
"Sherin..." sebelum Andrew sempat mengatakan apa pun, Sherin sudah mematikan telponnya.Sherin mengerti sebaik gimana pun, Andrew tetap tidak akan bisa menjadi miliknya. Yang paling penting, menurut Sherin, orang yang tidak pernah berpikir untuk pihak Sherin bukan lah orang yang benar\-benar mencintainya. walaupun Sherin tahu dengan cara begini akan melukai hati Andrew, dia tetap lebih memilih untuk melepaskan nya, pada saat itu, shrine tiba\-tiba mengerti mengapa ibunya tidak mengizinkan dia bersama Andrew. karena ibunya tahu perbedaan Andrew dengan orang lain dan ibunya juga tidak ingin Sherin berhubungan dengan orang kaya. Tetapi, apakah ini juga alasan mengapa ibunya Sherin tidak ingin Sherin mengumumkan penampilan aslinya? Sherin terharu, walaupun ibunya selalu memandang rendah Sherin, tetapi ibunya Sherin tetap menyayangi anaknya.
Acara pesta masih berlanjut, tetapi Gabriel tidak menelpon Sherin sama sekali untuk menata riasan nya. Sherin merasa aneh, dan sambil duduk di sudut, dia tertidur. Ketika dia terbangun, sekelilingnya sudah menjadi sangat sunyi. Sherin menoleh ke aula depan dan melihat aula di mana pesta di laksanakan sudah kosong se kosong-kosongnya.
Sherin merasa terkejut dan segera berjalan menuju gerbang hotel. Sudah tidak ada tamu maupun mobil tamu di depan hotel. Sherin berjalan ke pelabuhan dan menyadari bahwa kapal-kapal yang parkir di tepi pelabuhan juga sudah tidak ada di sana.
"Nona, apakah anda sedang mencari seseorang?" seorang wanita yang memakai baju seragam pembersih bertanya. "bu, kapal-kapal yang parkir di sini sebelumnya ke mana ya?"
Wanita itu menunjuk ke sebuah kapal yang jaraknya sudah sangat jauh dengan pelabuhan "itu. kapalnya sudah pergi lumayan lama."
"apa....? sudah pergi?" Sherin melihat ke ponselnya. selain beberapa pesan dan telpon dari Andrew, tidak ada satu pun telpon telpon dari Gabriel. Tetapi mengapa Gabriel tidak memberi tahu dia kalau mereka sudah akan pulang? Sherin bingung. Sherin menelpon kepada Gabriel dan bertanya "halo? GM Gabriel, apakah kalian sudah pulang?"
"iya. apakah kamu sudah sampai?" Gabriel pura-pura bertanya. Sherin mengerutkan alisnya, dia masih berada di pulau, mana mungkin sudah sampai?
"kamu masih berada di pulau? tetapi Dylan tadi bilang kamu sudah pulang?" setelah itu jaringan telpon pun terputus karena tidak ada koneksi. Sherin menjadi cemas.
"Nona, apakah kamu ingin pulang ke kota?" wanita pembersih tadi bertanya lagi. Sherin pun mengangguk kan kepalanya.
"kalau begitu, kamu cepat jalan ke arah sana! di sana ada kapal, jika kamu pergi sekarang masih sempat untuk naik kapal jadwal terakhir yang pergi ke kota." Sherin tidak sempat berpikir terlalu banyak, dia mengucapkan terima kasih kepada wanita pembersih dan segera berjalan ke arah yang di tunjukan wanita itu.
__ADS_1
Melihat Sherin yang sudah pergi, wanita pembersih itu melepaskan topi dan baju yang di pakainya, dan membuangnya ke dalam tong sampah. Dia mengirimkan sebuah pesan teks yang berisi "saya sudah melaksanakan perintah anda. ingat perjanjian kita.!"
Rencana kedua
Pada saat yang sama, di atas kapal pesiar yang mewah.
" Devan, ternyata Sherin masih di pulau...setelah acara selesai, aku tidak bisa menemukannya.setelah itu, aku dengar dari Dylan kalau Sherin sudah pulang. sekarang ponsel ku tidak ada jaringan, langit sudah menggelap, aku takut Sherin seorang wanita di pulau bisa di landa bahaya" Gabriel memegang ponselnya, wajahnya terpasang ekspresi yang sangat cemas, tetapi sebuah senyuman kecil terpasang di wajah Gabriel ketika melirik ke pesan teks yang baru saja dia Terima.
