Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Akan Memberikan Status Yang Jelas


__ADS_3

Sherin tidak pernah tahu Devan yang begitu dingin juga bisa mengatakan kata\-kata seperti itu, "Tante kamu memberikan aku simpanan pribadi dia, sampaikan Terima kasihku padanya!" Sherin berkata sambil memakai sabuk pengaman.


"itu karena tanteku menyadari kalau kamu memang memiliki bakat di bidang ini dan dia ingin membantumu" Devan menghidupkan mobil dan berkata sambil mencubit pipi Sherin.


"aku tahu ini adalah permintaan kamu, terima kasih" Sherin berkata dengan jujur.


"kamu akan menggunakan cara apa untuk berterima kasih padaku? dengan memberikan dirimu padaku?" pada saat itu, sinar matahari pas menyinari ke dalam mobil.Seolah-olah telah meyakinkan dirinya, Sherin tiba-tiba memegang tangan Devan yang berada di sikunya, "Devan,aku pasti akan berusaha dengan keras.Supaya ,walaupun tidak ada kamu di masa depanku, aku juga akan bisa hidup dengan baik.


Sherin tidak pernah memikirkan bahwa dirinya akan mengatakan kalimat itu.Setelah beberapa saat,Mobil yang sedang berjalan tiba-tiba berbelok ke sisi kanan dan berhenti di tepi jalan.Devan menoleh ke Sherin,dengan wajah yang serius dia bertanya, "apa maksud kamu?"

__ADS_1


Tatapan Devan yang dingin berisi kemarahan dan kekecewaan, serta sedikit ketakutan akan perkataan Sherin.


Sherin merasa kaget terhadap reaksi Devan yang begitu besar, "itu...maksud aku adalah, kalau kamu tidak ingin denganku lagi, aku juga bisa...."


Sebelum Sherin sempat siap berkata, Devan langsung memegang kepalanya dan mencium bibirnya. Seperti sedang menghukumnya, ciuman itu berisi gigitan. Devan baru menghentikannya setelah Sherin merasa sesak nafas, tetapi Devan menempelkan dahinya ke dahi Sherin dan berkata dengan lembut, "Sherin,masalah membatalkan perjanjian pernikahan akan di lakukan beberapa hari lagi. Percaya lah padaku,aku tidak akan melepaskanmu.Setelah itu,aku juga akan memberikan kamu status yang jelas."


Suaranya sangat ringan dan hangat. Sherin hanya menganggukkan kepalanya,.Sebenarnya Sherin tidak memiliki maksud seperti itu, Sherin mengatakan itu agar Devan tidak merisaukannya.Tetapi saat ini, Sherin tidak ingin berkata apa-apa lagi.


Beberapa hari selanjutnya, Sherin hanya fokus ke buku-buku yang di berikan oleh Felice, sampai harus Devan yang mengingatkan nya baru dia tidak lupa untuk makan. Setelah hari itu juga, hampir tiap hari Devan tidur di rumah Sherin.

__ADS_1


Tetapi Devan tidak pernah melewati batas, dia hanya memeluk Sherin sewaktu tidur, penghormatan Devan terhadap Sherin membuat Sherin semakin merasa terharu.


"Devan,kamu itu setiap hari telat datang dan pulang lebih awal, memangnya kamu tidak takut para karyawan menggosipkan kamu?" Sherin berbaring, menyimpan kepalanya di paha Devan sambil membaca buku. Devan mengelus kepala Sherin,dia tertawa dengan dingin, "memangnya siapa yang akan berani?"


Benar juga,dia adalah boss.Tentu tidak akan ada yang berani. Kemudian Sherin berdiri dan membantu Devan mengambil baju ganti, "ayo bangun Tuan Devan, apakah kamu ingin aku menggantikan bajumu?" Sherin berkata ketika dia melihat Devan masih berada di posisi sebelumnya.


Sherin belum selesai berbicara, Devan sudah menarik dia ke pelukannya dan berposisi di atas tubuh Sherin. Melihat wajah Sherin yang memerah seperti kepiting rebus, Devan pun tersenyum.Wajah wanita ini tetapi saja memerah walaupun mereka sudah bersama begitu lama. Devan tidak bisa menahan diri, lalu menciumnya.


Sherin merasakan sesuatu yang berubah di bagian perutnya dan segera mendorong Devan dengan pelan.

__ADS_1


Sherin berdiri dan merapikan bajunya sendiri, dia tidak berani melihat ke Devan dan hanya menunjuk ke Devan, "kamu...kamu cepat pergi bekerja"


Bersambung....


__ADS_2