Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Latar Belakang Keluarga Clover


__ADS_3

...Di luar lobi, beberapa orang yang mengenakan baju serba hitam berdiri membentuk 2 barisan, saat mereka melihat Yuta dan Clover datang kemari, mereka serempak membungkukkan badannya, beberapa orang di belakang yang ingin ikut melihat pun di hadang oleh mereka dari luar. ...


...Saat mereka masuk ke dalam aula, ayah Amy membelakangi mereka,dia terlihat sedikit membungkukkan badannya, di depannya terlihat ada seorang kakek yang berjanggut putih yang sedang duduk, janggut kakek itu cukup panjang, rambutnya sudah memutih, dia tengah memejamkan matanya dan mendengarkan Amy membicarakan sesuatu. ......


"pa, Clover sudah datang kemari..." Yuta berkata, ayah Amy membalikkan badannya, dan menatap Clover sambil tersenyum yang terlihat sedikit menakutkan.


"Clover, kemari....cepat kemari, kamu lihat, itu siapa?" ayah Amy dan Clover hanya pernah bertemu beberapa kali, tidak bisa di bilang kenal dekat, selain itu dia adalah orang yang lebih tua, biasanya meski mereka bertemu, itu hanyalah sapaan sebagai sopan santun saja, jadi saat ini dia tiba-tiba bersikap begitu akrab dengannya, hanya ada satu alasan,yaitu orang tua yang di sebut kakeknya itu.


Dia benar-benar penasaran, kakeknya ini sebenarnya orang yang seperti apa, sehingga ayah Amy bisa begitu hormat padanya.


Melihat Clover tidak bergerak,Yuta yang ada di sampingnya mendorongnya sedikit, Clover menundukkan kepalanya dan berkata dengan tenang, "maaf, aku tidak mengenal anda...!"


Apa yang dia katakan adalah kenyataannya.


Tetapi kakek itu malah membuka matanya dengan tiba-tiba dan menatap Clover, dia berdiri dengan di bantu tongkatnya dan berjalan ke arah Clover, "Nak, apakah kamu adalah putrinya Lina?"


Herlina Rusmani adalah nama ibunya, Lina, sepertinya itu adalah nama panggilan ibunya.


Clover hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berkata apa pun.


"apakah dia mendidik mu seperti ini? melihat orang yang lebih tua darimu kenapa tidak sopan seperti ini?" kakek itu kelihatannya sudah tua, tetapi saat berbicara, suaranya malah terdengar dalam dan bertenaga, dia terlihat lebih berwibawa di bandingkan dengan Devan.


Tetapi Clover tidak merasa takut sama sekali, malah sebaliknya dia merasa marah kepada orang tua yang di panggil kakeknya ini.


Awalnya dia mengira kalau ibunya sudah tidak mempunyai keluarga lagi, karena saat dia sampai sakit seperti itu pun, tetap tidak ada satu orang pun yang datang menjenguknya.


Tetapi dia tidak menyangka ternyata ada, terlebih dia adalah keluarga dekat.

__ADS_1


"saat ibuku sakit sampai akhirnya meninggal, tidak ada satu orang keluarga pun yang datang untuk melihatnya, jadi aku pikir setelah ibuku meninggal, aku adalah seorang yatim piatu.Dari mana tiba-tiba muncul seorang kakek?" Clover menjawabnya dengan tenang.


Dia mendengar suara tarikan nafas yang panjang di sampingnya.


Kakek Clover menatap wanita di depannya, di matanya awalnya terlihat rasa sakit, setelah itu hanya terlihat rasa kagum.


Hanya saja,suaranya langsung terdengar dingin, "bawa dia pergi!"


Saat dia selesai berkata seperti itu,muncul beberapa orang di samping Clover....


Saat ini, baru lah Clover mendongak dan menatap kakeknya itu, matanya terlihat seperti bingung, "apa yang anda ingin kan?"


Yuta juga berkata, "Tuan Rusmani, jika ada yang ingin di bicarakan,lebih baik di bicarakan di sini, anda adalah kakeknya Clover, dia belum mengerti, harap anda memakluminya."


Clover dapat mendengar kalau suara Yuta juga tanpa di duga terdengar sedikit bergetar.


"nenekmu ingin berjumpa dengan mu, selain itu, gadis kecil itu sekarang juga mungkin sudah sampai di sana, lebih baik kamu ikut ke sana..."


Suaranya terdengar seperti sedang mengintrogasi, membuat kakek Clover sedikit tidak senang,selama ini tidak ada orang yang berani berbicara seperti ini kepadanya?


Kemudian dia berbalik dan menempatkan kedua tangannya di balik punggungnya,lalu berjalan keluar.


Beberapa orang yang memakai baju serba hitam itu juga berbalik dan berdiri di samping Clover, seperti sedang menunjukkan, kalau kamu tidak pergi maka mereka akan memaksa Clover untuk ikut...


Momo ada di sana, jadi meskipun tempat itu adalah gua singa sekali pun, Clover juga pasti akan ikut, kemudian dia berbalik dan melihat Yuta serta tersenyum kepadanya, "tidak apa-apa, hari ini kamu adalah seorang mempelai pria, jadi jangan panik.Oh iya, masalah perusahaan tolong bantu aku untuk mengurusnya sebentar, aku akan segera kembali."


Melihat pesawat pribadi yang mewah di depannya, dan di depan pintu masuk pesawat berjajar dua baris orang-orang yang memakai baju hitam lagi, membuat Clover bergetar, dia merasa bagaimana rasanya menjadi orang penting seperti Devan atau Yuta.

__ADS_1


Clover mengkhawatirkan Momo, dia merasa kalau waktu berjalan dengan sangat lambat, jadi dia merasa kalau pesawatnya juga berjalan dengan sangat lama.


Pada akhirnya, pesawat mendarat di suatu tempat seperti istana zaman dulu.


Setelah turun dari pesawat, ada sekelompok wanita yang menggunakan baju seperti pakaian zaman dulu berkerumun di sekeliling seorang nenek yang tampak anggun yang sedang berjalan ke arah Clover.


Pemandangan ini membuat Clover seketika merasa kalau dirinya kembali ke masa lalu, keringat mulai bercucuran di telapak tangannya.


saat dia mengalihkan tatapan nya ke bawah, dia melihat tangan nenek itu menggandeng seorang anak kecil, jika itu bukan Momo, anak siapa lagi?


.


.


Bersambung...


.


.


.


Mohon maaf, untuk hari ini baru bisa up di tengah malam....karena di hari ini banyak sekali kegiatan, mulai dari menyetrika baju yang seabreg karena selama seminggu belum dikerjakan, c' dede yang rewel, dan kegiatan lainnya juga.......🙏😀


.


Terimakasih...

__ADS_1


Mohon dukungannya like dan komen yang banyak,,


Lover you all......


__ADS_2