
Clover mengerutkan kening, menoleh dan menatap pintu, seperti sedang memikirkan sesuatu, sehingga dia tidak menyadari kalau air panas yang di tangannya tumpah ke tangan bagian belakangnya.
"Hati-hati!" Mohan melangkah maju dan mengambil ceret dari tangan Clover lalu menarik tangannya dan pergi ke kamar mandi di sebelahnya.
Dia berdiri di belakang Clover, membuka keran dan meletakkan tangannya di bawah air yang mengalir, "apa yang sedang kamu pikirkan? sampai air pun tumpah ke tangan..."
Clover membalasnya dengan tersenyum, memang iya, apa yang dia pikirkan? sudah malam begini, mengetuk pintu dengan begitu kerasnya, selain Devan, siapa lagi?
"TOK...TOK...TOK..." ketukan pintu di luar menjadi semakin keras.
"siapa, siapa? ini bukan pintu toilet, untuk apa buru-buru?" dengan suara kecil terdengar, sesosok kecil berlari ke arah pintu dan juga membuka pintu.
"bocah kecil ini benar-benar sangat lucu.." Mohan mendengar keluhan Momo, dia pun tersenyum dan berkata. Clover tidak berdaya dan hanya bisa tersenyum.
Karena kamar mandinya menghadap lurus ke pintu, Devan yang baru masuk langsung melihat Clover dan Mohan yang berada di kamar mandi.Keduanya sebenarnya sedang berdiri menyamping, tepi di lihat dari sudut pandang Devan,Mohan seperti memeluk Clover dari belakang, dan pada saat itu juga, keduanya tidak tahu sedang berbicara apa, dan wajah mereka terlihat penuh dengan senyuman.
Raut wajahnya yang tampan,bibir tipis itu tertekan menjadi garis lurus. Untuk waktu yang lama, dia mengangguk dan berkata, "Sherin, kamu memang sangat keterlaluan!" suara itu menyeringai,marah, dan terlihat putus asa.
Kemudian, ketika Clover masih belum sempat untuk bereaksi apa pun, Devan sudah pergi....
Tanpa sadar, Clover segera keluar dari pelukan Mohan, bergegas berlari ke pintu, Melihat mobil hitam itu, bagaikan anak panah, dengan kecepatan yang luar biasa, sekejap hilang dari pandangannya.
__ADS_1
Clover memejamkan mata, kedua bahunya melemas,tampaknya menghela nafas lega, tapi sebenarnya, sakit hatinya sampai tidak berdaya.
Sebelum ini, dia tidak mau percaya,tetapi kali ini sepertinya akan percaya juga?
"kakak sepupu, sepertinya salah paham..." Mohan tidak bodoh, jika dia tidak melihat ketidakwajaran antara keduanya sebelum ini, dia benar-benar bodoh.
Clover menggelengkan kepalanya, "tidak apa, itu semuanya sudah berlalu"
Setelah itu,dia ingin tersenyum kepada Mohan, tetapi yang muncul dari raut wajahnya malah terlihat kesedihan.
Meskipun Mohan penampilannya agak berantakan dan trendy, sebenarnya dia mempunyai kecerdasan dan perasaan yang kuat.Dia pun duduk dengan Clover untuk sementara waktu, dan melihat Clover seperti kehilangan jiwa nya, dia langsung mencari alasan untuk pamit pulang.
"mama, apakah kamu sedang memikirkan suami yang tidak setia itu?" Momo berjongkok di depannya, mulut kecil nya itu masih menghisap botol, dan bertanya dengan samar.
"apa bagusnya dari dia? tadi aku melihat kelakuan dia, dia terlihat sangat menakutkan, paman Mo siapa tadi, ku rasa dia sangat baik, ku pikir kamu bisa mempertimbangkan nya, dia bisa menjadi papa ku"
"terus,itu...." Momo menyesap susu, berkata sebentar, lalu menyesap susu lagi dan berbicara di telinga Clover.
Clover mengerutkan kening, entah kenapa dia merasa sedikit kesal, "Momo, bisa kah kamu memberikan mama waktu untuk diam sebentar?"
.....
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Clover tidak pernah bertemu dengan Devan lagi, dia seharusnya merasa senang karena dia telah sukses membuatnya marah sampai kehabisan kesabaran dan langsung pergi,tapi entah kenapa hatinya merasa kehilangan, ingin mengerjakan sesuatu pun juga tidak bersemangat..
.
Bersambung....
.
.
Hai....
Jumpa lagi, 👋
Maaf ya, Mpu baru bisa up lagi,,,🙏
Mohon dukungannya like dan komen...
Terimakasih....
Love you all....
__ADS_1