Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Asal usul yang tidak jelas


__ADS_3

Sherin menoleh dan melihat keluar jendela mobil,berpikir bagaimana sebaiknya menjawab pertanyaan Andrew.Orang orang berlalu lalang terpesona sekaligus iri melihat mobil Andrew.


Sherin mengerutkan dahi,kawasan ini adalah kawasan perumahan elit,orang orang yang bisa tinggal disini adalah orang orang yang kaya dan terkemuka.tapi,mobil ini bisa membuat mereka terpana....ini membuat Sherin menelan air ludah...


Memang dia pernah mendengar obrolan beberapa suster di rumah sakit saat ibunya di rawat,bahwa Dokter Andrew adalah anak konglomerat,keluarganya kaya raya,tapi saat itu dia berpikir semua nya hanya gosip saja.


Tidak di sangka semuanya nyata.


"aku mengasuh anak di rumah ini."ucap Sherin yang awalnya tidak ingin memberitahu, tapi kalau tidak di jawab,keberadaannya di rumah Devan sepertinya akan menjadi sulit di jelaskan.


" mengasuh anak?"tanya Andrew sambil mengerutkan dahi,ragu dan berpikir sejenak lalu bertanya kembali. "maksudmu,kamu menjadi pengasuh di rumah ini?"


Walaupun Andrew berasal dari keluarga kaya raya,tapi dia dari kecil tidak pernah tertarik dengan jabatan jabatan tinggi,karena itu dia jarang bersosialisasi dengan kalangannya.tapi,dia kenal Devan,karena Devan adalah pujaan hati kakak perempuannya.Di kamar kakaknya terpajang banyak sekali poto Devan,belum lagi setiap bertemu dengan dirinya,kakaknua selalu menceritakan hala hal tentang Devan,membuatnya sulit untuk tidak mengenal orang ini.


Hanya saja dia tidak menyangka,Sherin bekerja menjadi pengasuh di rumah Devan.


Dia mengambil air jeruk lemon yang berada di atas nampan itu, setelah menghisap airnya beberapa kali,barulah dia bisa mengontrol dirinya yang saat itu sangat terkejut.


Andrew menyamping kan badan nya dan menatap Sherin lalu berkata."Sherin, aku bisa membantumu mencari pekerjaan yang lebih cocok,kamu sangat cerdas...."ucap Andrew.Dia bisa melihat kecerdasan Sherin saat ibunya Sherin tinggal di rumah sakit.


"tidak perlu...." jawab Sherin yang langsung menolak penawaran Andrew,dan menundukan kepala karena tidak berani menatapnya.


Andrew duduk terdiam sesaat di kursi pengemudinya,seakan tengah mencerna apa yang baru dia ketahui.


Setelah beberapa saat,dia melepaskan sabuk pengamannya,dan membelokan tubuhnya kemudian meletakan kedua tangannya di pundak Sherin dan berkata. "apa kamu menemui kesulitan? katakan padaku,kamu membutuhkan berapa? aku bisa kasih kepadamu,kamu tidak perlu menjadi pengasuh lagi di sini...."


"Andrew,tolong kamu jangan seperti ini!" jawab Sherin sambil berusaha melepaskan diri dari tangan Andrew yang saat itu emosinya sedikit bergejolak.


Mereka hanya sebatas teman,Andrew tidak berhak mengatur kehidupannya.


"emm....kamu hati hati di jalan ya!" ucap sherin perlahan sambil memegang pintu mobil dan ingin keluar dari mobil namun Andrew menahannya.


Terlihat Andrew bergegas turun dari mobil,berjalan ke pintu mobil dimana tempat Sherin duduk,dan membuka kan wanita itu pintu,dia juga meletakkan kan satu tangannya di atap mobil dan satu tangannya lagi menuntun tangan Sherin dengan berhati hati mengiringinya keluar dari mobil......


"masa haid,jangan terlalu banyak bergerak dan minum air dingin,pakai baju yang sedikit tebalan, jangan sampai masuk angin!"pesan Andrew dengan lembut sambil mengerutkan dahi dan kemudian agak membungkuk kan badannya untuk merapi kan rambut Sherin yang sedikit buyar itu ke belakang telinganya, lalu berkata."Beberapa hari ini,aku akan kembali ke daerah wol,setelah urusan disana beres aku akan kembali lagi kesini untuk mencari dirimu.kamu tunggu aku ya!"

__ADS_1



setelah mengatakan nya,diapun tersenyum lembut. lalu membalikan badannya dan mengemudi mobil nya kembali.


Hingga mobil Andrew sudah pergi jauh,masih saja Sherin termenung diam disana tidak sadar,


Kejadian siang ini membuatnya kebingungan.


Sebenarnya,Andrew dari dulu memang perhatian terhadap Sherin,tapi ibu Sherin sepertinya tidak setuju dengan laki laki itu.


Setiap kali Andrew mendekatinya,ibu Sherin sengaja menyuruhnya mengerjakan sesuatu untuk memisahkan mereka.


Makanya laki laki itu seperti ini terhadapnya, bukan untuk pertama kali.


