
Devan berhenti beberapa saat sebelum berlanjut, "yang di usir bersama ibumu masih ada ayah Gabriel. Selain itu, ibumu dan ayah Gabriel pergi ke kota seroja bersama. Ayahku yang membantu ayah Gabriel pulang ke kota Ciput setelah Gabriel menyelamatkan aku. Conan tidak mau mengatakan di tengah-tengah itu terjadi apa saja. Aku juga benar-benar tidak tahu. Tetapi, rumah yang di tinggali keluarga Simba itu sepertinya masih milik ibumu. Aku juga hanya sekedar ingin mengetes kakek Gabriel itu tadi"
Di jalan pulang, Clover hanya menyandar di bahu Devan, dan juga tidak berkata apa pun. Dia sedang mencerna masalah masalah yang terjadi tadi.
Suasana di dalam mobil sangat tertekan.
Dylan di suruh berada di mobil saja oleh Devan, jadi dia juga tidak tahu apa yang terjadi. Melihat ekspresi Clover yang kurang baik, dia juga tidak berani bertanya.
Setelah sampai rumah,langit sudah menghitam, Clover yang sedang bersuasana hati kurang baik pun, melupakan perjanjian dengan Mohan tadi. Setelah membersihkan diri, Clover langsung berbaring di tempat tidur.
Clover merasa ada sesuatu di tempat tidurnya. Detik selanjutnya, dia di tarik ke dalam sebuah pelukan yang terasa hangat.
Tubuh Clover terasa tegang, dia tidak berkata apa-apa dan terus diam.
Setelah beberapa saat, Devan berdiri, Clover menarik tangannya dan bertanya "kamu mau kemana?"
Devan menatap ke tangannya yang di tahan oleh Clover. Lalu dia melepaskan pegangan Clover dan mencubit pipi Clover dengan kasih sayang. "aku sudah menyuruh orang untuk masak tadi,aku akan membawa makanannya ke sini sekarang" setelah itu, Devan berjalan ke luar.
Ketika Devan masuk lagi, posisi Clover tetap sama dengan tadi, Devan meletakkan nampan yang berisi makanan dan duduk di sisi Clover.
__ADS_1
Dua lauk dan satu mangkuk sup yang sederhana, itu adalah makanan kesukaan Clover.
Clover sebenarnya tidak begitu lapar, tetapi Devan terus menatap nya, dan dia tidak ingin Devan merasa khawatir. Jadi, Clover tetap mengambil sumpit dan mulai makan. Setelah itu, Clover melihat kepada Devan, "kamu....kamu tidak makan juga di siang dan malam tadi?"
Tatapan Devan yang menatap Clover semakin mendalam, dia mengelus kepala Clover dan menundukkan kepalanya, "Clover, masalah ini semuanya tidak berhubungan dengan kamu, apa boleh kita jangan pikirkan tentang hal itu lagi?"
Kemudian Devan memegang tangan Clover yang berada di atas selimut dan mengelusnya dengan lembut, kehangatan di dalam tangan Devan pun masuk hingga ke dalam hati Clover.
Clover meletakkan sumpit yang dipegangnya ke lemari yang berada di samping tempat tidur, dia mengulurkan tangannya dan melingkari pinggang Devan, alisnya agak mengerut, "Devan apa kamu akan tetap menyukaiku tidak peduli mengapa aku dilahirkan dan siapa ayah kandungku?"
"tentu saja!"
Devan tidak menjawabnya. dia hanya memberikan Clover sebuah ciuman di bibir.
"Conan tidak berharap kamu mengetahui hal ini. Dia bilang, ibumu tidak pernah memberi tahu dia siapa ayah kandungmu dalam waktu bertahun-tahun ini"
Kepala Clover menunduk ke bawah dan dia tidak berkata apa apa lagi.
Karena itu, suasana sunyi di dalam kamar membuat orang merasa tertekan.
__ADS_1
Devan mengulurkan tangannya dan mengelus kepala Clover lagi, setelah sangat lama, dia memegangi pipi Clover, lalu mengangkat kepala Clover agar mereka bisa saling menatap. Kedua mata Devan berisi dengan keseriusan, "Clover, lupakan semua ini. yang aku pedulikan hanya kamu adalah Clover!" Nada suara Devan menjadi agak berat. Setelah berkata, Devan menatap Clover dengan lekat, "jangan buat aku mengulangi kata-kata yang sama untuk yang kedua kali"
Clover ingin menjawab, tetapi Devan tiba-tiba berdiri dan mulai membuka bajunya.
Clover menggosok matanya dan memastikan bahwa dirinya tidak salah lihat. sampai Devan menekan tubuhnya, darah panas Clover mengalir naik ke kepalanya.
"kamu mau apa?"
"membuatmu senang!"
.
.
.
Bersambung...
Mohon maaf bila masih banyak typo🙏
__ADS_1