Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Dunia Tidak Adil


__ADS_3

Sherin tidak pernah menghadiri acara seperti ini besar dan mewah.Acara terbesar yang pernah di hadiri olehnya pertama kali adalah acara tunangan Devan dan Gabriel.Pada saat itu, dia bahkan hanya berada di aula belakang saja.Jadi,melihat acara semewah ini di depannya, Sherin merasa kaget dan gugup.


"Yuta,aku merasa sangat gugup.Boleh kah aku keluar saja sekarang?"


"boleh.nanti aku akan menyusul kamu jika kamu berani keluar. Kitab pasti bisa menjadi topik utama berita besok pagi"


Wartawan berbaris di sisi samping kiri dan kanan karpet merah, Yuta dan Sherin berjalan beriringan bersama di atas karpet merah.Cahaya kamera para wartawan yang tertuju pada mereka berdua tidak pernah berhenti.Sherin melihat ke belakang dan menyadari hanya ada dirinya dan Yuta yang berada di atas karpet merah.


Yuta tersenyum kepadanya dan berkata dengan wajah tenang. "kita adalah pasangan utamanya"


Apa itu pasangan utama? pasangan utama itu berarti seluruh karpet merah adalah milik kamu sendiri? tidak akan ada yang merebut cahaya kamera dan posisi dengan kamu? pikir Sherin


Tetapi,Sherin tidak ingin menjadi pasangan utama!


"mengapa kamu tidak memberi tahu aku?"


Yuta menunjukkan lengannya kepada Sherin, meminta Sherin untuk memegang lengannya tanpa menghiraukan pertanyaan Sherin.


"selanjutnya, saya ingin memperkenalkan seseorang yang misterius.Semua dari saudara kita pasti pernah mendengar perusahaan atas nama Clover kan? tetapi, saya berpikir tidak akan ada yang mengetahui identitas pemilik perusahaan Clover yang sebenarnya" ucap MC acara sambil menunjuk ke karpet merah dan lanjut berkata "sekarang,kita akan mempersilahkan tamu utama kita pada malam ini.Direktut perusahaan Clover,Tuan Yuta!"


Mendengar bahwa pemilik perusahaan Clover menghadiri acara ini,semua orang merasa terkejut dan ikut memberikan tepuk tangan yang meriah.


"apakah kamu masih ingat pesta kelulusan kita pada saat SMA? pada saat itu,kita berdua di minta untuk memberikan ucapan terima kasih di atas panggung?" Yuta bertanya. Sherin merasa sangat gugup dan mengangguk kan kepalanya setelah beberapa saat.

__ADS_1


"ya,aku ingat.Pada saat itu,aku terlalu gugup jadi salah membaca kata-kata sebanyak dua kali.Kamu bahkan menginjak kaki aku dengan kaki kamu." Sherin melirik ke Yuta.


"aku tidak bisa menyentuh kamu.Jadi hanya bisa menggunakan kaki." Yuta berkata dengan wajah santai dan membuat Sherin yang melirik nya dengan wajah tidak senang.


Cahaya lampu yang berkilau serta suara yang menyambut dari segala sisi menarik Sherin kembali ke realitas.Badan Sherin terasa sangat kaku,tetap Yuta malah terlihat sangat santai dan nyaman.


"Wow,,wanita itu sangat cantik.Apa kamu tahu siapa dia? apakah dia seorang artis?"


"tidak tahu.aku tidak pernah melihatnya tetapi benar-benar sangat cantik!"


"benar,tatapan nya sangat murni.Jangan jangan dia adalah artis selanjutnya yang akan di promosikan oleh perusahaan Clover?"


"bisa jadi,Yuta bahkan membawanya sampai ke acara seperti ini.Mungkin Yuta bermaksud untuk mengumumkan informasi ini pada acara malam ini."


"...."


Ketika dia menata riasan yang jelek itu, tidak ada yang melirik ke wajahnya.Kerja keras Sherin saat berwajah jelek tidak akan bisa sebanding dengan satu senyuman yang di berikan oleh Clover yang cantik.Terpikir diskriminasi dan penghinaan yang Sherin terima tahun-tahun ini,sherin tidak bisa menahan lagi dan mengeluh di dalam hatinya.


