Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Gabriel Menghilang


__ADS_3

Devan yang sedang melepaskan kancing bajunya tidak menjawab Clover, Clover pun memilih untuk berbicara duluan, "apakah kamu juga sudah tahu posisi orang itu berada di rumah kita ketika dia menelpon aku?"


Clover melihat gerakan tangan Devan berhenti sejenak, setelah itu Clover lanjut berkata, "aku merasa orang yang menelponku adalah pembantu baru yang bertanggung jawab di bagian kebersihan itu, aku mau tanya langsung dia pada sore tadi, tetapi setelah berpikir, aku memutuskan untuk menunggu kamu pulang dulu"


Devan berputar balik badannya, mengelus kepala Clover, kemudian menundukkan kepalanya, "sebenarnya, kamu juga bisa menebak orang yang berada di belakang masalah ini siapa kan?"


Sehabis Clover berkata, kaki Clover yang yang berpijak di atas lantai menendang dengan lembut, benar, sebenarnya masalah ini dibilang besar tidaklah besar, dibilang kecil juga tidak kecil, orang itu hanya ingin Clover merasa takut, berpikir ke arah besar, hari ini adalah acara pembukaan CX dan Clover sudah mengundang begitu banyak orang, tetapi Clover sendiri malah tidak menghadiri acara. Kalau orang mempergunakan informasi ini ke arah tidak baik, mereka bisa berkata kalau Clover tidak menghormati orang lain, tentu saja masalah ini bisa membawa efek terhadap perkembangan CX di masa depan.


Selain Gabriel, Clover benar-benar tidak bisa berpikir siapa lagi yang bisa melakukan hal seperti ini?


Tetapi, Devan kan bilang Gabriel sudah gila.


Clover juga tidak berani sembarangan bicara.


Devan memeluk Clover, "kamu, apa kamu benar-benar tidak percaya penuh padaku?"

__ADS_1


Clover menggelengkan kepalanya, tentu saja dia tidak berpikir seperti itu, hanya saja Clover sudah berjanji kepada ayahnya Devan bahwa dia tidak akan pernah memaksa Devan untuk bercerai dengan Gabriel.


Selain itu, Clover juga memang tidak ingin memberikan tekanan kepada Devan.


"dia tidak gila, aku selalu tahu itu, hanya saja aku butuh bukti yang bisa membuktikan bahwa dia tidak gila dan mempunyai kesadaran atas apa yang dilakukannya. Padahal aku berpikir harus bagai mana membuktikan itu, tetapi dia malah sudah bertindak duluan.


Clover merasa bahagia, "maksudmu, asal ada orang yang bisa membuktikan bahwa Gabriel yang bertanggung jawab maslah ini, berarti sudah bisa membuktikan bahwa dia tidak gila, benar?"


Devan mengangguk,


Clover mengira masalah sudah bisa selesai sampai di sini, tetapi pada saat Devan menyuruh pengacara untuk pergi mencari Gabriel, Gabriel malah menghilang.


Gabriel menjual semua saham di perusahaan Simba dengan harga rendah dan menghilang dengan uang yang sedikit itu.


Seolah-olah musnah dari dunia ini, Gabriel menghilang.

__ADS_1


Devan menyuruh orang itu mencari tahu di bandara, stasiun kereta dan bus, tetapi dia tidak bisa mencari informasi mengenai keberangkatan Gabriel, jelas, Gabriel mengganti identitasnya dan melarikan diri dari daerah Ciput.


Hal ini membuat hati Clover merasa sedikit takut, dia merasa ada sebuah bom yang akan meledak pada waktu kapan pun.


Jelas, Devan juga tidak menyangka masalah ini akan berkembang hingga seperti itu.


"semua salahku, main perlahan dengan dia, seharusnya aku menyelesaikan semua ini pada saat aku kembali, sekarang dia tidak tahu lari kemana, dia berada di gelap dan kita di terang, berpikir sampai sini, aku merasa sedikit takut," Clover berbaring di pelukan Devan dan mengeluh pada malam hari dia mengetahui Gabriel sudah menghilang.


Clover merasa menyesal dengan keputusan dirinya waktu itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2