
...Malam hari, di kamar hotel...
"kamu harus hati-hati. Aku takut dia melukai kamu"
Clover berbaring di pelukan Devan, jarinya menggambar lingkaran di dada Devan, "melukai aku? membunuh aku lalu tidak perlu di penjara karena dia punya penyakit mental?"
Devan memegang tangan Clover, "apa aku pernah memberi tahu kamu kalau kamu itu sangat pintar?"
Clover meliriknya, "kamu menghina aku? mau tidur di lantai?"
Devan mencium dahi Clover, "aku dengar dari Dylan kalau kamu besok mau menghadiri sebuah pesta?"
Clover mengangguk, "ya benar, kalau aku ingin berkarier di dalam negeri nanti, aku harus benyak mengenal orang, pas besok tante kamu pulang, aku akan pergi bersamanya"
"kamu sudah kerja begitu keras, di masa depan kamu yang menghidupi aku saja, gimana?" Devan terus mendekat ke pelukan Clover. Tujuannya sangat jelas....
Clover mengelus kepala Devan, "Devan, apakah kamu tidak bisa mengontrol dirimu?"
"apakah aku tidak cukup mengontrol diriku? hitung lamanya dari 4 tahun, baru sekali setiap beberapa bulan"
Clover tidak tahu harus marah atau senang, dia ingin memukul pria di depannya ini.
"kalau begitu....kamu....bukan kah kamu harus melakukan sedikit keamanan?" Clover membuka tasnya yang berada di meja.....
Devan mengangkat alisnya dan melihat gerakan Clover, "kamu membawa ini setiap saat? nona Clover, bukan kah kamu terlalu bernafsu?"
Clover memukul lengan Devan dengan wajahnya yang memerah, "jangan sembarangan berpikir. aku....aku sekalian beli ketika aku pergi belanja di supermarket kemarin" Clover merasa sangat malu. Ini adalah pertama kali dia membeli barang seperti itu.Pria ini masih berani menertawakannya?
__ADS_1
Devan mencium pipinya dan berkata dengan suara rendah, "kita buat 1 anak lagi, terus aku sterilkan diri, bagaimana?"
Clover menutup mulutnya yang sedang tertawa, "kamu....kamu mau pergi sterilkan diri?" setelah beberapa saat Clover bertanya dengan serius. "kalau pria mensterilkan diri, apakah akan ada efek terhadap bidang itu?"
Devan menjawab dengan serius, "tidak.aku sudah pernah mencari tahu"
"kamu pernah mencari tahu?"
Clover tertawa sampai tidak bisa menahan diri, Devan memasangkan wajah dengan dingin dan tangannya berada di perut Clover, "kamu yakin masih mau tertawa?"
Kehangatan di perutnya membuat Clover langsung terdiam, dia berputar balik badannya dan menutup lampu, "sudah. tidur, tidur!"
"aku tidak mau masalah Simon terulang lagi, aku meminta kamu melahirkan lagi karena aku tidak pernah menjaga kamu ketika kamu mengandung kedua anakku. aku merasakan bersalah padamu"
Badan Clover terasa kaku, setelah beberapa saat dia membuat satu keputusan.
Jelas, gerakan ini membuat Devan merasa mau gila, matanya memerah dan nafasnya menjadi sesak.
..........
Besok paginya, Clover bangun pada saat Devan masih belum bangun, Clover mencari ponselnya dan melihat sudah jam 09. Dia ingat biasanya Devan mulai kerja pada jam 08 pagi.
"apa kamu tidak akan berangkat kerja?" Clover mendorong Devan dengan lembut.
Devan yang masih memejamkan matanya sebenarnya sudah bangun dari tadi.Hanya saja dia tidak tega meninggalkan pelukan Clover.
Dia mengulurkan lengan panjang nya, lalu memeluk Clover, "sejak hari kamu meninggalkan aku, aku tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak, kamu itu punya racun?"
__ADS_1
.
.
.
Bersambung....
#Mohon maaf ya bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti๐
Terimaksih....
๐โค๐โค๐
.
.
Interaksi pembaca
๐๐๐๐
Sanes t hyng hyoh up, cuma panangan Mpu cangkeullllllll,,,peryogi istirahatโ๐.....
Terimaksih atas dukungannya,,,, Mpu oge jadi merasa terhibur๐ ๐
__ADS_1