
"Apa mungkin? bagaimana mungkin,orang seperti dia,bisa mengenal Tuan Devan?"
Seseorang dalam kerumunan itu tiba-tiba mengatakan ini di tengah-tengah orang banyak,dan muncul lah banyak komentar yang berbeda.
"kamu curiga aku berbohong? dia telah menjadi pengasuh selama beberapa bulan di rumah keluarga Devan. Jadi,tidak mungkin Tuan Devan tidak kenal dengannya?"
"oh..." diskusi di kerumunan tiba-tiba terdengar.
Sherin yang terdiam pada awalnya segera bereaksi, dia dengan raut wajah terkejut melihat wanita di depannya,dia pikir bahwa Gabriel akan memberi tahu semua orang kalau dirinya adalah karyawan perusahaan.Lagi pula dia mengenakan baju kerja PT.Simba yang ada saat itu,yang sangat mendukung penampilannya sebagai karyawan di sana.
Namun,Gabriel mengatakan identitas dirinya yang lain,meskipun itu adalah kebenaran,tapi....
"oh,ternyata dia itu pengasuh"
"ya, seorang pengasuh anak. Apa tujuannya ikut pertemuan Tahunan Perusahaan semacam ini?"
"...."
Orang-orang yang semakin banyak, masing-masing orang berucap,sehingga dalam waktu yang singkat, Sherin menjadi bahan pembicaraan dari publik.
Di telinga,yang terdengar adalah kata 'pengasuh'...
Melihat jari telunjuk orang-orang yang menunjuk kepada dirinya, Sherin tidak merasa marah,karena dia tidak pernah merasa peduli dengan hal rumit seperti ini,apalagi dia mengerti alasan sebenarnya,mengapa dia ingin menjadi seorang pengasuh?
Dia hanya merasa terkejut,di hadapan wanita ini,sangat jelas bahwa Gabriel sengaja membicarakan kalau dirinya adalah seorang pengasuh.Di benak Sherin,tiba-tiba terbesit perempuan dengan penampilan polos tapi hati yang gelap yang di katakan oleh simon sebelumnya.
Jika saat ini,dia masih belum mengerti apakah wanita seperti Gabriel ini baik atau buruk,maka dia benar-benar bodoh.
Ada sedikit rasa dingin di hatinya,tetapi terdapat pula kelegaan di dalam nya.
__ADS_1
Jika Gabriel adalah orang yang baik, saat Devan ingin memutus kontrak pernikahan dengannya akan muncul perasaan bersalah, karena bagaimana pun tidak seharusnya menyakiti perasaan orang yang baik.
Namun,pada saat ini,dia jauh lebih santai karena mengetahui jika Gabriel bukan orang baik.Maka dia juga bisa bersikap tidak adil, bukan?
Misalnya,menghancurkan hubungan mereka? merebut Devan?namun,dia mengenal kepribadiannya dengan baik,sehingga semuanya hanya ada di pikirannya saja.
Tapi,setidaknya,hati tidak lagi terlalu merasa bersalah seperti tadi.
"kalau begitu,bisa kah aku masuk sekarang?" suara Sherin agak dingin.
Sang staf pun memandang Gabriel dan kemudian menatap Sherin.Wajahnya penuh dengan ekspresi menghina dan dia pun mengangguk "bisa!"
"kak Sherin,mohon maaf ya, tadi agak buru-buru sehingga tidak sengaja keceplosan!" ucap Gabriel.
Ekspresi wajah Gabriel sangat lah tulus, tidak terbaca keanehan yang terjadi.
Sherin pun menghentikan jalannya, dan berbalik badan untuk melihat Gabriel, wajah Gabriel terpancar permohonan minta maaf.Tetapi Sherin merasa sangat lah ironis,terburu-buru?, jelas-jelas dirinya menggunakan seragam Simba, seharusnya di bawah alam sadar tidak mungkin mengungkap pekerjaannya di rumah Devan kan? Sherin dengan tegas berkata "Nona Gabriel, tolong jangan berpura-pura!"
Gabriel menyipitkan mata dan membukanya lagi,kelembutan di matanya sudah hilang.Awalnya,dia ingin menunggu jamuan di mulai, dan baru mulai bertindak, tetapi sekarang lebih baik, karena bisa berakhir lebih awal.
