
"aku harus bagaimana menghukum kamu?" Devan berkata sambil meniup tangan Clover. Angin yang dingin menyeruak mengurangi rasa sakit di tangannya. Clover menarik kembali tangannya dan melihat Devan dengan wajah tidak percaya. Tatapan Devan jelas masih ada kemarahan, tetapi sudah tidak sedingin dulu lagi bahkan ada sedikit kelembutan dalam tatapannya.
Bibir Devan membentuk senyuman tipis, kemudian dia melihat Clover dengan dingin "apakah hidup Nona Clover bahagia selama empat tahun ini?"
Devan berkata dengan nada tenang, tetapi Clover yang mendengarnya merasa seperti ada batu besar yang menghantam ke dalam hatinya. Raut wajah Clover menjadi kaku, dia tiba-tiba berdiri, hendak pergi meninggalkan cafe itu.
"kamu kira aku gampang di bohongi atau juga gampang di permainkan?" Devan menanyainya dengan dingin.
Langkah kaki Clover terhenti "aku tidak paham kata-kata anda..."
Clover jelas tahu kecemasan dan kerisauan yang Devan berikan adalah untuk Sherin. Clover juga jelas tahu kalau Devan sudah mengetahui identitas aslinya.
Tetapi Clover harus bagaimana? pengorbanan empat tahun ini termasuk apa kalau sekarang mereka bersama kembali?
Senyuman Devan perlahan menghilang,
"Sherin, kamu sangat kejam..."
__ADS_1
Mendengar ini, hati Clover sangat sakit.Setelah kembali tenang, Clover mengangkat kepalanya dan melihat ke Devan dengan senyuman yang sangat cantik, "Tuan Devan, yang berlalu biarlah berlalu..."
Devan menyipitkan matanya dan mengangkat alisnya, "berlalu? Sherin, apakah kamu benar-benar berpikir seperti itu?"
Clover merasa seluruh tubuhnya menjadi kaku. Walaupun dia tidak pernah berpikir seperti itu, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"kalau Tuan Devan suka mendengar kata jujur, maka aku akan memberi tahu kamu.Aku mendekati kamu hanya karena Simon.Dia dilahirkan oleh aku. Waktu aku hamil, aku baru berusia 18 tahun dan aku belum dewasa sehingga aku rela menjual diriku, menjadi ibu pengganti kehamilan untuk orang lain. Setelah agak dewasa, aku ingin melihat anakku dan kebetulan, Tuan Devan malah menyukaiku..."
Berkata sampai di sini, Clover berhenti sejenak dan menarik nafas, kemudian dia berjalan ke arah Devan, dan lanjut berkata, "pada saat itu, aku hanya berpikir, menata riasan yang jelek agar bisa bersama dengan Simon. Tetapi setelah itu, tuan Devan itu kaya dan juga tampan, di jadikan suami juga cocok. Tetapi, aku minta maaf. Aku...aku tidak menyukai laki-laki milik orang lain.
Karena Tuan Devan akan menikah dengan Nona Gabriel, jalan yang terbaik adalah aku yang harus pergi...."
Clover menundukkan kepala, menutupi rasa sedih yang ada di dalam matanya, "benar sekali, kamu semalam juga melihat, kakek ku adalah pemilik pulau kabut, ada masalah apa yang tidak bisa ku atur?!"
Setelah berkata, ekspresi wajahnya yang sombong,merasa tersentuh karena nasib yang sudah di atur benar-benar sangat istimewa, kakeknya tiba-tiba muncul, membuat banyak hal, memiliki penjelasan.
Berkata dengan tenang, sebenarnya hanya dia sendiri yang tahu, di dalam hatinya, betapa terasa sakit...
__ADS_1
'Tetapi Devan, selama Gabriel masih ada, kita tidak bisa benar-benar bahagia, jadi lupakan saja Sherin!' Clover membatin.
Setelah keluar dari cafe, sampai kantor, perjalanannya hanya beberapa menit saja, tetapi Clover merasa seperti telah berjalan beberapa tahun, sangat lama...
Dia merasa, di belakangnya ada sepasang mata yang terus menatap dirinya.Dia bisa merasakan tatapan itu sangat putus asa.
Tetapi, dia tidak boleh melihat ke belakang, apabila begitu, pengorbanan selama empat tahun ini, bukan kah sia-sia?
.
Bersambung....
.
.
Terima kasih.....
__ADS_1
Mohon dukungannya, like dan komen....
Love Love Love...