
Satu malam pun berlalu tanpa terjadi apa\-apa.
Pada saat itu, Sherin berpikir bahwa walaupun bisa begitu saja terus, dia sudah merasa cukup.Walau pun sebagai orang ketiga.
Pada saat Sherin bangun, Devan sudah tidak berada di sampingnya. Sherin langsung melihat ke ponselnya, dan dia menyadari waktu baru jam lima lebih.Dia tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan tidur, jadi Sherin mencari informasi tentang lowongan kerja di internet.
Sherin selalu fokus pada ponselnya sehingga dia tidak menyadari Devan masuk ke dalam kamar. Hingga Sherin merasakan tempat tidurnya bergerak,dia baru sadar.Dia menoleh ke samping dan melihat Devan masuk ke dalam selimut dengan keadaan hanya memakai ****** *****.
Sherin tentu merasa kaget dan terus menatapnya.Devan menyipitkan matanya, lalu sebuah senyuman terbentuk di wajahnya,lalu berkata "sudah cukup puas melihatnya?"
Sherin segera bereaksi dan kemudian menutupi wajahnya dengan selimut.Karena terlalu merasa panik,ponsel yang berada di atas selimut pun terjatuh ke depan Devan. Devan menundukkan kepalanya dan sekilas melihat informasi lowongan pekerjaan yang tertera di layar ponsel Sherin.
__ADS_1
Ekspresinya berubah...
"kamu...mengapa kamu tidak memakai baju?" Sherin bertanya dengan suara kecil.
Devan menarik selimut yang menutupi wajah Sherin,lalu dia memutar balik badannya, menempatkan diri di atas tubuh Sherin, "memangnya,orang mana yang pakai baju ketika dia pergi ke toilet?"
Sherin tidak tahu harus berkata apa, dia baru tersadar ternyata Devan pergi ke toilet, bukan pergi ke bekerja. Sherin mendorongnya dengan pelan lalu mengambil ponselnya yang terjatuh itu dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. "aku mau tidur lagi"
Sherin merasakan detak jantungnya yang kencang.Melihat wajah Sherin yang memerah, tatapan Devan menjadi tenggelam. Hormon seorang pria di dalam tubuhnya sedang berteriak meronta-ronta.
Satu kalimat itu,sukses membuat Sherin menjadi diam.
Di dalam pelukan Devan, Sherin tidak berani bergerak dan tubuhnya pun merasa kaku.Setelah beberapa saat, tubuh Sherin baru merasa lega ketika dia merasa kalau Devan tidak bergerak lagi.Terdengar suara deru nafas Devan yang tenang.
Sherin mengerutkan alisnya, bukan kah Devan selalu mengalami insomnia? tetapi dia malah tidur lebih cepat di banding dirinya.
__ADS_1
Sherin berputar balik badannya dan melihat ke Devan.Tangan Devan masih berada di pinggang Sherin, dari sudut pandang Sherin, dia bisa melihat wajah Devan yang sempurna. Bulu matanya yang sangat panjang, hidungnya mancung, bibirnya yang tipis dan bentuk wajahnya yang sempurna.Pria ini benar-benar sangat terlihat ganteng.
Setelah kejadian semalam, Sherin tidak sembarang berani bergerak lagi.Dia hanya menatap Devan dengan diam-diam. Sherin merasa semua ini seperti mimpi, dia tidak pernah berpikir bahwa suatu hari dirinya bisa bersama dengan pria ini seperti ini.
Tetapi.....suatu hari kita juga harus bangun dari mimpi ini.
Berpikir sampai sini, Sherin merasa kecewa.
Pada saat bangun pagi, pak Hasan mengantarkan sarapan untuk mereka dan sekalian mengantar Simon pulang.Melihat Sherin yang keluar dari kamar mandi, Devan menyerahkan segelas air hangat dan berkata, "minum dulu,baru makan.Setelah makan, aku akan membawa kamu ke suatu tempat."
Terimakasih....
Maaf, Author upnya telat,karena ada acara keluarga...
Jangan lupa like,komen....
__ADS_1
Love you all....