Dia berjalan beberapa langkah ke arah Sherin, dan berdiri bahu membahu bersamanya, "berpura-pura? jika membicarakan ini, tidak ada yang bisa membandingkannya dengan kamu, pergi menjadi pengasuh bayi di keluarga Devan, Jelas-jelas kau ke sana bertujuan untuk merayu Devan,kan?"
Sherin pun berbalik badan dan menatap wajah Gabriel yang sudah tidak lembut lagi, dan dia mengingat peristiwa di Simba.Peristiwa di mana Gabriel menggigit boneka, ya, Gabriel kelihatan sangat polos, tetapi bagaimana bisa melakukan hal yang mengerikan,bagaimana mungkin dirinya masih percaya bahwa Gabriel adalah orang baik? "kamu adalah penghisap darah!"
"masih berpura-pura? Devan dan kamu telah tidur di kamar yang sama selama beberapa malam, apakah kamu pikir aku tidak tahu? Sherin,jangan berpura-pura polos!"
Dalam cahaya yang redup, Sherin tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi raut wajah Gabriel, tetapi matanya yang dalam, terlihat jelas terpancar kebencian.Sherin pun tidak bisa menahan diri untuk menelan ludah.
Sambil menundukkan kepala, Sherin berkata "kami....tidak melakukan apa-apa." walaupun dia mengatakan hal ini,terdapat perasaan hampa...
__ADS_1
"tidak melakukan apa-apa? Sherin,kamu sangat tidak tahu malu!" awalnya Gabriel berpikir apakah orang orang yang mencintai akan melakukan kesalahan.Ternyata, Sherin benar-benar mengakuinya?
Kemarahan dalam hatinya membuatnya mengambil keputusan dan mengepalkan tangannya di dalam kantung baju.
Pada saat itu, tiba-tiba muncul keributan di depan pintu.
Ketika Sherin melihat ke arah sumber suara, dia melihat Devan yang dilindungi dari kerumunan masuk ke dalam ruangan. Penampilannya yang tampan dan aura nya yang terlihat luar biasa, bahkan walau wajahnya tidak memakai make-up, dia tetap akan menyedot perhatian semua orang yang hadir terutama para wanita.
"Wow,,itu Devan!"
"ya,bukan kah ada yang bilang kalau dia tidak pernah berpartisipasi dalam acara pertemuan tahunan sepeti ini?"
"benar-benar sangat tampan. Jika aku bisa tidur dengannya satu malam saja, aku tidak menginginkan apa-apa, hidupku sudah cukup...."
Sherin pun mengerutkan alis kepalanya....jadi,dia bisa mati beberapa kali dalam hidupnya,apakah itu cukup berharga?
Dia tenggelam dalam pikirannya sendiri, sehingga tidak merasakan Gabriel yang tiba-tiba mendekatinya, dan tiba tiba juga dia merasakan benda dingin yang diselipkan ke tangannya dan ada kekuatan yang menariknya ke depan....
Ketika dia sadar, yang dia dengar adalah seruan dari khalayak ramai...
Dia menundukkan kepalanya dan melihat pisau yang di genggam di tangannya,dan pisau itu sekarang di tusuk kan ke lengan Gabriel.
Darah merah cerah tiba-tiba mewarnai gaun putih yang di pakai oleh Gabriel.
Pandangan yang penuh darah merah,membuat Sherin ingin menarik tangannya kembali,tetapi di tahan oleh Gabriel.
Dengan tatapan yang ketakutan dia menatap Gabriel.Di sisi lain, tatapan Gabriel yang penuh dengan senyuman yang menjijikan.
"Nona Sherin,aku tidak bermaksud berada di depan begitu banyak orang, mengatakan bahwa kamu adalah seorang pengasuh.Aku benar-benar tidak bermaksud demikian" Wajahnya mulai pucat,mengerutkan alis, keringat jatuh dari keningnya,air mata menggantung di matanya, suaranya mungkin karena kesakitan, terdengar sangat lemah.
__ADS_1
Suaranya yang tidak terlalu keras atau sangat lah pelan, orang-orang yang berdiri mendekatinya bisa mendengar,sehingga tersebar dengan cepat di kerumunan...