Ketika orang-orang di belakang sedang sibuk menyapa satu sama lain,Yuta berbisik kepada Sherin. "gadis cantik, sekarang kamu sudah menjadi terkenal!"


Sherin melirik ke Yuta dengan dingin dan berkata "lebih baik,kamu pikirkan bagaimana kamu harus menjawab pertanyaan dari orang-orang mengapa gadis cantik ini tiba tiba menghilang besok!" Sherin menyindir Yuta.


MC yang berada di depan pun terbengong menatap ke Sherin dan lupa untuk melanjutkan tugasnya sebagai pembawa acara. Dia baru sadar kembali ketika rekan kerja di sampingnya mendorong dirinya.

__ADS_1


MC itu juga sudah pernah menjumpai banyak wanita cantik di industri ini,tetapi kecantikan Clover benar-benar membuat dia tidak bisa berpaling ke arah lain.Karena tidak memiliki peminatan terhadap acara seperti ini, Sherin tidak mendengar apa yang di katakan oleh MC.Setelah sesi karpet merah,acara di lanjutkan dengan sesi pembagian penghargaan. melihat Sherin yang seperti merasa bosan, Yuta menyapa ke penyelenggara sejenak lalu mengantar Sherin kembali ke kamarnya.


Sherin menghapus riasannya dan menata kembali riasan jeleknya.Dia juga mengganti bajunya kembali dan menghela sebuah nafas yang berat setelah melihat dirinya di cermin. Tidak tahu sejak kapan,Sherin sudah terbiasa dengan dirinya yang 'biasa'.Dirinya yang biasa itu tidak memiliki perhatian dan pujian dari orang lain,tetapi dia tetap merasa sangat nyaman.


Yuta memberikan ponselnya yang berisi vidio Clover kepada Sherin setelah dia melihat Sherin yang keluar dari kamar, "ini Vidio nya sudah keluar. Gadis cantik,apakah kamu mau bekerja sama dengan perusahaan Clover? aku pasti akan membuat kamu menjadi terkenal sampai seluruh orang di dunia ini mengenal kamu"


Sherin mengerutkan alisnya dan melirik ke ponsel Yuta. Ya,di dalam vidio itu dirinya memang benar benar sangat cantik,tetapi terlihat sangat asing. Sherin mengembalikan ponsel Yuta kepadanya dan berkata "Direktur Yuta, aku tidak mengenal gadis cantik ini" setelah itu, Sherin tertawa sambil menepuk bahu Yuta. "aku akan pergi dulu.Direktur Yuta jangan pernah mengingkari janji!"


Yuta menariknya "mengapa begitu cepat? temani aku sebentar lagi!"


Sherin melihat tangan Yuta yang menarik dirinya dan menatap ke wajah Yuta "apakah perlu aku menemani Direktur Yuta tidur malam ini?"


Yuta mengangguk dengan sangat gembira, "katakan lah harganya! aku akan membuat kamu merasa puas."


Sherin memukul tangan Yuta "kamu sudah boleh pergi bermimpi!" ucapnya kepada Yuta.


Kemudian Sherin mengambil kacamata hitam dan maskernya, lalu dia pun keluar dari hotel.Setelah itu, Sherin di jemput di tempat parkir dan turun di tempat yang sama dengan tadi.


Sherin kemudian membeli beberapa mainan di pinggir jalan dan menyimpannya di dalam tas.Akhirnya Sherin kembali ke hotelnya. Sherin memiliki kamarnya sendiri,di dalam kamar tidak ada lampu yang hidup dan terasa sunyi.suhu hangat yang tiba-tiba datang membuat Sherin sedikit panas.Dia melepaskan jaketnya dan membungkuk ke bawah,ingin melepaskan sepatunya.


Tiba-tiba,ada sepasang lengan yang memeluk Sherin dari belakang membuatnya berteriak karena kaget dan Sherin langsung melemparkan sepatunya ke orang itu.


"ini aku!" ada suara rendah seseorang.Orang itu mengambil sepatu yang di tangan Sherin dan melempar kan ke lantai. Sherin memasukkan kartu kamar ke sumber listrik dan melihat Devan yang memasang wajah tidak senang.

__ADS_1


Sherin merasa agak bersalah dan menundukkan kepalanya "mengapa kamu bisa masuk ke sini?"


Devan.....


__ADS_2