
Di rumah keluarga Devan
Keluarga Devan tengah makan bersama....
Orang yang sedang makan, semuanya mengangkat kepalanya menatap ke arah Tifa, karena mereka melihat Tifa yang terus menatap Simon tanpa berkedip. Tifa mengerutkan alisnya dan seperti sedang memikirkan sesuatu sampai dia tidak sadar sumpitnya terjatuh. Pantas saja,Tifa merasa senyuman wanita yang bersama Yuta itu tidak asing, ternyata karena melihat senyuman Simon.Meskipun beberapa tahun ini Tifa tidak ingin bertemu dengan kakaknya, tapi dia tetap sayang pada keponakannya itu. Selain sering telponan dengannya, Tifa juga sering mengirim barang untuk Simon, bahkan Tifa memaksa ibunya untuk membawa Simon ke luar negeri untuk bisa bermain dengannya.
"apa yang kamu lakukan?" Devan bersuara.
Ayah Devan mengeluarkan suara batuk ringan. Pada saat itu, Tifa baru sadar kembali dan melihat ke Devan.Pada saat dia ingin berkata sesuatu, ponsel yang berada di sampingnya berdering. Setelah ponselnya terhubung, tidak tahu apa yang di katakan, wajah Tifa berubah menjadi sangat serius...
"halo...baik.Aku akan segera ke sana sekarang. Minta bank darah untuk sediakan darah...benar....iya....siap siap antar ke ruang persalinan!" sambil berkata, Tifa sambil berjalan ke sofa dan mengambil tasnya. Karena terburu-buru,sehingga tida tidak sempat memberi tahu orang yang berada di rumah dan langsung bergegas pergi. Dylan mengikutinya dan berkata, "aku akan mengantar kamu!"
Tifa hanya menjawab iya.Setelah itu,mereka pergi meninggalkan rumah Devan.
Di rumah sakit
__ADS_1
Di dalam ruangan persalinan, seorang dokter wanita sedang memeriksa Clover.
"untuk laki-laki, silahkan menunggu di ruang tunggu!"
Waktu pemeriksaan tidak lebih dari 5 menit, tetapi Yuta merasa dirinya sudah menunggu selama satu abad.Setelah pintu terbuka, Yuta dengan buru-buru masuk ke dalam,
"bagaimana?"
"ini adalah yang ke dua kalinya pasien melahirkan, leher rahim akan lebih cepat terbuka di banding saat pertama kali melahirkan.Sekarang sudah mulai terbuka hampir 3 inch. Kita akan siap-siap dulu dan segera mengantarnya ke ruang persalinan." suara seorang dokter wanita itu sangat lambat dan lembut. Tetapi dari raut wajahnya yang terlihat dari alisnya yang mengerut bisa di tebak mungkin kondisi Clover tidak baik.
Waktu melahirkan Simon, Clover masih terlalu muda. Dia tidak mengerti dengan masalah seperti itu...Waktu itu,dia hanya merasa sedikit gugup dan tidak merasa takut.Tetapi sekarang, dia sangat terlihat jelas kalau dia sangat sangat takut....
Setelah dokter yang memeriksanya pergi,
"ah.." Clover merintih dengan suara kecil. Yuta yang sedang menuangkan air panas untuknya, mendengar rintihan Clover dan malah menumpahkan airnya ke tangannya sendiri. Yuta tidak peduli dengan itu, dia langsung bergegas ke sisi Clover, "sakit lagi ya?"
__ADS_1
Setelah berkata,Yuta langsung akan menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
Clover mencegahnya dengan memegang tangan Yuta, dan berkata dengan suara yang seakan tidak bertenaga. "jangan tekan! aku ini hanya sedang mengalami kontraksi"
"kontraksi?"
Clover melihat ke jam dinding. Kontraksi terjadi kira-kira setiap 3 menit.
"sekarang, setiap 3 menit sekali aku akan mengalami kontraksi dan merasa sakit. Nanti kontraksinya bisa jadi 2 menit sekali, 1 menit sekali, kontraksi lagi." Clover belum siap berkata, dan sudah melihat Yuta yang mulai berkeringat.....
.
Bersambung....
Mana dukungannya, like dan komen?!"
__ADS_1
Love you all