di dalam hatinya tidak akan berkurang.
Gabriel begitu peduli dengan Devan, maka dia juga akan membiarkannya merasakan rasa kehilangan.
Devan menundukkan kepalanya dan menatap Clover, "dia terlalu licik, aku takut kamu akan mendapat masalah, atau..."
Jari Clover langsung menyentuh bibirnya yang tipis itu, menggelengkan kepalanya, tersenyum, dan ada nekad kuat di matanya, "tidak peduli seberapa licik,kamu akan tetap ada di belakangku,apa yang harus aku takutkan?" dia berpikir dan berhenti sejenak, kemudian berkata lagi, "setelah kamu kembali, kamu pura-pura tidak terjadi apapun,oke? sisanya, biarkan aku yang melakukannya "
Luka yang Gabriel berikan padanya, bukan hanya dengan membunuhnya bisa membuat dia terasa lega.
Dalam empat tahun ini, rasa sakit kehilangan orang yang dia cintai, bagaimana pun dia harus membiarkannya merasakan ini, dan dia harus mencari tahu tentang hubungan ayah Gabriel dan ibunya.
"bagaimana? dia menyebabkan aku mendapat begitu banyak penderitaan, kamu seharusnya biarkan aku saja yang melakukan balas dendam, agar aku bisa mengurangi rasa kebencian dalam hatiku. Lagi pula kamu harus menurut padaku oke?!" nada suaranya sedikit manja, membuat Devan sama sekali tidak bisa menolak, dia berpikir lalu maju ke depan, memeluk pinggang Clover dari belakang, "boleh saja kalau kamu ingin aku menurut denganku, apa ada imbalannya?"
Tubuh Clover menjadi tegang, "Devan, apa kamu sudah berusia 30 di tahun ini?"
Devan tidak mengerti maksud dari pertanyaan ini, dia menjawab dengan serius, "31"
__ADS_1
"oh, kalau begitu benar, apakah kamu pernah membaca buku, seseorang mengatakan, biasanya pria setelah usia tiga puluh tahun, harus mengontrol dirinya di bidang tertentu."
Devan pada awalnya tertegun, dan kemudian menjawab, "pria yang kamu katakan adalah pria biasa, mana ada hubungannya denganku" ucapannya belum selesai di katakan, jari-jari ramping telah menyelinap ke dalam pakaiannya.....
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
Mohon dukungannya like dan komen....
__ADS_1
Terimakasih
Love you all