
Tingkah laku manager Lupus ini, sudah membuat Sherin merasa emosi.Tanpa ragu\-ragu, Sherin mengangkat pengering rambut dan memukul ke kepala manager Lupus tersebut.
Sherin tahu pengering rambut itu sangat ringan,jika dia tidak memukul dengan kuat, dia pasti tidak akan bisa melukai pria ini, jadi Sherin memukul kepala pria itu beberapa kali sampai pria itu pingsan dan tumbang ke tubuhnya,Sherin pun baru berhenti.
Darah mengalir dari kepala pria itu ke dada Sherin.Pria ini sangat berat, Sherin merasa sesak nafas, dan darah pria itu tak berhenti mengalir sampai membasahi bajunya. Sherin merasa seluruh tubuhnya bergetar dan kaki tangannya sangat dingin. tetapi dia sama sekali tidak bisa bergerak karena pria gendut itu tumbang di atas tubuhnya.
Apakah pria ini sudah mati? kalau tidak, mengapa dia hanya diam begitu?
"direktur Devan, GM Gabriel bilang Anda ingin mencari manager Lupus? manager Lupus sedang tidak ada di kantor sekarang. GM Gabriel menyuruh saya untuk turun dan bertanya apakah ada yang bisa saya bantu?"
Pada saat Devan tiba di kantor, asisten manager Lupus sudah menunggunya di bawah.Devan mengangkat kakinya dan menendang pria itu hingga tersungkur ke lantai. Dia maju dan memegang leher pria itu dengan kuat. "katakan padaku,dia ada di lantai berapa? kalau tidak,aku akan membuat seluruh keluargamu menderita!" Devan berkata dengan nada yang sangat kejam.
Nada suara Devan sama sekali tidak sedang bercanda, wajah pria itu seketika sudah berubah menjadi ungu, tetapi dia tidak menjawab pertanyaan Devan.Karena jika dia menjawabnya, dia juga takut dia akan mati.
Devan menggertakkan giginya dan menguatkan pegangannya di leher pria tersebut. Matanya merah dan membuat pria itu merasa dia sudah semakin mendekat pada kematian.Pada saat itu, terdengar suara dari earphone bluetooth Devan yang berada di telinganya. Devan hanya berkata 'ya' ,lalu dia meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Sherin masih sadar diri pada saat itu, tetapi penglihatannya sudah mulai kabur. Sherin mendengar ada suara mendobrak pintu, lalu setelah itu Sherin merasa ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan dan memindahkan pria itu dari tubuhnya.
Setelah itu orang itu mengangkat Sherin dan memanggil namanya dengan cemas, "Sherin...."
Apakah ini khyalan? Sherin merasa suara ini sangat mirip dengan suara Devan. Sherin ingin memeluk dan menangis di pundaknya, Sherin ingin berkata kalau dia sangat ketakutan tadi, tetapi Sherin tidak bisa berkata apa-apa, dia pun tak sadarkan diri....
Setelah Sherin sadar diri lagi, dia sudah berada di rumah sakit. Ada beberapa dokter yang memeriksanya dan berkata beberapa kata sebelum meninggalkan ruangan.
Pada intinya, Sherin baik-baik saja.
kesimpulan ini membuat pikirannya tidak bisa memikirkan hal lain untuk waktu yang lama.
Orang itu telah meninggal.Lalu,apakah dia harus membayar dengan hidupnya? bagaimana dengan Simon?
Ini adalah satu-satunya yang tergantung di benaknya saat ini.
__ADS_1
"Sherin,aku...." itu suara Devan. Sherin merasa bahwa dari awal mengenalnya sampai sekarang suara itu adalah yang terdengar paling lembut.
Dia ingin mengangkat kepalanya dan tersenyum kepadanya, tapi pikirannya tampak masih bingung.
"Sherin, lihat aku, Sherin...aku Devan" dia merasa tangan Devan gemetar di bahunya.
Melihat mata yang tak berekspresi itu,mata dingin Devan, orang tidak berani menatapnya secara langsung....
Terima kasih....
Mohon dukungannya like dan komen,,
jangan lupa vote yang banyak...
Love you all...
__ADS_1