Devan melihat kepada Dylan dan bertanya "mengapa bisa begitu?" Dylan sempat bertemu dengan Andrew di hotel dan Dylan bertanya kepada Andrew di mana keberadaan Sherin. Andrew memberi tahu Dylan bahwa Sherin sudah pulang.
"Andrew yang bilang Sherin sudah pulang." Dylan berkata dengan suara kecil yang berisi sedikit ketakutan.
Setelah beberapa saat, Dylan kembali dan menjelaskan bahwa kapten kapal mengatakan hari sudah mulai menggelap dan jarak untuk kembali ke pulau sudah sangat jauh.Takutnya akan terjadi bahaya jika kapal berlayar kembali ke pulau lagi. Ekspresi wajah Devan menjadi sulit untuk di baca, dia melihat ke langit yang sudah menggelap, dan berkata "Dylan, kamu telpon ke hotel acara tadi dan meminta mereka untuk mengatur sebuah mobil dan mengantar Sherin pulang"
Melihat Devan yang sudah mulai cemas, hati Gabriel merasa semakin berat, sepertinya apa yang di katakan oleh Gary itu benar, Devan benar-benar jatuh cinta kepada Sherin.mengapa? Gabriel sudah mengenal Devan selama 14 tahun, selama 14 tahun ini, Gabriel berusaha keras agar Devan bisa mencintainya. Sherin baru saja mengenal Devan selama beberapa bulan. Gabriel tidak mengerti, mengapa Devan bisa jatuh cinta kepada Sherin? bahkan keputusan Devan untuk menikahi Gabriel malah terjadi karena Devan sudah tidak memiliki pilihan lain selain itu.
Berpikir sampai di sini, Gabriel teringat Simon. pasti karena Simon makanya bisa begitu. Gabriel merasa menyesal atas keputusan dirinya kemarin.
Devan duduk di samping Gabriel dan menepuk kepala Gabriel dengan lembut, "seharusnya tidak apa-apa. kamu jangan risau, orang hotel akan mengantar dia pulang."
__ADS_1
Gabriel tersenyum,tentu saja dia tidak risau.Yang harus risau adalah Devan. Gabriel menyandarkan kepalanya di bahu Devan dan bertanya dengan lembut, "Devan, aku tahu kamu cemas karena kamu tidak ingin aku merasa risau kan? kan aku yang membawa Sherin keluar."
Devan hanya diam. dia sendiri tidak tahu mengapa dirinya cemas. pada saat yang sama, Dylan membuat gerakan yang bertanda ok dalam posisi yang tidak bisa di lihat Gabriel.
Pulau tadi merupakan pulau besar yang terkenal, pulau itu baru di kembangkan beberapa tahun lalu.Pulau terletak jauh dari kota dan tidak banyak penduduk yang menetap di sana. yang berkunjung ke sana rata-rata hanya para turis. demi masalah keamanan, jarang ada taksi yang berada di sana pada waktu malam. apalagi Sherin adalah seorang wanita, tentu saja tidak aman baginya.
Setelah kapal tiba di pelabuhan, mereka di sambut oleh pak Hasan "silahkan, nyonya Gabriel!" Gabriel mengangkat alisnya dan melihat kepada Devan.Mereka di antar oleh Dylan saat mereka berangkat, mengapa di antar oleh pak Hasan saat pulang?
"Dylan meminum alkohol tadi, makanya aku meminta pak Hasan untuk mengantar kamu pulang." Devan membuka pintu mobil untuk Gabriel dan terus berkata " tidur lah lebih awal setelah pulang!"
Gabriel merasa kecewa di dalam hatinya. tetapi Gabriel teringat, walaupun Devan langsung berangkat ke pulau tadi, butuh waktu paling sedikit 1jam lebih.Setelah 1 jam, bisa saja wanita itu sudah mati di sana.Berpikir sampai sini, Gabriel tersenyum kepada Devan dan memasuki mobil pak Hasan.
Melihat mobil pak Hasan sudah jauh dari pelabuhan, Dylan segera berkata kepada Devan "kata orang hotel,mereka tidak bisa menemukan Sherin, sepertinya dia sudah meninggalkan hotel."
Tatapan Devan tenggelam dan menjawab " dia ingin cari mati. biarkan saja!" Devan tidak mengerti mengapa wanita ini berani meninggalkan hotel pada malam hari.
"ayo,kita pulang ke rumahku!" Devan masuk ke mobil.
"bukan kah kamu bilang aku minum alkohol tadi?" Dylan menyindir nya.
__ADS_1