Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Pertama kali di marahi


__ADS_3

Devan berhenti melangkah kan kakinya dan menoleh, dia menatap ke arah Yuta lalu berkata "hubungan yang tidak akan bisa terpikir oleh kamu!" setelah itu, dia melihat ke arah Sherin lagi dan bertanya kepadanya "kamu tidak mau pergi bersama aku?"


Sherin menggelengkan kepalanya dan kemudian dia menunduk kan kepalanya lagi. Sherin sudah beberapa minggu tidak berjumpa dengan Simon, dia sangat merindukan anak itu. Kemudian Sherin menarik kembali tangannya sendiri dari genggaman Yuta dan berkata "aku akan pergi dulu!"


Setelah itu Sherin mengikuti Devan di belakang nya dan meninggalkan tempat acara Penyiaran.Kejadian hari ini terlalu membingungkan bagi Sherin.Yuta adalah sepupu Devan? kalau begitu tidak mungkin Yuta berasal dari keluarga yang kurang mampu.tetapi Yuta selalu bertingkah seperti orang sederhana di sekolah nya dulu....


Apa yang sedang terjadi? sampai di gerbang pintu, Sherin masih memikirkan tentang masalah ini. Dia tidak menyadari kalau ekspresi Devan menjadi semakin lebih jelek.


aku selalu memikirkan tentang dia setiap hari dan dia berkata bahwa kita tidak dekat?..Devan terus kepikiran akan ucapan Sherin tadi.


Melihat Devan dan sherin yang keluar secara bersama sama, Dylan mengangkat alisnya. Pantas saja Devan menyuruh Dylan untuk kembali lagi!


ketika Sherin ingin membuka pintu depan mobil, Devan menarik lengan Sherin dan menyuruhnya untuk duduk di belakang. Sherin merasa agak sedikit aneh dan bingung.


"dia bukan lah orang yang bisa kamu dekati, jauhi dia!" Devan duduk di samping Sherin dan berkata dengan nada dingin.


Sherin menoleh ke arah jendela dan menghela kan nafas yang panjang. kemudian melihat ke Devan dan berkata "Tuan Devan, boleh kah anda mengerti akan semua situasi terlebih dulu sebelum menghina saya? Yuta sendiri yang ingin mencium saya, dia yang tidak ingin melepaskan tangan saya. kalian semua mengira kalau semua wanita ingin mendekati semua pria yang kaya raya seperti kalian? kalian mengira, kalian itu siapa?" Sherin menjawab dengan sangat emosi. Sherin mencoba untuk membuka pintu mobil, tetapi pintu mobilnya terkunci.Dia tidak bisa menahan dengan emosinya lagi dan memukul badan mobil dengan air matanya yang terus mengalir.

__ADS_1


Dia benar benar ingin bertanya kepada Devan, mengapa harus menggunakan cara seperti itu untuk memiliki anak. Sherin ingin berkata kepada Devan bahwa dia telah menghancurkan kehidupannya Sherin. Tetapi tidak ada kata kata yang keluar dari bibir Sherin.Dylan dan Devan tentu saja merasa sangat terkejut melihat emosi yang di keluarkan oleh Sherin.


Dylan menelan sebuah nafas yang bergetar. dia ingin tahu apa kah yang akan terjadi setelah Sherin marah besar kepada Devan. karena Devan di lahir kan dari keluarga yang kaya raya, tidak ada yang pernah marah kepada Devan sampai seperti itu.


Devan merasa seharusnya dirinya lah yang marah dan mengusir wanita ini dari dalam mobilnya,tetapi anehnya Devan tidak marah dan malah merasakan sakit hati yang dia rasakan malam itu ketika dia melihat air mata Sherin.


Devan mengulurkan tangannya kepada Sherin dan memeluk Sherin untuk menenangkan nya,dagunya berada di atas kepala Sherin dan berkata dengan nada suara yang lembut. "dia sudah akan menikah.Jika orang lain mengetahui hubungan kamu sama dia, maka kamu yang akan di rugikan" Sherin sepertinya teringat apa setelah mendengar kan kata kata Devan, dia ingin melepaskan dirinya dari pelukan Devan.Tetapi Devan malah menahan Sherin dengan lembut dan berkata "maaf kan aku!"


satu kata 'maaf' itu langsung membuat Sherin kehilangan tenaga untuk melawan lagi. apakah benar Devan sedang meminta maaf kepada dirinya? apa kah dia tidak salah dengar?


"pulang ke rumahku!" Devan memerintah kepada Dylan. Dylan hanya mengangguk dan mulai menghidupkan mesin mobil. karena itu, Sherin baru teringat kalau di dalam mobil ini masih ada orang ke tiga dan dia pun segera bangkit dari posisinya. Sherin melihat Devan dengan tatapan yang merasa tidak enak, tetapi hatinya merasa gugup.


Sherin sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah berhubungan lagi dengan pria mana pun di kehidupan ini.Tetapi pelukan dan satu kata 'maaf' dari Devan tadi membuat hatinya merasa tersentuh.


Dia sudah bertunangan. kamu harus sadar diri....Sherin berkata kepada dirinya sendiri dan menoleh ke samping arah jendela sambil terus menggigit bibirnya.


Suasana menjadi sunyi setelah itu. Suasana yang menegangkan ini membuat Sherin merasa sedikit sesak nafas.tetapi untungnya perjalanan ke rumah Devan hanya membutuhkan waktu 20 menit lebih. setelah tiba di rumah Devan, sherin bergegas turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah Devan.

__ADS_1


Di dalam mobil....


"kamu serius kali ini?" Dylan melihat ke arah kaca spion belakang dan bertanya kepada Devan. Devan menjawab pertanyaan dari Dylan sambil menatap ke Sherin yang sudah masuk ke dalam rumahnya "apakah kamu tidak merasa dia sangat lah spesial?"


Dylan menoleh ke Devan dan mengangguk kan kepalanya sambil tertawa.iya, dia berani marah kepada kamu dan juga berani melawan kamu. Sherin memang wanita yang sangat spesial. tetapi,apakah kamu menyukai dia karena itu? bukan kah kamu hanya sedang menyiksa dirimu sendiri apabila menyukai orang seperti itu?


Tentu saja.kata kata ini,Dylan hanya berani berkata di dalam hati...


"kalau Gabriel?" Dylan tidak ingin merusak suasana tapi sebagai teman baik Devan, Dylan merasa dia perlu mengingatkan Devan.


Devan tidak memiliki reaksi yang aneh dan hanya menjawab "akan aku pikirkan lagi nanti"


Devan turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. belum sampai di ruang tamu, dia sudah mendengar suara tawa yang memecah keheningan. Di saat itu, Devan merasakan kebahagiaan di dalam hatinya. Ini adalah yang pertama kalinya dia merasakan kebahagiaan setelah orang tuanya meninggal.


"mama,boleh kah mama pindah lagi ke sini? kalau mama tinggal di sini,Pak Hasan akan mengantar mama pergi kerja setiap hari!" Simon bertanya kepada Sherin sambil mengayunkan lengan Sherin.kemudia Sherin mencium pipi Simon sambil menjawab "Simon adalah orang yang paling baik sama mama di dunia ini!"


Kata-katanya tidak salah, sejak kecil,orang tuanya hanya sibuk pada urusan mereka sendiri,sangat jarang memberinya perhatian. ibunya, ya kecuali dengan ibunya. sangat ketat terhadap hubungan dengan orang lain, di tambah juga tidak banyak bicara, peran ayahnya pun di bebankan pada ibunya.hubungan ayahnya dengan dia bisa di bilang hampir tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2