Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

"apakah kamu tidak merasa malu?"


Devan menggelengkan kepalanya dan mengelus kepala Clover, "tidak malu. Apa harus malu, ketika kamu makan makanan sendiri?" setelah itu Devan berhenti sejenak sebelum menambahkan, "tapi, kamu harus tahan sedikit, apa lambungmu bisa tahan kalau kamu tiba-tiba makan makanan yang dingin sekali terlalu banyak?"


Clover mengerutkan alisnya, "kalimat depanmu, itu maksudnya apa? apa maksud makan makanan sendiri? apakah tempat ini juga merupakan property Ningga Group?"


Sudut bibir Devan terangkat, dia hanya tersenyum dan tidak berbicara.


Pada saat itu, cahaya lampu di acara tiba-tiba menggelap, lebih gelap dari kegelapan tadi.


Ada seorang pembawa acara naik ke atas panggung. Clover tetap fokus kepada makanannya, cahaya yang redup tidak mengganggu dia makan.


Jadi, Clover tidak mendengar apa yang di katakan oleh pembawa acara itu. Clover hanya mendengar suara tepuk tangan yang sangat meriah.


Setelah itu, lampu panggung tersorot padanya, Clover tentu saja merasa bingung.


Setelah itu, semua orang melihat Devan mengambil kertas tisu yang berada di samping dan menyeka bibir seorang wanita yang sedang makan.


Semua orang pun heboh......


"ayo,kita persilahkan pemilik baru resort kita naik ke atas panggung dan memberikan kata sambutan"


Setelah itu, terdengar suara tepuk tangan lagi.


Clover mendengar kata-kata pembawa acara kali ini, dia melihat ke Devan dan berkata, "kamu cepat naik ke panggung?!" pantas saja Devan bilang Clover makan makanan sendiri. Dia merasa senang karena bisa makan tanpa merasa beban.

__ADS_1


Tetapi, Devan malah menatap Clover, "pembawa acara lagi menyuruh kamu naik..."


Clover bingung, lalu berdiri lebih dekat dengan Devan, "apa yang terjadi? apakah mereka salah orang?"


"hadiah dari aku untukmu, hadiah ulang tahun"


Hadiah dari aku untukmu, hadiah ulang tahun.....


Kalimat itu terus terngiang di telinga Clover.


Ulang tahun dia itu bukannya di bulan November? dan sekarang itu musim semi?"


"ayah kamu bilang, hari ini adalah hari ulang tahunmu yang sebenarnya," melihat raut wajahnya Clover yang tidak mengerti, Devan berbisik kepadanya.


***(ayah yang di maksud Devan adalah Conan Liam)***


"resort ini hanya sebuah pendamping, yang merupakan inti adalah di belakang resort ini ada sebuah tanah kosong yang luas, tanah itu di gunakan untuk tempat berhenti helikopter dalam waktu satu jam, kalau tidak, mengapa seafood di sini bisa begitu segar? aku berpikir, banyak jenis hadiah, dan aku merasa hadiah ini yang terbaik."


Clover merasa hidungnya masam, dia merasa terharu dengan perhatian Devan. Tetapi pria ini terus bersama dengan Clover selama dua hari ini, mengapa dia masih bisa berbuat begitu banyak hal untuknya?


"jangan menangis. Banyak orang yang sedang menatapmu"


Setelah itu ingatan Clover tentang kata-katanya di atas panggung, bagaimana Clover turun dari panggung dan pulang ke rumah, semuanya sudah kabur.


Clover hanya ingat, dia terus tertawa sambil menangis.

__ADS_1


Sebenarnya, Clover bukan peduli dengan resort itu, yang membuat dia merasa terharu bukan uang, hanya saja, Devan terlalu menyayanginya.


Devan adalah orang yang sangat sibuk, tetapi demi Clover, dia rela membuat begitu banyak waktu dan pemikiran untuknya.


"kamu begitu baik kepadaku, aku harus bagaimana membayarmu?" Clover berkata dengan suara kecil. Dia melingkari leher Devan dan meletakkan kepalanya di pelukan Devan.


Devan melihat mata Clover yang merah karena menangis, dan alisnya mengerut, "berbanding dengan kamu yang bisa melahirkan anak-anak dan mendidiknya untukku, apa yang aku lakukan itu tidak sebanding dengan kamu"


Clover mengeluarkan sebuah batuk kecil, "padahal aku mau memberikan kamu sebuah penghargaan. Kalau kamu bilang begitu, lupakan saja!"


Devan menundukkan kepalanya dan menatap Clover dengan penasaran, "berikan aku? penghargaan apa?"


"berikan....berikan kamu....kamu, apa yang selalu kami ingin" berkata sampai di sini, Clover menatap ke arah lain dengan wajah memerah.


Devan terdiam sejenak sebelum sempat bereaksi, dia melihat wanita di depannya dengan tidak sabar dan suara bernafasnya menjadi semakin sesak, Secara refleks Devan memanggil, "Clover........."


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2