Devan yang berdiri di depan jendela kamar,melihat semua gerak gerik mereka di luar sana,pandangan matanya menjadi sedikit suram.


Sherin yang baru saja masuk ke dalam rumah,di hampiri pembantu lainnya," Sherin pak Devan menunggumu di ruang baca."ucap pembantu itu


Mendengar ini,seakan angin dingin musim gugur berhembus, membuat sekujur tubuhnya menjadi gemetaran.Sherin menganggukan kepalanya, meski hatinya sedikit agak bingung, dia tahu benar bahwa Devan tidak akan melepaskannya begitu saja.


Di dalam ruang baca,Devan sedang membaca setumpuk dokumen dengan sedikit bersender ke meja jatinya.Ketika mendengar suara pintu terbuka,dia pun mengangkat kepalanya melihat serta menyamping kan dokumen yang di baca tadi,lalu dengan gaya boss-nya menatap Sherin


Baru saja Dylan memberikan informasi tentang Andrew kepada Devan,tidak di sangka Andrew ternyata adalah putra ke tiga dari keluarga Siloam.


Keluarga Siloam memiliki beberapa rumah sakit elit,ribuan rumah sakit elit keluarga ini tersebar di seluruh dunia.


Semua dokter di rumah sakit tersebut adalah para dokter ternama di dunia.Jika tidak kaya,seharusnya tidak akan bisa berobat di sana.Obat obat yang mereka gunakan di rumah sakit tersebut juga di produksi oleh mereka sendiri,karena bidang yang mereka geluti ini,terbilang khusus.di dunia bisnis,semua orang yang berselisih dengan mereka pun sedikit banyak harus mengalah.


Hanya saja,benar benar di luar dugaan,putra ketiga keluarga ini bisa menyukai wanita yang menjadi pengasuh di rumahnya.



Devan tidak bisa menahan diri untuk menyoroti wanita di hadapannya dari atas ke bawah.mungkin wanita di hadapannya ini termasuk wanita yang enak di lihat,dan semakin di lihat semakin terlihat manis,yang jelas wanita ini sekarang lebih enak di pandang daripada saat dia baru datang.


__ADS_1


Meski begitu,tingkat kecantikannya juga hanya sampai level,"\(enak di lihat\)",jadi tetap saja tidak mengerti kenapa laki laki seperti Andrew bisa menyukainya.



Hati Sherin menjadi sedikit gelisah,merapatkan bibirnya,menghela nafas sejenak lalu menjawab."ini adalah masalah perbaiku"


"Menurutmu,apa aku bisa membiarkan orang yang tidak jelas asal usulnya menjaga anak ku?"


Asal usul yang tidak jelas? heh....


Bukannya semua sudah di cek sebelumnya?


bukannya sebelumnya sudah di izinkan?


sekarang masih bilang asl usul tidak jelas?


kenapa bagitu?


hanya karena dia kenal dengan orang kaya raya??


"di matamu,apa definisi asal usul yang tidak jelas? apakah yang kamu lihat, atau yang kamu dengar? interaksi diantara sesama manusia itu,bukan hanya bergantung dengan apa yang kamu katakan.kamu rasa tidak jelas,ya...itu menjadi tidak jelas,


tapi semua itu harus di rasakan dengan hati.


Selama aku bekerja di rumah ini,aku dengan sepenuh hati dan sungguh sungguh mengasuh Simon,dan aku rasa kamu juga tahu itu.kalau kamu rasa aku tidak cocok dan ingin memberhentikan kan aku, ya....tolong berikan aku suatu alasan,kenapa?" jawab Sherin.


Sherin mengatakan semua itu sekaligus,lalu mengalihkan pandangan nya ke tempat lain karena merasa matanya menjadi sedikit basah.Dia merasa marah karena di tuduh orang,beberapa tahun ini beberapa banyak derita yang di alaminya demi anak ini,ditambah lagi penghinaan dari laki laki ini,membuat emosinya meledak seketika.


Devan menatap wanita di hadapannya dengan sorotan mata yang tenang,tidak bersuara,juga tidak melakukan apapun.Raut wajahnya terlihat seakan dia ingin tertawa tapi tidak bisa tertawa.


Sherin yang merasa terus di tatap oleh Devan menjadi sedikit gugup.memikirkan apa yang sudah dia katakan tadi,langsung membuatnya merasa menyasal.kenapa dia bisa lupa kalau laki laki di hadapannya bukan pemaaf.



"Pak,kalau tidak ada apa apa lagi,aku kembali ke kamarku dulu." ucap Sherin lalu dengan cepat membalikan badan ingin melarikan diri.

__ADS_1



"pergilah,keluarga ini tidak akan membiarkan orang yang tidak jelas asal usulnya tinggal di rumah ini!" jawab Devan dengan wajah tak berekspresi,pandangan mata yang kosong,menatap wanita yang bermulut tajam itu.seumur hidupnya,belum pernah ada wanita yang berani beradu mulut dengan dirinya,wanita ini memecahkan rekor hidupnya lagi.


__ADS_2