Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Devan, Aku Minta Maaf


__ADS_3

Clover menatap dirinya di depan cermin, kulit putih, cantik....


Devan, akan kah kamu merasa jijik dan ingin menghindari ku?


Mendengar suara Mobil di bawah, tubuhnya menjadi agak sedikit gemetar, tidak berani sampai lengah lagi, dia baru saja turun langsung melihat Devan berlari ke dalam, dan ke empat mata itu saling menatap.


Clover menunduk, Tiba-tiba merasa sedikit tidak nyaman, tetapi juga sedikit malu, lebih banyak merasa bersyukur dan puas. Perlakuan Devan sebelumnya, sekali lagi menjelaskan bahwa dia mencintai dirinya bukan karena kecantikan nya.


"kamu adalah wanita yang ada di dalam vidio itu beberapa tahun yang lalu?" Simon yang di gandeng oleh Felice menyadari keberadaan Clover, dia melangkah maju dan menatapnya lekat, alisnya berkerut.


"Simon, dia ini adalah mama-mu" Helena maju, menarik tangan Sherin, "lihat anak ini, apakah semalam dia tidak bisa tidur karena gugup? mengapa hari ini melihatnya, bisa begitu tenang?"


"Ma...mama?" Simon berbalik badan, berjalan mundur dan berdiri di samping Devan.


Clover ingin memegang Simon, tapi dia tidak punya pilihan selain meraih tangan kosong.


Merapatkan bibir,menarik nafas, maju, dan melangkah memeluk Devan, "Devan, aku minta maaf"

__ADS_1


Devan secara reflek mendorongnya menjauh, tatapannya dalam, menatapnya dengan ragu.


"sebenarnya, yang mana kah dirimu yang asli?" suara itu terdengar sangat dingin dan gelap.


Clover menyipitkan matanya, garis-garis di wajah sangat lembut, dia tahu Devan masih marah, marah karena kata-katanya yang di katakan waktu itu, marah karena sikap dinginnya beberapa hari ini, marah karena dirinya sendiri berkencan dengan orang lain, marah karena kekejamannya, tetapi... Clover tidak bersungguh sungguh.


Clover tahu kalau sekarang bukan waktunya untuk menjelaskan semua ini.


Clover melepaskan Devan, berjalan ke depan Simon, menarik nafas dan berkata, "pada malam hari, di rumah keluarga kamu, kamu memberikan aku segelas susu, benar?"


Ketika Clover selesai berbicara, mata Simon terbuka lebar menatapnya, tampaknya tidak bisa berkata kata, masalah itu, ayahnya tidak mengijinkan untuk mengatakan kepada siapa pun, dia bisa tahu, apakah dia benar-benar mamaku?


Setelah dia selesai berkata, suasananya menjadi hening tidak seperti biasanya, kemudian ekspresi Devan tiba-tiba berubah menjadi buruk, "kamu ikut aku!" Devan berkata dengan marah dan menarik Clover naik ke atas.


Ketika sampai di kamar, Devan menatapnya dengan tajam, sampai Clover merasa sedikit takut, secara refleks dia berjalan mundur dua langkah ke belakang.


"aku, aku bukan sengaja" suara Clover sangat pelan dan ringan.

__ADS_1


Devan menggigit bibir yang tipis, tenggorokannya bergulir, dan lengan panjangnya terlentang,dan mendorong Clover ke tempat tidur.


Clover hanya merasa kalau tubuhnya sangat berat, detik berikutnya, di bawah bayangan hitam itu, bibirnya terhalang.


Hanya saja, pria ini bukan menciumnya, tetapi menggigitnya.


Clover merasa sakit, tangannya mengepal dan mendorong Devan.


Devan menggenggam kedua tangan Clover, mengangkat ke atas kepalanya, bangkit, matanya memerah dan menatapnya, "apakah kamu senang, karena terus menerus membohongi aku dan Simon?"


Berpikir tantang dulu dirinya sangat kacau, berpikir tentang beberapa tahun ini,dirinya yang menjalani hari-harinya yang tidak seperti manusia tetapi juga bukan monster, Devan tidak sabar untuk menghukumnya.


.


Bersambung....


.

__ADS_1


.


Mohon maaf bila bahasa dan tulisannya kurang di mengerti🙏


__ADS_2