Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Anggap Saja, Akhir Dari Cinta


__ADS_3

Sudah tahu Devan mempunyai calon istri, tetapi dia merebut calon suaminya. Membuat Gabriel tidak bisa mempunyai anak lagi?


Sejenak, Sherin merasa dirinya sendiri mengerikan....


Salah Gabriel karena dia kejam, salah Gabriel karena dia licik, tetapi Sherin merasa apakah dirinya sudah benar?


Karena kebahagiaan dirinya,dia merampas hak seorang wanita untuk menjadi seorang ibu.


Sherin, dalam kondisi seperti ini, apa kamu dan Devan masih memiliki masa depan?


Jawabannya sudah pasti, karena Devan mengatakan acara pernikahan di lakukan sesuai jadwal.


Acara pernikahan akan di lakukan sesuai dengan jadwal, maka dia?


Dia harus pergi....menjauh dari mereka, sejauh mungkin...


....


Devan hingga malam jam sepuluh lewat baru pulang,

__ADS_1


"Devan,bukannya sudah janji malam ini akan makan malam di rumah?" Sherin dengan senyuman yang seperti bunga menyambutnya, berdiri di pintu,mendongak melihat wajah Devan, kemudian berjinjit, meninggalkan kecupan di bibir Devan, "cepat cuci tangan, aku akan panaskan makanan dulu!" setelah berkata, dia langsung membalikkan badan.


Lengannya terasa panas, kemudian dengan kuat Devan menarik Sherin, Sherin pun jatuh ke dalam pelukan Devan.


"Sherin...." Devan dengan erat memeluk Sherin, dengan kekuatan ini,sepertinya ingin menyatukan badannya ke dalam.


Sherin mengangkat tangan, ingin mendorongnya,tetapi pada akhirnya,dia melingkari pinggangnya yang kasar, jarinya yang halus dari belakang masuk ke dalam baju Devan.


Sentuhan yang dalam, membuat Devan,mendorong Sherin dari pelukannya, Sherin berpura-pura malu, menundukkan kepala, menutupi rasa kesedihan di dalam matanya.


"Devan....kita....malam ini bersama, boleh?" dia menggerakkan bibir, saat dia mendongak, kesedihan di dalam matanya berubah menjadi harapan.


Devan memegang tangan Sherin, dan berpindah ke bawah, kemudian memegang dagunya, "kamu...apakah ada sesuatu?"


Tubuh Sherin gemetaran, lalu air matanya jatuh, "Devan,apakah kamu takut untuk bertanggung jawab? karena itu,kamu tidak berani berhubungan lebih lanjut denganku? apakah kamu tidak pernah berpikir,ingin bersama denganku selamanya?"


Di dalam tatapan Devan, Sherin saat ini sedang menangis sedih, tetapi hanya Sherin yang tahu air matanya saat ini, mengandung rasa tidak rela,tidak berdaya, dan menyalahkan diri sendiri.


"apa maksud kamu? aku hanya sangat menghargaimu!" Devan langsung merasa lega, dia mengira, Sherin mengetahui sesuatu. Untung saja,,,,

__ADS_1


"apabila....apabila begitu, aku tidak mau tahu, hari ini aku mau..." Sherin berkata dengan malu, berjinjit kaki, langsung mencium bibir Devan, menciumnya dengan kuat, dia mengerti suasana hati Devan sekarang, meminta dia untuk melakukan hal seperti ini, sangat memaksa, pernahkan dia?


Tetapi...anggap saja ini akhir dari cinta ini!


Awalnya Devan sangat terbawa suasana. Tetapi saat Sherin menggunakan tangannya yang gemetaran untuk membuka tali pinggangnya, yang awalnya masih semangat, di saat ini, dia tidak bisa menahan lagi.


Dia memeluk pinggang Sherin,tampak seperti sedang memeluk sesuatu yang sangat berharga, meletakkannya di atas kasur, "Sherin...."


Suaranya yang sedikit serak, hati Sherin berdebar-debar, mendongak kepalanya, dia maju ke depan, bibir dan giginya saling menyatu, dari ringan menjadi berat.


Saat ini, tidak ada Gabriel, tidak ada kecelakaan,tidak ada perpisahan....


Hanya dia dan dirinya...


Malam ini, di dalam hatinya, Sherin dari anak gadis berubah menjadi seorang wanita.


Malam ini sangat indah, sangat bahagia...Dan, sangat menyakitkan!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2